Sleman Bidik Predikat Terbaik, Tim Pusat Verifikasi Sanitasi

Selasa, 27 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

‎JOGJAOKE.COM, Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman menerima tim penilai pusat untuk memverifikasi penyelenggaraan sistem pengelolaan sanitasi, Senin (26/10), di kantor Setda Kabupaten Sleman.
‎
‎Kunjungan tersebut disambut langsung Bupati Sleman Harda Kiswaya, Wakil Bupati Sleman, serta sejumlah kepala perangkat daerah terkait dalam rapat Sembada.
‎
‎Penilaian ini menjadi bagian pemilihan Kabupaten/Kota Terbaik dalam penyelenggaraan sistem pengelolaan sanitasi, dengan meninjau langsung kondisi fasilitas pengelolaan lingkungan daerah.
‎
‎Tim verifikasi mengunjungi dua lokasi, yakni TPST Donokerto di Kapanewon Turi dan TPST Madurejo di Kapanewon Prambanan untuk pemeriksaan lapangan.
‎
‎Tim penilai dipimpin Ir. Dwityo Akoro, MURP, pemerhati sanitasi sekaligus anggota tim penilaian penyelenggaraan sistem pengelolaan sanitasi tingkat nasional.
‎
‎Turut hadir tim Direktorat Sanitasi Kementerian Pekerjaan Umum yang diketuai Nuzulina Ilmiaty Ismail, Kepala Subdirektorat Wilayah II Direktorat Sanitasi.
‎
‎Bupati Harda Kiswaya mengapresiasi kedatangan tim pusat dan berharap kegiatan verifikasi memperkuat kolaborasi berbagai pihak dalam membangun lingkungan Sleman lebih sehat.
‎
‎“Kami menyambut baik setiap masukan dan rekomendasi dari tim penilai,” ujar Harda saat menyampaikan sambutan dalam pertemuan tersebut.
‎
‎Menurut Harda, evaluasi diperlukan untuk memperbaiki perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, sekaligus memastikan keberlanjutan program sanitasi yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Sleman.
‎
‎“Kami menyadari bahwa masih terdapat berbagai tantangan yang perlu ditangani,” katanya, terutama terkait peningkatan cakupan layanan sanitasi aman dan pengelolaan lingkungan.
‎
‎Harda menegaskan, pemerintah daerah membutuhkan dukungan berbagai pihak untuk menghadapi persoalan sanitasi sekaligus memperluas manfaat layanan bagi masyarakat di seluruh wilayah.
‎
‎Ia berharap sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat semakin kuat untuk mewujudkan Sleman bersih serta nyaman.
‎
‎Dalam pemaparannya, Harda menyebut peningkatan akses sanitasi aman menjadi salah satu komitmen pemerintah daerah untuk memperbaiki kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat.
‎
‎Pemkab Sleman juga mengembangkan pengelolaan sampah terpadu melalui optimalisasi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu atau TPST serta penguatan bank sampah tingkat padukuhan.
‎
‎Selain infrastruktur, pemerintah daerah memperkuat landasan hukum pengelolaan sanitasi melalui Peraturan Bupati Sleman Nomor 4 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Air Limbah Domestik.
‎
‎Sementara itu, Ketua Tim Verifikasi menjelaskan, kunjungan lapangan bertujuan memeriksa kesesuaian kondisi nyata dengan aspek penilaian penyelenggaraan sanitasi daerah.
‎
‎Pemeriksaan mencakup akses pengelolaan air limbah domestik, sistem pengelolaan sampah terpadu, dukungan regulasi, kelembagaan, pembiayaan, hingga partisipasi aktif masyarakat.
‎
‎Tim menegaskan, keberhasilan sanitasi tidak cukup dinilai berdasarkan jumlah infrastruktur yang berhasil dibangun pemerintah daerah maupun pihak terkait.
‎
‎“Keberhasilan pembangunan sanitasi tidak hanya diukur dari banyaknya infrastruktur yang sudah dibangun,” ujar perwakilan tim penilai dalam keterangannya.
‎
‎Menurut tim, fungsi infrastruktur, kualitas pelayanan, manfaat yang dirasakan masyarakat, serta kesinambungan pengelolaan menjadi unsur penting dalam penilaian sanitasi daerah.
‎
‎Karena itu, verifikasi di TPST Donokerto dan TPST Madurejo menjadi kesempatan menilai langsung penerapan program, kualitas layanan, serta pengelolaan fasilitas.
‎
‎Melalui proses tersebut, Pemkab Sleman berharap memperoleh rekomendasi perbaikan sekaligus memperkuat pengelolaan sanitasi berkelanjutan demi lingkungan sehat bagi masyarakat.(ady)

Berita Terkait

Ganjar Pranowo Kunjungi JMMK #18, Seniman Diajak Beradaptasi Hadapi Disrupsi AI
Demangan Fest #2 Semarakkan Yogyakarta, UMKM Laris dan Seni Budaya Tampil Sepanjang Hari
Said Iqbal Desak Upah Layak, Perlindungan Buruh Jangan Sekadar Janji
‎KAI Daop 6 Kebut Perawatan Rel, Siaga Hujan dan Nataru
Polda DIY Bongkar Paradigma KUHP Baru, Pamong Condongcatur Diminta Pahami Keadilan
16 Dosen UMY Dampingi Pendirian BB Mart, Perkuat Ekonomi Warga Bangunjiwo Barat
Wisatawan Bongkar Dugaan Modus Penipuan Berkedok Abdi Dalem Keraton Jogja
Suwandi Desak Satpol PP Bantul Gencarkan Patroli, Klitih Resahkan Wisatawan

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 09:11 WIB

Ganjar Pranowo Kunjungi JMMK #18, Seniman Diajak Beradaptasi Hadapi Disrupsi AI

Selasa, 27 Oktober 2026 - 00:01 WIB

Demangan Fest #2 Semarakkan Yogyakarta, UMKM Laris dan Seni Budaya Tampil Sepanjang Hari

Senin, 26 Oktober 2026 - 21:11 WIB

Said Iqbal Desak Upah Layak, Perlindungan Buruh Jangan Sekadar Janji

Senin, 26 Oktober 2026 - 21:08 WIB

‎KAI Daop 6 Kebut Perawatan Rel, Siaga Hujan dan Nataru

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:45 WIB

Polda DIY Bongkar Paradigma KUHP Baru, Pamong Condongcatur Diminta Pahami Keadilan

Berita Terbaru