Swaramantra Vol.5, Panggung Kolektif Musisi dan Komunitas di Yogyakarta

Minggu, 26 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, YOGYAKARTA — Komunitas Jogja Distortion kembali menegaskan perannya dalam menghidupkan skena musik independen lewat gelaran Swaramantra Vol.5, sebuah showcase musik yang tak sekadar menjadi panggung pertunjukan, tetapi juga ruang kolektif bagi komunitas, musisi, dan penikmat karya untuk saling terhubung.

Digelar Kamis (23/4/2026) pukul 18.30 WIB hingga 23.30 WIB di RICY Eatery & Coffee, acara ini menjadi volume kelima dari rangkaian Swaramantra yang konsisten diinisiasi Jogja Distortion, dengan dukungan Lors Entertainment dan Goodplan.

Bagi Jogja Distortion, Swaramantra bukan sekadar event musik reguler, melainkan bagian dari gerakan komunitas untuk merawat ekosistem musik independen di Yogyakarta agar tetap tumbuh dan punya ruang.

“Swaramantra bukan cuma soal konser. Ini ruang yang kami bangun untuk mempertemukan energi antara musisi dan penikmat musik. Ada rasa, cerita, dan keresahan yang diterjemahkan lewat karya,” ujar perwakilan Jogja Distortion.

Komunitas ini lahir dari semangat kolektif untuk menciptakan ruang alternatif bagi para pelaku skena yang kerap bergerak secara independen dan minim fasilitas. Alih-alih menunggu ruang tersedia, Jogja Distortion justru memilih menciptakan ruangnya sendiri.

“Karena musik butuh ruang, dan tidak semua punya akses ke sana. Jadi kami bangun ruang itu bersama-sama,” katanya.

Melalui Swaramantra, Jogja Distortion juga menegaskan fungsi komunitas bukan hanya sebagai penyelenggara acara, tetapi sebagai penggerak ekosistem. Dari kurasi line-up, kolaborasi lintas komunitas, hingga menghadirkan atmosfer intim antara performer dan audiens, semuanya dirancang sebagai pengalaman kolektif.

Line-up Swaramantra Vol.5 menghadirkan sejumlah nama dari berbagai warna musik independen seperti 24degrees, Ang Prasetya, Asvadial, Crossmate, Gandhi Sehat, Hata Project, Lajurkiri, Maya, Porcas, Ruzan & Vita, hingga Sakinah.

Namun bagi Jogja Distortion, kekuatan acara ini bukan pada besar kecilnya nama line-up, melainkan karakter dan kejujuran para musisi saat membawakan karya.

“Yang kami cari bukan nama besar, tapi karya yang jujur dan punya nyawa,” ujar penyelenggara.

Memasuki volume kelima, Swaramantra juga menjadi penanda konsistensi Jogja Distortion dalam membangun komunitas yang inklusif. Mereka ingin menciptakan “rumah” bagi musisi berkembang untuk bertumbuh tanpa tekanan industri, sekaligus menjadi titik temu bagi audiens yang mencari pengalaman musik yang lebih dekat dan personal.

Di tengah maraknya event musik komersial, pendekatan berbasis komunitas yang diusung Jogja Distortion justru menjadi identitas kuat yang membedakan Swaramantra.

“Kami ingin Swaramantra terus jadi rumah. Tempat komunitas saling menguatkan, musisi berkembang, dan audiens pulang dengan sesuatu,” kata penyelenggara.

Lewat Swaramantra Vol.5, Jogja Distortion tidak hanya menggelar pertunjukan, tetapi juga menegaskan komunitas sebagai motor penting yang menjaga denyut skena musik independen Yogyakarta tetap hidup. (Aga)

Berita Terkait

14 Tahun The Rich Jogja Hotel, Beyond Running Jadi Ajang Perayaan dan Kebersamaan
Kolam Koi Picu Gejolak, Warga Sampangan Desak Ditutup Total
Target 150 Ribu Siswa, Dosen UMY Ingatkan Pemerintah Soal Ketimpangan Pendidikan
Malioboro Semarak Kirab Kebangsaan, Pesan Persatuan Menggema Jelang HUT ke-81 RI
‎FE UWM Cetak Lulusan Berintegritas, Berdampak di Dunia Kerja
Workshop Smart Village UMY Dorong Transformasi Desa Berbasis Teknologi dan Tata Kelola
Dua Bulan Persiapan, Mahasiswa Teknik Sipil UMY Borong Tiga Penghargaan di Malaysia
Bendera Raksasa 481 Meter Siap Gegerkan Jogja Merah Putih

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 08:07 WIB

14 Tahun The Rich Jogja Hotel, Beyond Running Jadi Ajang Perayaan dan Kebersamaan

Selasa, 18 Agustus 2026 - 17:00 WIB

Kolam Koi Picu Gejolak, Warga Sampangan Desak Ditutup Total

Kamis, 13 Agustus 2026 - 11:02 WIB

Target 150 Ribu Siswa, Dosen UMY Ingatkan Pemerintah Soal Ketimpangan Pendidikan

Rabu, 12 Agustus 2026 - 16:19 WIB

Malioboro Semarak Kirab Kebangsaan, Pesan Persatuan Menggema Jelang HUT ke-81 RI

Rabu, 12 Agustus 2026 - 14:49 WIB

‎FE UWM Cetak Lulusan Berintegritas, Berdampak di Dunia Kerja

Berita Terbaru

Yogyakarta

Kota Menjadi Cermin Ingatan Manusia dalam Puisi Ubai Dillah

Senin, 24 Agu 2026 - 10:19 WIB