Ribuan Warga Turun, Jogja Bersatu Tolak Anarkisme Jelang May Day

Kamis, 30 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Jogja – Ribuan warga dari berbagai organisasi kemasyarakatan, paguyuban, komunitas lintas iman, hingga elemen masyarakat memadati kawasan Nol Kilometer Yogyakarta, Rabu (29/4/2026) sore.

‎Mereka mengikuti aksi damai bertajuk “Jaga Jogja dengan Cinta” yang diinisiasi Forum Jogja Damai. Suasana berlangsung tertib dengan pesan kuat menjaga kedamaian kota.

‎Aksi diawali kirab dari kawasan Abu Bakar Ali, melintasi Jalan Malioboro, hingga berakhir di simpang Nol Kilometer.

‎Sepanjang rute, peserta berjalan rapi sambil membawa pesan damai.

‎“Kami ingin menunjukkan bahwa Jogja itu ramah dan penuh toleransi,” ujar salah satu peserta

‎Di titik akhir, massa menggelar doa bersama lintas agama, dilanjutkan deklarasi komitmen menjaga kondusivitas DIY.

‎Mereka menegaskan penolakan terhadap aksi unjuk rasa yang berujung anarkisme.

‎“Aspirasi boleh disampaikan, tapi harus damai dan sesuai aturan,” seru perwakilan massa.

‎Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menilai keterlibatan masyarakat menjadi kunci menjaga stabilitas.

‎“Semua berkumpul dengan semangat guyub rukun untuk menciptakan kedamaian dan ketenangan Yogyakarta. Semoga Jogja tetap istimewa,” ungkapnya.

‎Ia menambahkan kehadiran paguyuban mampu meredam potensi konflik di lapangan.

‎Ketua Forum Jogja Damai, Kusnanto, menegaskan aksi ini bukan menolak demonstrasi, melainkan menolak kekerasan.

‎“Kami tidak menolak aksi unjuk rasa. Namun, kami menolak anarkisme. Aspirasi tetap bisa disampaikan secara damai,” katanya.

‎Korlap Forum Jogja Damai, Hasanudin, menambahkan, “Malioboro ini milik bersama, harus kita jaga.”

‎Kegiatan ini juga dihadiri Wakapolresta Yogyakarta, AKBP Robertus Koko. Kehadiran aparat bersama masyarakat dinilai memperkuat sinergi menjaga kamtibmas.

‎“Kolaborasi ini penting agar Jogja tetap aman,” ujarnya.

‎Forum Jogja Damai berharap momentum ini mempererat solidaritas sekaligus menegaskan Yogyakarta sebagai ruang aman bagi penyampaian aspirasi secara damai.(waw)

Berita Terkait

‎Angin Kencang Terjang Sleman, Atap Rumah Rusak Parah
Ahli Ingatkan Risiko Kumarin pada Produk Herbal Kemasan jika Dikonsumsi Berlebih
‎Esti Wijayati Kawal Kasus Ilham, Tuntut Keadilan Tanpa Kompromi
‎Wacana Tutup Prodi Picu Kritik Akademisi, Kampus Kecil Terancam
Mandiri Bangkit Sekolah Lansia Ngropoh Hidupkan Semangat Pemberdayaan Warga ‎
‎UMY Genjot UMKM Jamu Gendong Naik Kelas Berbasis Islami
Ruzan & Vita Ubah Kisah Cinta Jadi Tur Musik Lewat Pesta Rock n Roll Jakarta
Wamendagri Bima Arya Soroti Kelemahan Aglomerasi, Dorong Pendekatan Sektoral Lebih Efektif

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 09:13 WIB

‎Angin Kencang Terjang Sleman, Atap Rumah Rusak Parah

Kamis, 30 April 2026 - 09:02 WIB

Ahli Ingatkan Risiko Kumarin pada Produk Herbal Kemasan jika Dikonsumsi Berlebih

Kamis, 30 April 2026 - 08:43 WIB

Ribuan Warga Turun, Jogja Bersatu Tolak Anarkisme Jelang May Day

Kamis, 30 April 2026 - 08:29 WIB

‎Wacana Tutup Prodi Picu Kritik Akademisi, Kampus Kecil Terancam

Kamis, 30 April 2026 - 08:25 WIB

Mandiri Bangkit Sekolah Lansia Ngropoh Hidupkan Semangat Pemberdayaan Warga ‎

Berita Terbaru

Jakarta

LBH AMKI Hadir untuk Perkuat Perlindungan Hukum Insan Media

Kamis, 30 Apr 2026 - 09:19 WIB

Jogja

‎Angin Kencang Terjang Sleman, Atap Rumah Rusak Parah

Kamis, 30 Apr 2026 - 09:13 WIB