Sauki Soeratno: Keluarga Jadi Benteng Pertama Penanaman Nilai Pancasila

Senin, 22 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peserta Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Aula Gedung DPD RI Perwakilan DIY, Minggu (21/9/2025). (Joke/Ahmad Bahij Kurniawan)

Peserta Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Aula Gedung DPD RI Perwakilan DIY, Minggu (21/9/2025). (Joke/Ahmad Bahij Kurniawan)

JOGJAOKE.COM, Yogyakarta – Anggota Komite III DPD RI Ahmad Syauqi Soeratno menggelar Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Aula Gedung DPD RI Perwakilan DIY, Minggu (21/9/2025). ‎Dengan tema “Membangun Keluarga Tangguh, Menguatkan Pilar Bangsa,” ia menegaskan bahwa keluarga menjadi pusat penguatan nilai Pancasila.
‎“Keluarga adalah benteng pertama dan paling fundamental dalam membentuk karakter seorang individu. Dari lingkungan terkecil itulah nilai-nilai Pancasila seharusnya mulai ditanamkan,” ujarnya mantap.
Selanjutnya, Syauqi menekankan pentingnya menanamkan nilai luhur sejak dini melalui aktivitas harian di rumah. ‎“Sering kali kita lupa bahwa membangun karakter dimulai dari hal-hal kecil di rumah. Bagaimana kita menanamkan rasa hormat, bagaimana kita mengajarkan toleransi, dan bagaimana kita menyelesaikan masalah dengan musyawarah—itulah wujud nyata pengamalan Pancasila,” jelasnya penuh semangat.
‎Ia menambahkan bahwa kebiasaan kecil ini mampu memperkuat karakter anak dan menumbuhkan kesadaran kebangsaan. ‎Kegiatan sosialisasi ini turut menggandeng Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah DIY, organisasi otonom Muhammadiyah yang fokus pada pemberdayaan ibu dan anak. ‎
Kerja sama tersebut, menurutnya, memperkuat peran ibu dalam menyiapkan generasi penerus yang berkarakter. ‎“Kami percaya peran ibu sangat penting karena dari merekalah anak-anak pertama kali belajar nilai-nilai kebangsaan,” tegas Syauqi. ‎
Akhirnya, Syauqi menutup acara dengan pesan inspiratif agar kesadaran peran keluarga terus meningkat. ‎“Ketahanan bangsa bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan juga tanggung jawab setiap individu dan keluarga,” tegas Ketua Badan Akuntabilitas Publik DPD RI itu.
‎Ia berharap sosialisasi ini memantik gerakan keluarga Indonesia yang kokoh dan berakar kuat pada nilai Pancasila. (waw)

Berita Terkait

Atasi Kelangkaan Darah Saat Kondisi Darurat, Dosen UMY Dorong Penguatan Standar Mutu Layanan
Konvoi PSHT Diduga Hambat Ambulans, Nyawa Warga Karanganyar Tak Tertolong
Program Prioritas Pemerintah Dikritik, Dosen UMY Sebut Masalah Utama Ada pada Tata Kelola
Kontribusi Nyata untuk Bangsa, Wamen Koperasi dan Sejumlah Tokoh Diganjar Impactful Unnes Alumni Award 2026
Bantu Penglihatan Warga, Program Kacamata Gratis di Langkat Sasar Ribuan Orang
Di Balik Layar Kecantikan: Naturalisasi Standar Kecantikan dan Komodifikasi Feminitas pada Konten Nanda Arsyinta
Lazismu UMY dan RS AMC Muhammadiyah Perkuat Kolaborasi Layanan Kesehatan Berkelanjutan
Lazismu UMY Gelar Khitan Modern dan Donor Darah untuk Perluas Akses Layanan Kesehatan Masyarakat

Berita Terkait

Selasa, 23 Juni 2026 - 09:54 WIB

Atasi Kelangkaan Darah Saat Kondisi Darurat, Dosen UMY Dorong Penguatan Standar Mutu Layanan

Senin, 22 Juni 2026 - 20:11 WIB

Konvoi PSHT Diduga Hambat Ambulans, Nyawa Warga Karanganyar Tak Tertolong

Senin, 22 Juni 2026 - 18:59 WIB

Program Prioritas Pemerintah Dikritik, Dosen UMY Sebut Masalah Utama Ada pada Tata Kelola

Senin, 22 Juni 2026 - 18:45 WIB

Kontribusi Nyata untuk Bangsa, Wamen Koperasi dan Sejumlah Tokoh Diganjar Impactful Unnes Alumni Award 2026

Senin, 22 Juni 2026 - 18:39 WIB

Bantu Penglihatan Warga, Program Kacamata Gratis di Langkat Sasar Ribuan Orang

Berita Terbaru