Rakyat Menjerit Harga BBM Naik, Elite Dituding Berpesta

Sabtu, 13 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, ‎JOGJA – Arus Bawah PDI Perjuangan Yogyakarta melontarkan kritik keras terhadap kondisi ekonomi yang dinilai semakin menekan masyarakat.

Mereka menyoroti kenaikan harga BBM Pertamax yang disebut berdampak luas terhadap daya beli rakyat di tengah beban biaya hidup yang terus meningkat.

“Rakyat pekerja, pedagang kecil, pelaku UMKM, petani, nelayan hingga kaum muda menjadi pihak yang paling merasakan dampaknya,” tegas Aktivis Arus Bawah PDI Perjuangan Yogyakarta, Antonius Fokki Ardiyanto.

Menurut Fokki, dalam perspektif Marhaenisme, setiap kebijakan ekonomi harus berpihak kepada rakyat.

Ia menilai kenaikan harga Pertamax memang tidak secara langsung menyasar kelompok miskin, namun justru menggerus kekuatan kelas menengah yang selama ini menjadi motor utama pergerakan ekonomi rakyat.

“Ketika kelas menengah melemah, konsumsi menurun, usaha rakyat kehilangan pembeli, dan pada akhirnya rakyat kecil kembali menjadi korban,” ujarnya.

Ia juga menyoroti situasi yang dianggap ironis ketika masyarakat diminta memahami kondisi fiskal negara dan berhemat, namun di saat bersamaan muncul berbagai dugaan penyimpangan anggaran pada program-program yang menyentuh kepentingan rakyat.

“Dugaan korupsi anggaran Makan Bergizi Gratis bukan hanya persoalan hukum, tetapi juga pengkhianatan moral terhadap anak-anak bangsa yang menjadi harapan masa depan Indonesia,” katanya.

Tak hanya itu, Arus Bawah PDI Perjuangan Yogyakarta menilai masih banyak pengeluaran birokrasi yang belum mencerminkan semangat penghematan.

Fokki menyebut perjalanan dinas, kunjungan kerja, rapat seremonial hingga berbagai fasilitas pejabat masih terus berjalan ketika rakyat harus menghitung setiap rupiah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Uang rakyat terus mengalir membiayai aktivitas birokrasi, sementara biaya hidup masyarakat semakin mahal dari hari ke hari,” ungkapnya.

Dalam pernyataannya, Fokki mengingatkan kembali ajaran Bung Karno tentang politik yang harus menjadi alat pembebasan rakyat dari berbagai bentuk ketidakadilan.

Menurutnya, Marhaenisme lahir untuk melawan kondisi ketika kekayaan negara hanya dinikmati segelintir elite, sementara rakyat yang bekerja keras justru menghadapi kesulitan hidup.

“Politik kerakyatan harus hadir membela rakyat, bukan melayani kenyamanan kekuasaan,” tegasnya.

Karena itu, Arus Bawah PDI Perjuangan Yogyakarta mendesak pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan energi yang dinilai semakin membebani masyarakat.

Mereka juga meminta aparat penegak hukum mengusut secara transparan setiap dugaan korupsi dalam program Makan Bergizi Gratis maupun program kerakyatan lainnya.

“Setiap rupiah uang rakyat harus dipertanggungjawabkan secara terbuka,” kata Fokki.

Selain itu, mereka mendorong pemangkasan drastis belanja perjalanan dinas, kunjungan kerja, rapat-rapat seremonial, dan pengeluaran birokrasi yang tidak berdampak langsung kepada masyarakat.

Arus Bawah PDI Perjuangan Yogyakarta menegaskan APBN dan APBD harus kembali pada tujuan konstitusional, yakni sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

“Jika rakyat diminta berhemat, elite negara harus lebih dahulu memberi teladan. Jika rakyat diminta berkorban, penguasa harus menjadi pihak pertama yang berkorban. Itulah hakikat politik kerakyatan yang diajarkan Bung Karno,” pungkas Fokki.(WAW)

Berita Terkait

‎Viral Aksi Gerombolan Debt Collector Bantul, Polisi Dalami Pengerusakan Rumah Warga
Kodim Wonosobo Resmikan Jembatan Garuda, Buka Akses Majukan Desa Terpencil
‎Pemda Pastikan JLFR Tetap Meluncur, Pesepeda Bebas Melintas Malioboro
‎Bedah Film UWM Bongkar Tantangan Implementasi UU Pekerja Rumah Tangga
Ruwatan Ageng Bantul Doakan Keselamatan Bangsa dan Keseimbangan Alam
Takmir NHK Borong Sawi, Petani dan Jamaah Bahagia
‎Polda DIY dan Jogja Menyapa Bergerak Bantu Warga
Ahli Waris Klaim Tanah Masuk SHGB UMK, Minta Kejelasan Bukti

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 16:35 WIB

‎Viral Aksi Gerombolan Debt Collector Bantul, Polisi Dalami Pengerusakan Rumah Warga

Kamis, 23 Juli 2026 - 15:07 WIB

Kodim Wonosobo Resmikan Jembatan Garuda, Buka Akses Majukan Desa Terpencil

Rabu, 22 Juli 2026 - 15:48 WIB

‎Pemda Pastikan JLFR Tetap Meluncur, Pesepeda Bebas Melintas Malioboro

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:45 WIB

‎Bedah Film UWM Bongkar Tantangan Implementasi UU Pekerja Rumah Tangga

Rabu, 22 Juli 2026 - 09:39 WIB

Ruwatan Ageng Bantul Doakan Keselamatan Bangsa dan Keseimbangan Alam

Berita Terbaru