Prof Edy Tegaskan Stabilitas Ekonomi Kunci Ketahanan Pangan DIY

Selasa, 10 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

‎JOGJAOKE.COM, Jogja – Stabilitas ekonomi dan penguatan daya beli masyarakat kembali ditegaskan sebagai fondasi utama ketahanan pangan berkelanjutan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Hal itu mengemuka dalam Rapat Koordinasi Staf Ahli Pemerintah Daerah se-DIY di Gedhong Pracimasana, Kompleks Kepatihan, Selasa (10/2).
‎
Rektor Universitas Widya Mataram Yogyakarta, Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec., menilai ketahanan pangan tidak cukup dimaknai sebatas ketersediaan pasokan di pasar.
‎“Ketersediaan pangan hanyalah salah satu aspek. Tanpa daya beli, potensi pemenuhan kebutuhan pangan tidak akan pernah terealisasi secara nyata,” ujar Prof. Edy.
‎
Ia menambahkan, stabilitas ekonomi menjadi prasyarat agar masyarakat mampu mengakses pangan bergizi, aman, dan berkelanjutan. Menurutnya, ketahanan pangan sejatinya bertumpu pada kemampuan masyarakat untuk membeli, bukan sekadar tersedianya barang.
‎Meski pertumbuhan ekonomi DIY tahun 2025 tercatat impresif sebesar 5,49 persen—melampaui rata-rata nasional 5,11 persen—Prof. Edy mengingatkan bahwa persoalan kemiskinan masih menjadi tantangan serius. “Data menunjukkan hingga September 2025, penduduk miskin DIY mencapai 422,79 ribu orang atau 10,08 persen. Angka ini berdampak langsung pada rendahnya akses masyarakat terhadap pangan berkualitas,” ungkapnya.
‎
Ia menyoroti kantong-kantong kemiskinan yang masih terkonsentrasi di wilayah Gedangsari, Tepus, serta perbukitan Menoreh Kulon Progo. Selain persoalan konsumsi, ketergantungan pasokan pangan dari luar daerah dan impor turut menjadi sorotan.
‎“DIY masih defisit untuk sejumlah komoditas strategis, mulai beras, hortikultura, hingga bahan baku gudeg seperti nangka,” jelas Prof. Edy.
‎
Secara nasional, nilai impor pangan 2025 diperkirakan menembus US$ 10 miliar. Kondisi ini diperparah oleh alih fungsi lahan pertanian dan menurunnya minat generasi muda terhadap sektor pertanian. Sebagai jalan keluar, Prof. Edy mengapresiasi program Lumbung Mataram yang dikembangkan Pemda DIY dengan pendekatan management by culture.
‎“DIY punya modal sosial luar biasa berupa gotong royong dan solidaritas sosial. Secara kultural, ini terbukti mampu mencegah kelaparan ekstrem,” katanya.
‎
Ia menegaskan, penguatan ketahanan pangan harus diarahkan pada pertumbuhan ekonomi berkualitas, pengendalian inflasi agar daya beli tidak tergerus, serta intervensi fiskal melalui optimalisasi APBD. “Jika kebijakan ekonomi stabil berpadu dengan nilai lokal, DIY sangat mungkin mewujudkan kedaulatan pangan yang mandiri di masa depan,” pungkasnya.(waw)

Berita Terkait

Geger Pantai Wediombo! Warga Berburu Teri, Sekali Pulang Bawa 4 Kilogram
‎Warga Perum Polda Sleman Diajak Siaga Bencana dan Kamtibmas
Dirgahayu Kota Yogyakarta ke-270. Yogyakarta Otentik-Konkret, Maju dan Sejahtera.
Korem 072/Pamungkas Mengucapkan Selamat Hari Ulang Tahun ke-270 Kota Yogyakarta “Otentik, Konkret, dan Terus Bergerak untuk Jogja yang Semakin Istimewa.”
Satoria Hotel Yogyakarta Genap 9 Tahun, Tumbuh Bersama Lewat Aksi
Pemkab Bandung Perjuangkan Tambahan Anggaran PBI Rp50 Miliar demi Layanan Kesehatan 12 Bulan Penuh
‎HUT Kota Yogyakarta ke-270 Memanas, 118 Pelajar Taman Dewasa Ramaikan Karnaval Budaya
Peringati HUT ke-81 TNI, Danrem 072/Pamungkas Pimpin Ziarah ke Makam Pahlawan

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:59 WIB

Geger Pantai Wediombo! Warga Berburu Teri, Sekali Pulang Bawa 4 Kilogram

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:05 WIB

‎Warga Perum Polda Sleman Diajak Siaga Bencana dan Kamtibmas

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:03 WIB

Dirgahayu Kota Yogyakarta ke-270. Yogyakarta Otentik-Konkret, Maju dan Sejahtera.

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Korem 072/Pamungkas Mengucapkan Selamat Hari Ulang Tahun ke-270 Kota Yogyakarta “Otentik, Konkret, dan Terus Bergerak untuk Jogja yang Semakin Istimewa.”

Kamis, 1 Oktober 2026 - 16:55 WIB

Satoria Hotel Yogyakarta Genap 9 Tahun, Tumbuh Bersama Lewat Aksi

Berita Terbaru