JOGJAOKE.COM, DEPOK – Amanah Zakat menyelenggarakan program Mudik Gratis 2026 bagi guru ngaji dari wilayah Jabodetabek sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian mereka dalam mengajarkan Alquran kepada masyarakat. Program ini menjadi salah satu upaya lembaga zakat tersebut untuk memberikan perhatian kepada para pengajar Alquran yang selama ini berperan penting dalam pendidikan keagamaan di tingkat masyarakat.
Keberangkatan peserta mudik dilepas langsung oleh Pembina Pondok Pesantren Cendekia Amanah sekaligus Pembina Amanah Zakat (LAZ Investa Cendikia), KH Cholil Nafis, di Pondok Pesantren Cendekia Amanah, Depok, Jawa Barat, Ahad (15/3/2026).
Dalam program Mudik Gratis 2026 ini, Amanah Zakat menyediakan tiga rute perjalanan bagi para peserta, yaitu Jakarta menuju Cirebon, Jakarta menuju Semarang, serta Jakarta menuju Surabaya. Rute tersebut dipilih untuk memfasilitasi para guru ngaji yang berasal dari berbagai daerah di Pulau Jawa.
KH Cholil Nafis menjelaskan bahwa program tersebut merupakan bagian dari penyaluran zakat dalam aspek fi sabilillah. Melalui program ini, zakat tidak hanya disalurkan dalam bentuk bantuan sosial, tetapi juga digunakan untuk mendukung perjuangan para guru ngaji dalam menyebarkan ilmu Alquran.
Menurutnya, keberadaan guru ngaji memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat, terutama dalam membangun generasi yang mampu membaca dan memahami Alquran dengan baik.
Ia juga mengungkapkan bahwa tingkat buta huruf Alquran di Indonesia masih tergolong tinggi. Berdasarkan sejumlah data, sekitar 72 persen masyarakat Indonesia masih belum mampu membaca Alquran dengan baik.
Karena itu, kata dia, berbagai program yang mendukung aktivitas pendidikan Alquran perlu terus diperkuat, termasuk melalui dukungan dari dana zakat yang dikelola secara produktif dan tepat sasaran.
Melalui program mudik gratis ini, KH Cholil Nafis berharap para guru ngaji dapat memanfaatkan kesempatan untuk bersilaturahmi dengan keluarga di kampung halaman, sekaligus kembali ke Jabodetabek dengan semangat baru untuk melanjutkan pengabdian mereka dalam memberantas buta huruf Alquran di masyarakat. (*)






