Pemkot Jogja Lanjutkan Program Food Bank, Jaga Akses Pangan Warga Prasejahtera

Kamis, 15 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menegaskan, program Food Bank tetap menjadi prioritas kebijakan Pemkot pada 2026. (Dok Pemkot)

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menegaskan, program Food Bank tetap menjadi prioritas kebijakan Pemkot pada 2026. (Dok Pemkot)

JOGJAOKE.COM, Yogyakarta — Pemerintah Kota Yogyakarta kembali mengalokasikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk melanjutkan program Food Bank pada 2026. Program ini dipertahankan sebagai upaya memastikan warga tidak terjerumus dalam kemiskinan akibat persoalan pemenuhan kebutuhan pangan.

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menegaskan, meskipun besaran anggaran belum diumumkan, Food Bank tetap menjadi prioritas kebijakan Pemkot.

Program tersebut dinilai efektif membantu warga prasejahtera memenuhi kebutuhan makan sehari-hari.

“Kami tidak ingin ada warga kota yang jatuh miskin hanya karena persoalan makanan. Karena itu, Food Bank tetap kami anggarkan agar urusan makan warga miskin tidak menjadi masalah,” ujar Hasto, Selasa (13/1/2026).

Menurut Hasto, keberlanjutan Food Bank juga sejalan dengan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) 2030, khususnya target Zero Hunger atau tanpa kelaparan.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kota Yogyakarta Sukidi menjelaskan, sepanjang 2025 pelaksanaan Food Bank dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak. Sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), hotel, hingga restoran dilibatkan sebagai penyuplai makanan dan bahan pangan.

Ia memastikan seluruh pangan yang disalurkan telah melalui proses penyaringan sehingga aman dan layak dikonsumsi. Bantuan tersebut kemudian didistribusikan kepada kelompok sasaran, seperti lanjut usia, warga prasejahtera, serta penyandang disabilitas.

Berdasarkan data DPP Kota Yogyakarta, Food Bank menjangkau 1.802 lansia, 28.792 warga prasejahtera, dan 3.089 penyandang disabilitas. Dengan jumlah penerima manfaat yang besar, Pemkot berharap jejaring kolaborasi dengan para penyuplai pangan dapat diperluas pada 2026.

“Dengan program ini, akses pangan bagi masyarakat yang membutuhkan diharapkan semakin mudah dan terjamin,” kata Sukidi. (ihd)

Berita Terkait

Ombudsman Beri Nilai 88,52, Kantor Pertanahan Kota Yogya Tertinggi ATR/BPN DIY
Studi Banding ke Jogja, DPRD Loteng Dalami Pola Kemitraan Pemda–Media
Pasar Murah Digelar di 14 Kemantren, Pemkot Yogyakarta Kendalikan Harga Jelang Idulfitri
Satlinmas Garda Terdepan Ketertiban, Pemkot Yogya Dorong Peran Perempuan
Waspada Ancaman PMK, Pemkot Yogya Gerak Cepat Vaksinasi Ternak
Pemkot Yogyakarta Siapkan Rp14,8 Miliar Perkuat Drainase Antisipasi Cuaca Ekstrem 2026
Beasiswa Mahasiswa Miskin Rp8 Juta per Tahun, Dorong Satu Keluarga Satu Sarjana
Usia Harapan Hidup Warga Tinggi, Pemkot Jogja Dorong Lansia Sehat dan Produktif

Berita Terkait

Kamis, 12 Februari 2026 - 18:19 WIB

Ombudsman Beri Nilai 88,52, Kantor Pertanahan Kota Yogya Tertinggi ATR/BPN DIY

Rabu, 11 Februari 2026 - 16:49 WIB

Studi Banding ke Jogja, DPRD Loteng Dalami Pola Kemitraan Pemda–Media

Selasa, 10 Februari 2026 - 23:34 WIB

Pasar Murah Digelar di 14 Kemantren, Pemkot Yogyakarta Kendalikan Harga Jelang Idulfitri

Kamis, 5 Februari 2026 - 17:58 WIB

Satlinmas Garda Terdepan Ketertiban, Pemkot Yogya Dorong Peran Perempuan

Rabu, 4 Februari 2026 - 16:01 WIB

Waspada Ancaman PMK, Pemkot Yogya Gerak Cepat Vaksinasi Ternak

Berita Terbaru

Muhammadiyah meluncurkan 24 Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di tujuh Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA), Jumat (12/2), di Ballroom The University Hotel Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. (Humas UMY)

Pendidikan

Bersama UMY, Muhammadiyah Luncurkan 24 PPDS di Tujuh PTMA

Jumat, 13 Feb 2026 - 18:01 WIB