‎FJI Desak Aparat Usut Dugaan Tukar Hafalan Dengan Miras

Kamis, 13 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Panglima FJI Abdurrahman atau biasa dipanggil Gus Dar mengecam dugaan konten menukar hafalan Al-Qur’an dengan minuman keras yang beredar luas di media sosial belakangan ini.

Abdurrahman atau Gus Dar menilai materi tersebut berpotensi menyinggung perasaan umat Islam jika narasi yang beredar terbukti benar adanya.

Menurutnya, dugaan tindakan itu juga berpotensi merendahkan nilai luhur agama dan memicu keresahan apabila tidak segera diklarifikasi secara menyeluruh kepada publik.

Karena itu, Gus Dar mendesak aparat penegak hukum segera bergerak menelusuri asal-usul konten serta memastikan kebenaran informasi tersebut secara transparan.

“Aparat jangan diam. Bertindak tegas demi keadilan dan kehormatan agama,” tegas Abdurrahman dalam pernyataan resminya kepada masyarakat luas terkait persoalan tersebut.

Ia menegaskan, penanganan dugaan persoalan tersebut harus dilakukan melalui mekanisme hukum berlaku tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian dalam pemeriksaan secara menyeluruh.

Abdurrahman menyebut kehormatan simbol dan nilai keagamaan menjadi bagian penting dalam menjaga kondusivitas kehidupan masyarakat serta persatuan bangsa Indonesia bersama.

“Menjaga kehormatan agama merupakan hal mendasar. Setiap indikasi penistaan harus diselesaikan tuntas melalui mekanisme hukum,” ujarnya menegaskan kepada masyarakat
‎Indonesia.

Meski mengecam keras, Gus Dar meminta aparat tetap profesional dan tidak tergesa-gesa menyimpulkan keterlibatan pihak tertentu sebelum bukti lengkap diperoleh secara resmi.

Menurutnya, polisi perlu memastikan kebenaran, keabsahan, serta konteks utuh materi sebelum menentukan langkah hukum terhadap pihak terkait secara tepat dan objektif.

“Al-Qur’an merupakan kitab suci umat Islam dan wajib dihormati oleh siapa pun,” ujar Abdurrahman menegaskan sikap organisasinya kepada publik secara terbuka.

Jika dugaan penghinaan atau penistaan terbukti, ia meminta aparat memproses perkara sesuai ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia secara tegas dan profesional.

“Jika terdapat dugaan penghinaan, kami meminta pemeriksaan dilakukan profesional dan sesuai koridor hukum,” kata Abdurrahman dalam pernyataannya tersebut kepada publik luas.

FJI, lanjutnya, menyerahkan penanganan perkara sepenuhnya kepada aparat dan berharap proses penyelidikan berjalan terbuka, objektif, serta dapat dipertanggungjawabkan publik secara transparan.

Abdurrahman juga mengimbau masyarakat tidak mudah terpancing, menyebarkan ulang materi, atau mengambil tindakan sendiri sebelum fakta sebenarnya terungkap secara jelas dan lengkap.

“Kami meminta semua pihak menjaga ketertiban umum dan suasana tetap kondusif,” katanya, sembari menunggu hasil penelusuran aparat berwenang setempat secara resmi.

Sikap FJI tersebut menekankan pentingnya proses hukum sekaligus kehati-hatian agar dugaan konten tidak berkembang menjadi konflik di tengah masyarakat luas.(waw)

Berita Terkait

AMPHIBI Tanamkan Cinta Lingkungan Sejak Dini Lewat Sosialisasi dan Aksi Penghijauan di SDN 013829 Ledong Timur
Yusharto Huntoyungo: Kolaborasi Jadi Kunci Penguatan Inovasi Daerah di Bantul
48 Pelajar Wonosobo Digembleng Jadi Paskibra Tangguh Berkarakter Nasionalis
Polemik Konferensi Sungai Trawas, Kritik Mengarah pada Kepatutan dan Tata Kelola Prosedur
Motor Tabrak Mobil Box, Dua Kendaraan Terbakar Hebat di Magelang
BRI: Kemudahan Finansial untuk Semua Kalangan
Inovasi Berkelanjutan PHKT Antar Raih Penghargaan CSR Terbaik dari Pemkab PPU
Spanyol Tantang Argentina, Final Impian Dunia Siap Memukau Pecinta Sepakbola

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 09:12 WIB

‎FJI Desak Aparat Usut Dugaan Tukar Hafalan Dengan Miras

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 15:04 WIB

AMPHIBI Tanamkan Cinta Lingkungan Sejak Dini Lewat Sosialisasi dan Aksi Penghijauan di SDN 013829 Ledong Timur

Jumat, 31 Juli 2026 - 19:24 WIB

Yusharto Huntoyungo: Kolaborasi Jadi Kunci Penguatan Inovasi Daerah di Bantul

Jumat, 31 Juli 2026 - 15:08 WIB

48 Pelajar Wonosobo Digembleng Jadi Paskibra Tangguh Berkarakter Nasionalis

Jumat, 31 Juli 2026 - 14:40 WIB

Polemik Konferensi Sungai Trawas, Kritik Mengarah pada Kepatutan dan Tata Kelola Prosedur

Berita Terbaru

Komjen Pol. Prof. Dr. Cryshnanda Dwilaksana (Ketua Pusat Studi Ilmu Kepolisian). (Foto Ist).

Jakarta

Sakit dan Mahalnya Melahirkan Demokrasi

Kamis, 13 Agu 2026 - 09:44 WIB

Komjen Pol. Prof. Dr. Cryshnanda Dwilaksana (Ketua Pusat Studi Ilmu Kepolisian). (Foto Ist).

Jakarta

Pembangkangan Sipil dengan Menjungkirbalikkan Logika

Kamis, 13 Agu 2026 - 09:37 WIB