Pemotongan Hewan Kurban di Luar RPH Meningkat, Pemkot Yogya Perkuat Pengawasan

Selasa, 12 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, YOGYAKARTA — Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kota Yogyakarta menyiapkan berbagai langkah strategis menyambut pelaksanaan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah/2026 Masehi. Salah satu fokus utama ialah pengawasan kesehatan hewan kurban dan keamanan pangan di ratusan titik pemotongan hewan yang tersebar di seluruh wilayah kota.

Sukidi, S.E., M.Si. Selaku Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta menyebut peningkatan jumlah pemotongan hewan kurban di luar Rumah Potong Hewan (RPH) menjadi perhatian khusus pemerintah. Sebagian besar penyembelihan hewan kurban di Kota Yogyakarta selama ini dilakukan di lingkungan masyarakat seperti masjid, mushola, sekolah, pondok pesantren, kampung, hingga komunitas warga.

Kondisi tersebut dinilai memerlukan pengawasan ketat karena berkaitan langsung dengan kesehatan masyarakat, kebersihan lingkungan, keamanan pangan, serta kesejahteraan hewan.

“Pelaksanaan kurban bukan hanya soal ibadah, tetapi juga menyangkut aspek kesehatan masyarakat veteriner, keamanan pangan, hingga pengelolaan lingkungan. Karena itu kami melakukan pengawasan secara menyeluruh,” demikian disampaikan Sukidi, S.E., M.Si. Selaku Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta dalam keterangannya.

Data DPP Kota Yogyakarta menunjukkan tren pemotongan hewan kurban di luar RPH terus meningkat dalam tiga tahun terakhir. Pada 2023 tercatat sekitar 6.870 ekor hewan kurban dipotong, meningkat menjadi 7.432 ekor pada 2024, lalu kembali naik menjadi 8.253 ekor pada 2025.

Untuk Iduladha 2026, jumlah hewan kurban yang diperkirakan dipotong di luar RPH mencapai sekitar 7.952 ekor, terdiri atas sapi, kambing, dan domba.

Sementara jumlah titik pemotongan diprediksi mencapai sekitar 570 lokasi yang tersebar di 14 kemantren dan 45 kelurahan di Kota Yogyakarta.

Wilayah dengan aktivitas pemotongan tertinggi diperkirakan masih berada di wilayah Umbulharjo, yang selama beberapa tahun terakhir menjadi salah satu kawasan dengan jumlah titik kurban terbanyak.

Mengantisipasi tingginya aktivitas tersebut, Pemkot Yogyakarta menyiapkan sekitar 120 personel pengawas kurban yang akan diterjunkan langsung ke lapangan.

Tim pengawasan terdiri atas sekitar 80 mahasiswa, lima dokter hewan dari Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia, serta 35 personel dari Pemerintah Kota Yogyakarta dan Kementerian Agama.

Mereka akan disebar ke seluruh wilayah berdasarkan jumlah titik pemotongan yang telah dipetakan dari data tahun sebelumnya.

Dalam pengawasan tersebut, petugas akan melakukan pemeriksaan ante mortem dan post mortem. Pemeriksaan ante mortem dilakukan sebelum penyembelihan guna memastikan hewan sehat, cukup umur, tidak cacat, serta memenuhi syarat sebagai hewan kurban.

Sedangkan pemeriksaan post mortem dilakukan setelah pemotongan untuk memastikan daging dan organ hewan aman dikonsumsi masyarakat.

Selain kesehatan hewan, pengawasan juga mencakup aspek higienitas lokasi penyembelihan, seperti kebersihan alat pemotongan, penggunaan alas daging, ketersediaan air bersih, penggunaan alat pelindung diri, hingga tata kelola limbah hasil penyembelihan.

Pemerintah Kota Yogyakarta juga mengingatkan panitia kurban untuk tidak membuang limbah berupa darah maupun isi rumen ke sungai atau saluran air umum karena berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan dan gangguan kesehatan.

Di sisi lain, pengawasan juga dilakukan terhadap perdagangan hewan kurban, termasuk pasar tiban yang mulai bermunculan menjelang Iduladha.

Pemeriksaan dilakukan guna memastikan hewan yang dijual dalam kondisi sehat, cukup pakan dan minum, tidak menunjukkan gejala penyakit, serta memenuhi persyaratan kesehatan hewan.

Untuk memperkuat koordinasi, Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta menggandeng berbagai pihak, mulai dari aparat wilayah, pengurus masjid, hingga instansi terkait seperti Kementerian Agama.

Seluruh hasil pemantauan nantinya akan dihimpun secara real time melalui Pos Informasi Kurban Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta sebagai bahan evaluasi pelaksanaan kurban tahun ini.

Pemerintah Kota Yogyakarta berharap pelaksanaan Iduladha 2026 di Kota Yogyakarta dapat berjalan lancar, tertib, aman, sehat, dan memberikan rasa nyaman bagi masyarakat, sekaligus meningkatkan kesadaran publik terhadap pentingnya keamanan pangan dan kesehatan hewan dalam pelaksanaan ibadah kurban. (Aga)

Berita Terkait

‎Viral Aksi Gerombolan Debt Collector Bantul, Polisi Dalami Pengerusakan Rumah Warga
Kodim Wonosobo Resmikan Jembatan Garuda, Buka Akses Majukan Desa Terpencil
‎Pemda Pastikan JLFR Tetap Meluncur, Pesepeda Bebas Melintas Malioboro
‎Bedah Film UWM Bongkar Tantangan Implementasi UU Pekerja Rumah Tangga
Ruwatan Ageng Bantul Doakan Keselamatan Bangsa dan Keseimbangan Alam
Takmir NHK Borong Sawi, Petani dan Jamaah Bahagia
‎Polda DIY dan Jogja Menyapa Bergerak Bantu Warga
Ahli Waris Klaim Tanah Masuk SHGB UMK, Minta Kejelasan Bukti

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 16:35 WIB

‎Viral Aksi Gerombolan Debt Collector Bantul, Polisi Dalami Pengerusakan Rumah Warga

Kamis, 23 Juli 2026 - 15:07 WIB

Kodim Wonosobo Resmikan Jembatan Garuda, Buka Akses Majukan Desa Terpencil

Rabu, 22 Juli 2026 - 15:48 WIB

‎Pemda Pastikan JLFR Tetap Meluncur, Pesepeda Bebas Melintas Malioboro

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:45 WIB

‎Bedah Film UWM Bongkar Tantangan Implementasi UU Pekerja Rumah Tangga

Rabu, 22 Juli 2026 - 09:39 WIB

Ruwatan Ageng Bantul Doakan Keselamatan Bangsa dan Keseimbangan Alam

Berita Terbaru

Komjen Pol. Prof. Dr. Cryshnanda Dwilaksana (Ketua Pusat Studi Ilmu Kepolisian). (Foto Ist).

Jakarta

Polisi Masa Depan yang Dipercaya Publik

Sabtu, 25 Jul 2026 - 10:50 WIB