Pemantauan Hewan Kurban di Yogyakarta Pastikan Ternak Layak dan Bebas Penyakit

Minggu, 24 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, YOGYAKARTA – Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta melalui Kepala Bidang Perikanan dan Kehewanan, Sri Panggarti, melakukan pemantauan di sejumlah pasar tiban hewan kurban menjelang Hari Raya Iduladha 2026.

Pemantauan dilakukan pada Jumat (22/5/2026) pukul 10.00 WIB di sejumlah titik penjualan hewan kurban, di antaranya Pusat Pengadaan Hewan Qurban (PPHQ) Siliran Lor dan PPHQ Siliran Kidul yang telah mengantongi izin operasional resmi.

Sri Panggarti mengatakan, pemantauan dilakukan untuk memastikan hewan kurban yang diperjualbelikan dalam kondisi sehat dan memenuhi syarat kelayakan.

“Alhamdulillah sekarang baik pedagang maupun pembeli semakin sadar memilih hewan yang sehat dan memenuhi persyaratan untuk kurban,” kata Sri di sela pemantauan.

Menurutnya, tim dari Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta juga membawa persediaan obat untuk penanganan awal apabila ditemukan hewan yang mengalami gangguan kesehatan ringan. Sementara untuk kasus yang memerlukan penanganan lebih lanjut, petugas akan mengarahkan ke poliklinik hewan.

“Kalau ada keluhan ringan kita bantu obati di lokasi. Tetapi sampai saat ini hasil pantauan semuanya sehat,” ujarnya.

Sri menjelaskan, ciri hewan kurban yang sehat dapat dilihat dari kondisi mata yang jernih, gerakan aktif, nafsu makan baik, serta tidak terdapat lendir di area mulut dan hidung.

“Kalau hidung lembab dan tidak ada leleran biasanya hewan dalam kondisi sehat,” katanya.

Dari hasil pemantauan, mayoritas hewan yang dijual di pasar tiban merupakan kambing dan domba yang berasal dari wilayah DIY maupun luar daerah.

Pihaknya juga mengingatkan para pedagang untuk mengurus izin jualan serta melengkapi dokumen Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari daerah asal ternak.

“Yang paling mudah memastikan hewan sehat adalah meminta SKKH dari daerah asal,” ujar Sri.

Sementara itu, seorang pedagang hewan kurban di PPHQ Siliran, Agus Sumantoro, mengaku penjualan tahun ini cenderung lebih sepi dibandingkan tahun sebelumnya.

“Sekarang agak sepi dibanding tahun lalu. Mungkin karena situasi ekonomi dan berbarengan kebutuhan sekolah,” katanya.

Agus yang telah berjualan kambing selama 20 tahun itu mengatakan, penjualan tahun ini dimulai sejak (14/5/26) dengan masa operasional sekitar 12 – 14 hari.

Ia menyebut harga kambing yang dijual berkisar Rp1,5 juta hingga Rp4,5 juta per ekor, tergantung ukuran dan jenis hewan.

“Yang paling besar sekitar Rp4 jutaan. Itu sudah termasuk biaya perawatan dan pengantaran,” ujarnya.

Tahun ini Agus hanya menyediakan sekitar 60 ekor kambing, lebih sedikit dibandingkan tahun lalu yang mencapai 69 ekor. Hingga saat ini, sebanyak 16 ekor kambing telah terjual.

Menurutnya, sebagian besar hewan didatangkan dari wilayah Muntilan, Jawa Tengah, dan sistem penjualan yang digunakan adalah titip jual dari peternak. (Aga)

Berita Terkait

‎Viral Aksi Gerombolan Debt Collector Bantul, Polisi Dalami Pengerusakan Rumah Warga
Kodim Wonosobo Resmikan Jembatan Garuda, Buka Akses Majukan Desa Terpencil
‎Pemda Pastikan JLFR Tetap Meluncur, Pesepeda Bebas Melintas Malioboro
‎Bedah Film UWM Bongkar Tantangan Implementasi UU Pekerja Rumah Tangga
Ruwatan Ageng Bantul Doakan Keselamatan Bangsa dan Keseimbangan Alam
Takmir NHK Borong Sawi, Petani dan Jamaah Bahagia
‎Polda DIY dan Jogja Menyapa Bergerak Bantu Warga
Ahli Waris Klaim Tanah Masuk SHGB UMK, Minta Kejelasan Bukti

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 16:35 WIB

‎Viral Aksi Gerombolan Debt Collector Bantul, Polisi Dalami Pengerusakan Rumah Warga

Kamis, 23 Juli 2026 - 15:07 WIB

Kodim Wonosobo Resmikan Jembatan Garuda, Buka Akses Majukan Desa Terpencil

Rabu, 22 Juli 2026 - 15:48 WIB

‎Pemda Pastikan JLFR Tetap Meluncur, Pesepeda Bebas Melintas Malioboro

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:45 WIB

‎Bedah Film UWM Bongkar Tantangan Implementasi UU Pekerja Rumah Tangga

Rabu, 22 Juli 2026 - 09:39 WIB

Ruwatan Ageng Bantul Doakan Keselamatan Bangsa dan Keseimbangan Alam

Berita Terbaru

Komjen Pol. Prof. Dr. Cryshnanda Dwilaksana (Ketua Pusat Studi Ilmu Kepolisian). (Foto Ist).

Jakarta

Polisi Masa Depan yang Dipercaya Publik

Sabtu, 25 Jul 2026 - 10:50 WIB