JOGJAOKE.COM, Yogyakarta — Pemerintah Kota Yogyakarta kembali mengalokasikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk melanjutkan program Food Bank pada 2026. Program ini dipertahankan sebagai upaya memastikan warga tidak terjerumus dalam kemiskinan akibat persoalan pemenuhan kebutuhan pangan.
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menegaskan, meskipun besaran anggaran belum diumumkan, Food Bank tetap menjadi prioritas kebijakan Pemkot.
Program tersebut dinilai efektif membantu warga prasejahtera memenuhi kebutuhan makan sehari-hari.
“Kami tidak ingin ada warga kota yang jatuh miskin hanya karena persoalan makanan. Karena itu, Food Bank tetap kami anggarkan agar urusan makan warga miskin tidak menjadi masalah,” ujar Hasto, Selasa (13/1/2026).
Menurut Hasto, keberlanjutan Food Bank juga sejalan dengan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) 2030, khususnya target Zero Hunger atau tanpa kelaparan.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kota Yogyakarta Sukidi menjelaskan, sepanjang 2025 pelaksanaan Food Bank dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak. Sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), hotel, hingga restoran dilibatkan sebagai penyuplai makanan dan bahan pangan.
Ia memastikan seluruh pangan yang disalurkan telah melalui proses penyaringan sehingga aman dan layak dikonsumsi. Bantuan tersebut kemudian didistribusikan kepada kelompok sasaran, seperti lanjut usia, warga prasejahtera, serta penyandang disabilitas.
Berdasarkan data DPP Kota Yogyakarta, Food Bank menjangkau 1.802 lansia, 28.792 warga prasejahtera, dan 3.089 penyandang disabilitas. Dengan jumlah penerima manfaat yang besar, Pemkot berharap jejaring kolaborasi dengan para penyuplai pangan dapat diperluas pada 2026.
“Dengan program ini, akses pangan bagi masyarakat yang membutuhkan diharapkan semakin mudah dan terjamin,” kata Sukidi. (ihd)






