Pemkot Yogyakarta Perkuat Skrining Kesehatan Anak, Cegah Stunting Sejak Dini

Senin, 27 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemkot Yogyakarta memperkuat upaya pencegahan stunting melalui kegiatan skrining kesehatan anak nasional yang menitikberatkan pada deteksi dini tumbuh kembang serta penilaian status gizi anak prasekolah. (Joke/dok)

Pemkot Yogyakarta memperkuat upaya pencegahan stunting melalui kegiatan skrining kesehatan anak nasional yang menitikberatkan pada deteksi dini tumbuh kembang serta penilaian status gizi anak prasekolah. (Joke/dok)

JOGJAOKE.COM, Yogyakarta — Pemerintah Kota Yogyakarta terus memperkuat upaya pencegahan stunting melalui kegiatan skrining kesehatan anak nasional yang menitikberatkan pada deteksi dini tumbuh kembang serta penilaian status gizi anak prasekolah. Langkah ini dinilai efektif menekan angka stunting baru di wilayah tersebut.

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengatakan, kegiatan skrining menjadi bagian penting dari strategi pemerintah untuk memastikan setiap anak mendapat pemantauan tumbuh kembang secara rutin.

“Fokus kami ialah mencegah munculnya stunting baru. Syukurlah, prevalensi stunting di Kota Yogyakarta telah menurun menjadi 10,49 persen, dengan tingkat keberhasilan mencapai 70 persen,” ujar Hasto dalam keterangan di Jakarta, Senin (27/10/2025).

Sebanyak 1.200 anak usia prasekolah mengikuti pemeriksaan tumbuh kembang dan penilaian status gizi dalam rangkaian kegiatan Festival Sehat Ceria Si Kecil yang diinisiasi Pemkot Yogyakarta bekerja sama dengan K-24 Group dan Sarihusada. Kegiatan berlangsung di Taman Pintar Gondomanan, disertai pemberian Pangan untuk Keperluan Medis Khusus (PKMK) bagi anak di atas satu tahun yang terindikasi stunting sesuai rekomendasi dokter.

Menurut Hasto, keberhasilan Yogyakarta dalam menurunkan angka stunting di bawah target nasional 2025 sebesar 18,8 persen tidak lepas dari kolaborasi berbagai pihak, mulai dari tenaga kesehatan, pemerintah daerah, hingga masyarakat. “Pencegahan perlu dimulai sejak fase pranikah melalui prakonsepsi dan pemenuhan nutrisi seimbang. Untuk ibu hamil dan anak di atas dua tahun, konsumsi susu dan nutrisi penting harus dijaga. Pemeriksaan rutin membantu mendeteksi dini bila ada masalah tumbuh kembang,” ujarnya.

Pemkot Yogyakarta berharap kolaborasi lintas sektor semacam ini dapat terus diperluas agar semakin banyak pihak terlibat dalam upaya menekan angka stunting di Indonesia.

CEO K-24 Group Gideon Hartono menambahkan, pelaksanaan skrining di Yogyakarta merupakan bagian dari komitmen memperluas akses layanan kesehatan dasar bagi keluarga di berbagai daerah. Skrining meliputi pengukuran berat badan, tinggi badan, lingkar kepala, serta konsultasi dengan dokter anak dan ahli gizi.

“Kami ingin memastikan setiap keluarga memiliki akses terhadap deteksi dini dan edukasi gizi yang memadai. Pencegahan stunting tidak bisa hanya bergantung pada pengobatan, tetapi harus dimulai dari kesadaran sejak awal,” kata Gideon. (ihd)

Berita Terkait

RSCM Ditetapkan Jadi Rumah Sakit Penyangga Nasional Terapi Sel Punca
Sampah dan Parkir Liar Meningkat, Malioboro Full Pedestrian Hadapi Banyak PR
Jogja Masuk Tiga Terbaik ACFFEST 2025: Kreativitas Kampanye Antikorupsi Diakui KPK
Yogyakarta Raih Predikat Terbaik Keterbukaan Informasi Publik DIY 2025
Sate
Ketua DPRD Jogja Soroti Ormas sebagai Penghubung Aspirasi Warga dan Penggerak Sosial
Malam Ini, Menko AHY Akan Menerima Nanyang Distinguished Alumni Award 2025, Penghargaan Tertinggi NTU
UMY Naik 50 Peringkat dalam QS Sustainability 2026, Unggul Kinerja Riset Lingkungan

Berita Terkait

Selasa, 2 Desember 2025 - 15:08 WIB

RSCM Ditetapkan Jadi Rumah Sakit Penyangga Nasional Terapi Sel Punca

Senin, 1 Desember 2025 - 20:35 WIB

Sampah dan Parkir Liar Meningkat, Malioboro Full Pedestrian Hadapi Banyak PR

Minggu, 30 November 2025 - 10:26 WIB

Jogja Masuk Tiga Terbaik ACFFEST 2025: Kreativitas Kampanye Antikorupsi Diakui KPK

Kamis, 27 November 2025 - 19:00 WIB

Yogyakarta Raih Predikat Terbaik Keterbukaan Informasi Publik DIY 2025

Rabu, 26 November 2025 - 20:34 WIB

Sate

Berita Terbaru