Pusat Kebudayaan Tionghoa Jawa Barat Resmi Dibuka, Jadi Ruang Akulturasi Budaya Sunda

Selasa, 25 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Bandung – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mer-esmikan gedung Pusat Kebudayaan Tionghoa Jawa Barat di Jalan Nana Rohana Nomor 99, Kota Bandung, Selasa (25/8/2026). Peresmian terse-but turut dihadiri Ketua Masyarakat Sunda (MASDA) Jawa Barat, Abah Anton Charliyan.

Pusat kebudayaan tersebut dikembangkan oleh Yayasan Dana Sosial Priangan (YDSP) Buddha Tzu Chi Jawa Barat di bawah pimpinan Herman Wijaya. Kehadirannya diharapkan menjadi ruang untuk memperkenal-kan, melestarikan, sekaligus mempertemukan budaya Tionghoa dengan kebudayaan lokal Jawa Barat.

Sejumlah tokoh turut menghadiri kegiatan tersebut, di antaranya Duta Besar Republik Rakyat China untuk Indonesia, Wakil Menteri Perhub-ungan Suntana, mantan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Eng-gartiasto Lukita, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, serta sejumlah tokoh masyarakat Sunda dan Tionghoa Jawa Barat.

Hadir pula tokoh Sunda Popong Otje Djundjunan, Prof. Didi dari Pa-guyuban Pasundan, serta sejumlah tokoh masyarakat Tionghoa Jawa Barat.

Dedi Mulyadi Dorong Akulturasi Budaya Sunda-Tionghoa

Dalam sambutannya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menekankan pentingnya melihat kebudayaan Tionghoa sebagai bagian dari dinamika kebudayaan yang berkembang di Jawa Barat.

Menurut Dedi, keberadaan pusat kebudayaan tersebut dapat menjadi ruang kolaborasi antara budaya Tionghoa dan budaya Sunda sehingga melahirkan kekayaan budaya yang semakin beragam.

“Kita sebagai masyarakat Sunda Jawa Barat harus menyadari bahwa budaya Tionghoa saat ini sudah menjadi bagian dari dinamika budaya di Jawa Barat. Kehadiran pusat budaya Tionghoa ini diharapkan mam-pu memperkaya budaya Sunda melalui kolaborasi dan akulturasi,” ujar Dedi.

Ia berharap interaksi kebudayaan tersebut tidak hanya memperkaya khazanah budaya Jawa Barat, tetapi juga memperkuat hubungan sosial antarmasyarakat.

Abah Anton: Budaya Dapat Memperkuat Persatuan

Ketua MASDA Jawa Barat Abah Anton Charliyan mengatakan pendeka-tan kebudayaan dapat menjadi sarana memperkuat persatuan masyarakat tanpa membedakan latar belakang etnis maupun agama.

Menurutnya, masyarakat Tionghoa dan Sunda dapat terus membangun kebersamaan melalui berbagai kegiatan kebudayaan.

“Melalui pendekatan budaya yang tidak mengenal ras, etnis maupun agama, masyarakat Tionghoa dan Sunda diharapkan dapat semakin bersatu dan guyub. Di negara kita ada semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Melalui budaya, kita dapat memperkuat persatuan sebagai bangsa In-donesia,” kata Abah Anton.

Ia menilai ruang kebudayaan seperti pusat budaya Tionghoa dapat menjadi sarana mempertemukan berbagai kelompok masyarakat sekaligus memperkuat pemahaman mengenai keberagaman Indonesia.

Dilanjutkan Kunjungan Museum dan Pagelaran Budaya

Setelah peresmian, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke museum yang menjadi bagian dari Pusat Kebudayaan Tionghoa Jawa Barat.

Para undangan kemudian mengikuti makan siang bersama yang dirangkaikan dengan pagelaran seni dan budaya Tionghoa.

Kehadiran pusat kebudayaan tersebut diharapkan dapat menjadi ruang edukasi dan interaksi budaya, sekaligus memperkuat semangat keberagaman dan persatuan masyarakat Jawa Barat.(*)

Berita Terkait

Remisi Kemerdekaan 2026, Tiga Warga Binaan Lapas Sumedang Langsung Bebas
Cegah Korupsi dan Optimalkan Tata Ruang, Wali Kota Bekasi Gandeng KPK dan ATR/BPN
Sedekah Bumi Desa Situsari Jadi Momentum Pelestarian Adat Sunda dan Penguatan Gotong Royong
Festival Tetangga 2 Dorong Penguatan Karakter Warga Lewat Aktivitas Edukatif
Kampung Adat Kuta Ciamis Jadi Sorotan: Warga Harap Kunjungan Gubernur KDM dan Solusi Permasalahan Desa Adat
Kakanwil Ditjenpas Jabar Apresiasi Program Ketahanan Pangan Lapas Sumedang
Aksi Simpatik Lapas Sumedang: Beri Pelayanan Kesehatan Gratis Demi Wujudkan Pemasyarakatan Berdampak
Lapas Sumedang Komitmen Sukseskan Program Ketahanan Pangan Terpadu

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 15:26 WIB

Pusat Kebudayaan Tionghoa Jawa Barat Resmi Dibuka, Jadi Ruang Akulturasi Budaya Sunda

Senin, 17 Agustus 2026 - 12:51 WIB

Remisi Kemerdekaan 2026, Tiga Warga Binaan Lapas Sumedang Langsung Bebas

Rabu, 5 Agustus 2026 - 09:09 WIB

Cegah Korupsi dan Optimalkan Tata Ruang, Wali Kota Bekasi Gandeng KPK dan ATR/BPN

Minggu, 2 Agustus 2026 - 07:44 WIB

Sedekah Bumi Desa Situsari Jadi Momentum Pelestarian Adat Sunda dan Penguatan Gotong Royong

Minggu, 28 Juni 2026 - 14:00 WIB

Festival Tetangga 2 Dorong Penguatan Karakter Warga Lewat Aktivitas Edukatif

Berita Terbaru

Yogyakarta

Penumpang KAI Daop 6 Naik 23 Persen saat Libur Maulid Nabi

Selasa, 25 Agu 2026 - 15:25 WIB

Yogyakarta

GPM Gunungkidul Rawat Tradisi, Bumikan Marhaenisme Rakyat di Petir

Selasa, 25 Agu 2026 - 14:55 WIB