Pemkot Yogyakarta Perkuat Warga Lewat Program Kampung Tangguh Bencana

Jumat, 31 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Yogyakarta — Pemerintah Kota Yogyakarta terus memperkuat kesiapsiagaan warga menghadapi potensi bencana dengan mengembangkan program Kampung Tangguh Bencana (KTB). Langkah ini dilakukan untuk membangun ketahanan masyarakat di tingkat kampung, terutama di wilayah yang memiliki kerentanan terhadap bencana alam.

Anggota KTB Gedongkiwo, Satuni, mengatakan masyarakat harus memiliki kesiapan menghadapi potensi bencana di lingkungannya masing-masing. Sebagai warga yang tinggal di wilayah yang dilintasi Sungai Winongo, ia menyebut KTB Gedongkiwo telah memetakan titik-titik rawan longsor di sepanjang bantaran sungai tersebut.

“Ketika musim hujan, daerah bantaran sungai sering longsor. Kami bersama warga membangun tanggul dan menyiapkan langkah antisipasi. Dari RW 1 hingga 18 sudah dipetakan titik rawan longsor untuk siaga,” ujarnya dalam acara Deklarasi Menuju Jogja Tangguh Bencana di Balai Kota Yogyakarta, Kamis (30/10/2025).

Menurut Satuni, edukasi kepada masyarakat menjadi bagian penting dalam upaya mitigasi. KTB secara rutin memberikan penyuluhan agar warga tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke saluran air dan sungai, serta mendorong pengelolaan sampah rumah tangga secara mandiri.

“Setelah ada edukasi, masyarakat mulai sadar bahwa membuang sampah ke sungai bisa menyebabkan banjir. Sekarang mereka lebih peduli,” tuturnya.

Sementara itu, anggota KTB Suryodiningratan, Subono, berharap keberadaan KTB dapat memperkuat sinergi antarwarga dan pemangku kepentingan dalam menghadapi potensi bencana di Kota Yogyakarta.

“Dengan adanya deklarasi ini, kami berharap semua pihak bisa bersinergi. Di wilayah kami, kesiapsiagaan sudah lengkap, baik dari peralatan maupun personel,” katanya.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Yogyakarta, Nur Hidayat, menjelaskan pihaknya bersama KTB telah melaksanakan berbagai kegiatan untuk meningkatkan kesiapsiagaan warga, mulai dari review KTB di 14 kemantren, edukasi kebencanaan melalui podcast, hingga uji coba early warning system (EWS) di beberapa sungai.

“Dengan kondisi cuaca saat ini, keberadaan peralatan dan kesiapan warga sangat dibutuhkan. Kami ingin memastikan semuanya siap dan berfungsi,” ujar Nur Hidayat.

Ia menambahkan, deklarasi Menuju Jogja Tangguh Bencana menjadi langkah awal untuk menyiapkan sejumlah indikator menuju predikat Kota Tangguh Bencana.

“Targetnya, dalam lima tahun ke depan kami bisa memenuhi sepuluh indikator ketangguhan, termasuk aspek kelembagaan, kapasitas wilayah, anggaran, dan kolaborasi pentahelix,” ujarnya. (ihd)

Berita Terkait

Pengentasan RTLH, Pemkot Yogyakarta Targetkan Renovasi 200 Rumah pada 2026
Ombudsman Beri Nilai 88,52, Kantor Pertanahan Kota Yogya Tertinggi ATR/BPN DIY
Studi Banding ke Jogja, DPRD Loteng Dalami Pola Kemitraan Pemda–Media
Pasar Murah Digelar di 14 Kemantren, Pemkot Yogyakarta Kendalikan Harga Jelang Idulfitri
Satlinmas Garda Terdepan Ketertiban, Pemkot Yogya Dorong Peran Perempuan
Waspada Ancaman PMK, Pemkot Yogya Gerak Cepat Vaksinasi Ternak
Pemkot Yogyakarta Siapkan Rp14,8 Miliar Perkuat Drainase Antisipasi Cuaca Ekstrem 2026
Beasiswa Mahasiswa Miskin Rp8 Juta per Tahun, Dorong Satu Keluarga Satu Sarjana

Berita Terkait

Kamis, 12 Februari 2026 - 18:19 WIB

Ombudsman Beri Nilai 88,52, Kantor Pertanahan Kota Yogya Tertinggi ATR/BPN DIY

Rabu, 11 Februari 2026 - 16:49 WIB

Studi Banding ke Jogja, DPRD Loteng Dalami Pola Kemitraan Pemda–Media

Selasa, 10 Februari 2026 - 23:34 WIB

Pasar Murah Digelar di 14 Kemantren, Pemkot Yogyakarta Kendalikan Harga Jelang Idulfitri

Kamis, 5 Februari 2026 - 17:58 WIB

Satlinmas Garda Terdepan Ketertiban, Pemkot Yogya Dorong Peran Perempuan

Rabu, 4 Februari 2026 - 16:01 WIB

Waspada Ancaman PMK, Pemkot Yogya Gerak Cepat Vaksinasi Ternak

Berita Terbaru