Pemkot Yogyakarta Tutup Jembatan Kewek, Ubah Akses Menuju Malioboro

Rabu, 10 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemkot Yogya menyiapkan rekayasa lalu lintas dengan penutupan jembatan Kewej dan mengubah rute ke Malioboro. (Antara) 

Pemkot Yogya menyiapkan rekayasa lalu lintas dengan penutupan jembatan Kewej dan mengubah rute ke Malioboro. (Antara) 

JOGJAOKE.COM, Yogyakarta — Pemerintah Kota Yogyakarta resmi menutup Jembatan Kewek mulai Rabu (10/12/2025) seiring kondisi struktur yang dinilai semakin kritis.

Penutupan tersebut membuat akses menuju Malioboro mengalami perubahan, terutama bagi kendaraan roda empat dan kendaraan berukuran besar.

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menyampaikan skema rekayasa lalu lintas telah disetujui Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Penutupan dilakukan secara parsial, disertai pembatasan kendaraan berdasarkan kepadatan arus.

“Seperti skenario yang direncanakan semula dan sudah kami presentasikan di depan Ngarsa Dalem. Arahan dari Pak Gubernur, jembatan ditutup sebagian karena struktur sudah ringkih,” ujar Hasto.

Menurut dia, kendaraan roda dua masih dapat melintas, tetapi bersifat situasional dan dengan pemanfaatan yang sangat minimal.

Pemkot menyiapkan langkah antisipasi untuk mengurangi kepadatan di kawasan Kleringan, termasuk pemasangan portal di Lapangan Kridosono dan pengaturan arus di depan Gramedia.

Lapangan Kridosono juga disiapkan sebagai kantong parkir tambahan pada masa libur Natal dan Tahun Baru.

Direktur Lalu Lintas Polda DIY Yuswanto Ardi menjelaskan, akibat penutupan itu rute kendaraan dari Jalan Margo Utomo kini diarahkan lurus menuju kawasan Stadion Kridosono dan tidak lagi dapat langsung berbelok kanan ke Malioboro.

Ia memprediksi simpang Gramedia menjadi titik rawan kepadatan, sehingga rekayasa juga disiapkan di simpang Gramedia dan Mal Galeria.

“Jika arus dari Kridosono menumpuk, dari Jalan Cik Ditiro kendaraan boleh belok kiri ke arah timur. Di Galeria, opsi belok kanan ke arah Flyover Lempuyangan juga akan dibuka,” kata Yuswanto.

Dengan skema ini, akses menuju Malioboro terbagi dua, yaitu melalui Abu Bakar Ali–Teteg serta jalur selatan Malioboro.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPKP Kota Yogyakarta Umi Akhsanti memastikan Jembatan Kewek akan dibongkar total pada 2026 menggunakan anggaran APBN.

Pembangunan baru diperkirakan dimulai April 2026 setelah review DED dan tender selesai, dengan estimasi anggaran Rp19 miliar serta durasi konstruksi sembilan bulan.

Jembatan baru nantinya dibangun menggunakan konstruksi beton dengan penyesuaian fasad agar selaras dengan karakter kawasan pusat kota.

Pemkot berharap rekayasa lalu lintas dapat menjaga kelancaran arus selama masa penutupan dan pembangunan berlangsung. (ihd)

Berita Terkait

Bule Mengajar, Cara Jogja Merawat Budaya lewat Wisata Partisipatif
Rp41,3 Miliar Danais untuk Budaya, Pemkot Yogya Minta Kemantren Gali Potensi Wilayah
Pemkot Jogja Lanjutkan Program Food Bank, Jaga Akses Pangan Warga Prasejahtera
Jogja Perpanjang Status Siaga Darurat Bencana hingga Februari 2026
Alas Mentaok Kembali Jadi RTH, Pemkot Yogya Bangun Taman Sejarah di Kotagede
Lapangan Karang Ditutup Enam Bulan, Pemkot Yogya Pulihkan Rumput yang Rusak
Pemkot Jogja Ajukan 306 PKM-PKH Jalani Graduasi Mandiri
Masa Gratis Habis, Mulai 2026 Bus Listrik di Kota Yogyakarta Berbayar

Berita Terkait

Rabu, 21 Januari 2026 - 22:47 WIB

Bule Mengajar, Cara Jogja Merawat Budaya lewat Wisata Partisipatif

Rabu, 21 Januari 2026 - 22:25 WIB

Rp41,3 Miliar Danais untuk Budaya, Pemkot Yogya Minta Kemantren Gali Potensi Wilayah

Kamis, 15 Januari 2026 - 17:48 WIB

Pemkot Jogja Lanjutkan Program Food Bank, Jaga Akses Pangan Warga Prasejahtera

Kamis, 15 Januari 2026 - 17:35 WIB

Jogja Perpanjang Status Siaga Darurat Bencana hingga Februari 2026

Jumat, 9 Januari 2026 - 14:20 WIB

Alas Mentaok Kembali Jadi RTH, Pemkot Yogya Bangun Taman Sejarah di Kotagede

Berita Terbaru