Rp41,3 Miliar Danais untuk Budaya, Pemkot Yogya Minta Kemantren Gali Potensi Wilayah

Rabu, 21 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rapat koordinasi sinkronisasi program dan dana keistimewaan 2026 yang digelar pada Selasa (20/1/2026). (Humas Pemkot)

Rapat koordinasi sinkronisasi program dan dana keistimewaan 2026 yang digelar pada Selasa (20/1/2026). (Humas Pemkot)

JOGJAOKE.COM Yogyakarta — Pemerintah Kota Yogyakarta memperoleh alokasi Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Dana Keistimewaan Yogyakarta sekitar Rp41,3 miliar pada 2026. Anggaran tersebut akan difokuskan untuk mendukung penguatan dan pengembangan berbagai program kebudayaan di tingkat kota hingga wilayah.

Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan meminta kemantren dan kelurahan lebih aktif menggali serta memetakan potensi wilayah masing-masing. Menurut dia, masih terdapat wilayah yang belum optimal mengenali kekuatan lokalnya sehingga pemanfaatan anggaran belum sepenuhnya tepat sasaran.

“Saya masih melihat kelurahan dan kemantren belum menguasai wilayahnya terkait anggaran. Kalau hanya menggunakan anggaran yang ada tanpa menggali potensi, maka tidak akan efektif dan tidak tepat sasaran,” ujar Wawan, Rabu (21/1/2026).

Wawan menegaskan, baik Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) maupun Dana Keistimewaan harus mencerminkan identitas Yogyakarta. Penguatan budaya lokal dinilai penting agar setiap program memiliki ciri khas yang membedakan Yogya dengan daerah lain.

“APBD maupun Danais Jogja harus kelihatan Jogjanya. Budaya Jogja harus dikembangkan, dan potensi yang ada di kemantren maupun kelurahan harus dimunculkan,” kata dia.

Ia mendorong perencanaan program pembangunan yang lebih berbasis wilayah dengan mengedepankan skala prioritas. Keselarasan antara anggaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan kebutuhan riil masyarakat, terutama di bidang pendidikan, kesehatan, dan kebudayaan, menjadi perhatian utama.

Dalam pengembangan ekonomi lokal, Wawan mengusulkan agar potensi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tidak berhenti di tingkat kemantren. Menurut dia, penguatan harus dimulai dari kelurahan, kemudian dikolaborasikan di tingkat kemantren sehingga setiap wilayah memiliki kekhasan budaya dan produk unggulan.

“Kita dorong Jogja sebagai kota festival dengan 14 kemantren. Kalau potensi wilayah muncul dan dikelola bersama OPD, target Pendapatan Asli Daerah (PAD) bisa melompat lagi. Penerima manfaat juga bisa disandingkan dengan Danais,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kota Yogyakarta Yetti Martanti mengatakan, BKK Dana Keistimewaan 2026 akan digunakan untuk mendukung Penyelenggaraan Keistimewaan Urusan Kebudayaan. Program tersebut mencakup bidang adat dan tradisi, lembaga budaya dan seni, warisan budaya, sejarah, permuseuman, bahasa dan sastra, serta pengelolaan melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Taman Budaya dan UPT Kawasan Cagar Budaya.

Yetti menekankan pentingnya integrasi dan sinkronisasi lintas program agar perencanaan pembangunan kebudayaan berjalan selaras dan memberikan dampak optimal bagi masyarakat. “Integrasi dan sinkronisasi program harus terus diperkuat agar perencanaan pembangunan berjalan selaras dan optimal,” katanya. (ihd)

Berita Terkait

Ombudsman Beri Nilai 88,52, Kantor Pertanahan Kota Yogya Tertinggi ATR/BPN DIY
Studi Banding ke Jogja, DPRD Loteng Dalami Pola Kemitraan Pemda–Media
Pasar Murah Digelar di 14 Kemantren, Pemkot Yogyakarta Kendalikan Harga Jelang Idulfitri
Satlinmas Garda Terdepan Ketertiban, Pemkot Yogya Dorong Peran Perempuan
Waspada Ancaman PMK, Pemkot Yogya Gerak Cepat Vaksinasi Ternak
Pemkot Yogyakarta Siapkan Rp14,8 Miliar Perkuat Drainase Antisipasi Cuaca Ekstrem 2026
Beasiswa Mahasiswa Miskin Rp8 Juta per Tahun, Dorong Satu Keluarga Satu Sarjana
Usia Harapan Hidup Warga Tinggi, Pemkot Jogja Dorong Lansia Sehat dan Produktif
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 12 Februari 2026 - 18:19 WIB

Ombudsman Beri Nilai 88,52, Kantor Pertanahan Kota Yogya Tertinggi ATR/BPN DIY

Rabu, 11 Februari 2026 - 16:49 WIB

Studi Banding ke Jogja, DPRD Loteng Dalami Pola Kemitraan Pemda–Media

Selasa, 10 Februari 2026 - 23:34 WIB

Pasar Murah Digelar di 14 Kemantren, Pemkot Yogyakarta Kendalikan Harga Jelang Idulfitri

Kamis, 5 Februari 2026 - 17:58 WIB

Satlinmas Garda Terdepan Ketertiban, Pemkot Yogya Dorong Peran Perempuan

Rabu, 4 Februari 2026 - 16:01 WIB

Waspada Ancaman PMK, Pemkot Yogya Gerak Cepat Vaksinasi Ternak

Berita Terbaru

Muhammadiyah meluncurkan 24 Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di tujuh Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA), Jumat (12/2), di Ballroom The University Hotel Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. (Humas UMY)

Pendidikan

Bersama UMY, Muhammadiyah Luncurkan 24 PPDS di Tujuh PTMA

Jumat, 13 Feb 2026 - 18:01 WIB