Pemkot Yogyakarta Kembangkan ‘Sitijo’ untuk Satukan Data Infrastruktur Kota

Jumat, 7 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Platform digital mencegah tumpang tindih perencanaan dan gangguan utilitas publik. (Dok Pemkot)

Platform digital mencegah tumpang tindih perencanaan dan gangguan utilitas publik. (Dok Pemkot)

JOGJAOKE.GOM, Umbulharjo — Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPKP) mengembangkan Sistem Informasi Infrastruktur Kota Yogyakarta atau Sitijo.

Sistem digital ini menyatukan data infrastruktur dalam satu peta terpadu untuk mencegah tumpang tindih perencanaan kawasan dan gangguan utilitas publik.

Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas PUPKP Kota Yogyakarta, Hasri Nilam Baswari, menjelaskan bahwa Sitijo lahir dari kebutuhan untuk mengintegrasikan data infrastruktur yang selama ini tersebar di berbagai instansi.

Dalam praktik di lapangan, kata Nilam, sering muncul konflik antara pekerjaan pemeliharaan jalan dan keberadaan jaringan utilitas di ruang milik jalan (rumija), terutama jaringan bawah tanah seperti pipa PDAM dan kabel fiber optik (FO).

“Sering kali pekerjaan terganggu karena tidak diketahui ada jaringan di bawah tanah. Akibatnya, bisa muncul gangguan pelayanan seperti putusnya jaringan air, drainase, atau kabel komunikasi. Karena itu, kami kembangkan Sitijo agar data infrastruktur bisa disatukan dan saling terhubung,” ujar Nilam, Jumat (7/11/2025).

Sitijo menyajikan peta spasial berisi data infrastruktur di ruang milik jalan, baik di atas, pada permukaan, maupun di bawah tanah. Di antaranya mencakup data tiang penerangan jalan umum (PJU), kabel udara PLN, titik reklame, jalur guiding block untuk difabel, hingga jaringan PDAM dan kabel bawah tanah FO. “Peta satu data infrastruktur seperti ini baru pertama kali dikembangkan di Yogyakarta,” imbuhnya.

Platform ini dapat diakses di laman https://sitijo.geo-ai.id dan sementara hanya digunakan secara internal oleh Pemkot Yogyakarta. Ke depan, sistem ini akan diintegrasikan dengan aplikasi Jogja Smart Service (JSS) dan sebagian data akan dapat diakses publik, terutama oleh provider jaringan, PLN, PDAM, serta kalangan akademisi.

“Dengan peta satu data infrastruktur, kami berharap tidak ada lagi tumpang tindih perencanaan dan gangguan utilitas akibat pekerjaan pembangunan,” kata Nilam. (ihd)

Berita Terkait

Eko Suwanto Dorong Anggaran Rp120 Juta per Kelurahan di DIY untuk Percepatan Penanganan Stunting
WFH Perdana di Pemkot Yogyakarta Sepi Peminat, Hanya 2,8 Persen ASN Bekerja dari Rumah
Targetkan Ada di 45 Kelurahan, Ini Alasan Pemkot Yogya Perbanyak Sekolah Lansia
Pemkot Yogyakarta Raih Opini WTP ke-17 Berturut-turut dari BPK 
Pemkot Yogya Batasi BBM Mobdin 5 Liter per Hari, Imbau ASN Naik Sepeda
Pemkot Yogya Batasi BBM Kendaraan Dinas, Anggaran Diproyeksikan Hemat hingga Rp4,7 Miliar
Pemkot Yogya Pastikan Tidak Ada PPPK Dirumahkan Meski Belanja Pegawai Lampaui 30 Persen
Pemkot Yogya Pastikan Tak Ada PPPK Dirumahkan, Meski Belanja Pegawai Lampaui 30 Persen

Berita Terkait

Jumat, 10 April 2026 - 18:14 WIB

Eko Suwanto Dorong Anggaran Rp120 Juta per Kelurahan di DIY untuk Percepatan Penanganan Stunting

Jumat, 10 April 2026 - 16:32 WIB

WFH Perdana di Pemkot Yogyakarta Sepi Peminat, Hanya 2,8 Persen ASN Bekerja dari Rumah

Selasa, 7 April 2026 - 21:24 WIB

Targetkan Ada di 45 Kelurahan, Ini Alasan Pemkot Yogya Perbanyak Sekolah Lansia

Jumat, 3 April 2026 - 17:02 WIB

Pemkot Yogyakarta Raih Opini WTP ke-17 Berturut-turut dari BPK 

Kamis, 2 April 2026 - 19:42 WIB

Pemkot Yogya Batasi BBM Mobdin 5 Liter per Hari, Imbau ASN Naik Sepeda

Berita Terbaru

Jogja

Sepak Bola Satukan Dosen Mahasiswa UMY, Kampus Makin Dekat

Selasa, 21 Apr 2026 - 10:58 WIB