SPBE Dekat Permukiman Disorot, DPRD Bekasi Prioritaskan Keselamatan Warga

Senin, 6 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi II DPRD Kota Bekasi, Anton, di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Jalan Cinyosog, Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustikajaya.

Anggota Komisi II DPRD Kota Bekasi, Anton, di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Jalan Cinyosog, Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustikajaya.

JOGJAOKE.COM, Bekasi — Anggota Komisi II DPRD Kota Bekasi, Anton, menegaskan pihaknya akan mengambil langkah tegas menyusul insiden ledakan di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Jalan Cinyosog, Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustikajaya.

Ia menyatakan, DPRD tidak menutup kemungkinan merekomendasikan penutupan permanen operasional SPBE tersebut apabila dalam proses audit ditemukan pelanggaran serius terhadap aspek keselamatan dan perizinan.

“Kami akan melihat aspek sertifikasi laik fungsi dan Sertifikat Laik Operasi (SLO). Jika ditemukan masalah, bisa langsung kami rekomendasikan untuk ditutup,” ujar Anton, Minggu (5/4/2026).

Sorotan utama DPRD tertuju pada lokasi SPBE yang dinilai terlalu dekat dengan permukiman padat penduduk. Kondisi ini dinilai berisiko tinggi terhadap keselamatan warga, sebagaimana tercermin dari insiden ledakan yang terjadi pada Rabu (1/4/2026) lalu.

Saat ini, DPRD tengah melakukan penelusuran menyeluruh terhadap dokumen perizinan SPBE di Cimuning. Evaluasi serupa juga akan diperluas ke sejumlah SPBE lain di wilayah Kota Bekasi, khususnya yang berada di sekitar kawasan hunian.

“Semua akan kami evaluasi, terutama yang berdekatan dengan warga. Aspek keselamatan harus menjadi prioritas mutlak agar kejadian serupa tidak terulang,” katanya.

Di tengah proses evaluasi, Anton bersama Anggota Komisi III DPRD Jawa Barat, Ahmad Faisyal Hermawan, turut meninjau lokasi kejadian pada Sabtu (4/4/2026). Keduanya menyalurkan bantuan kepada warga terdampak sebagai bentuk kepedulian.

Sebanyak 47 kepala keluarga menerima bantuan paket kebutuhan pokok. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban warga yang terdampak, terutama mereka yang mengalami kerusakan tempat tinggal.

Anton menambahkan, pihaknya tengah mengupayakan pendataan menyeluruh terkait jumlah dan sebaran SPBE di Kota Bekasi. Data tersebut akan menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan pengawasan dan penataan industri berisiko tinggi di kawasan perkotaan.

“Kami berharap segera mendapatkan data lengkap. Keselamatan warga harus menjadi prioritas, dan kejadian seperti ini tidak boleh terulang,” ujarnya. (ihd)

Berita Terkait

Puskesmas Mustikasari Perkuat Layanan Prolanis untuk Kendalikan Penyakit Kronis
83,10 Persen Pemuda Bekasi Tak Merokok, Pemkot Perkuat Kawasan Tanpa Rokok
Kelola Sampah Jadi Energi Terbarukan, Harris Bobihoe Tekankan Pentingnya Kolaborasi
Kekompakan Satlinmas Kota Bekasi Mengemuka di Lomba Peraturan Baris Berbaris
Presiden Prabowo Undang Putra Pengetik Naskah Proklamasi, Wawali Harris Bobihoe Jadi Pembawa Pesan
Harris Bobihoe Beri Apresiasi Tinggi kepada Atlet Paralimpik Berprestasi
PEPARPEDA Kota Bekasi Tegaskan Komitmen Melindungi Hak Atlet Disabilitas
Tri Adhianto Pimpin Evaluasi MCSP-RBS, Perkuat Mitigasi Risiko Korupsi di Bekasi

Berita Terkait

Minggu, 9 Agustus 2026 - 22:00 WIB

Puskesmas Mustikasari Perkuat Layanan Prolanis untuk Kendalikan Penyakit Kronis

Minggu, 9 Agustus 2026 - 09:45 WIB

83,10 Persen Pemuda Bekasi Tak Merokok, Pemkot Perkuat Kawasan Tanpa Rokok

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 08:03 WIB

Kelola Sampah Jadi Energi Terbarukan, Harris Bobihoe Tekankan Pentingnya Kolaborasi

Jumat, 7 Agustus 2026 - 16:05 WIB

Kekompakan Satlinmas Kota Bekasi Mengemuka di Lomba Peraturan Baris Berbaris

Jumat, 7 Agustus 2026 - 08:04 WIB

Presiden Prabowo Undang Putra Pengetik Naskah Proklamasi, Wawali Harris Bobihoe Jadi Pembawa Pesan

Berita Terbaru

Yogyakarta

Fakultas Hukum UWM Tebar Literasi, Nyalakan Harapan Lapas

Senin, 10 Agu 2026 - 10:54 WIB