Operasikan Dapur Umum Pascabencana, IPDN Libatkan Masyarakat Lokal di Aceh Tamiang

Sabtu, 17 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Aceh Tamiang — Di tengah upaya pemulihan pascabencana di wilayah Sumatra, Dapur Umum yang dikelola oleh Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) di Aceh Tamiang tidak hanya memastikan kebutuhan konsumsi ribuan personel Satuan Tugas (Satgas) terpenuhi, tetapi juga turut menjadi penggerak roda ekonomi warga sekitar melalui pemanfaatan bahan pangan lokal.

Koordinator Dapur Umum Purnomo menyebut operasional dapur umum dimulai sejak 4 Januari 2026, tak lama setelah kloter pertama praja diterbangkan ke Aceh Tamiang pada 3 Januari 2026. Pada hari pertama, pelayanan dilakukan sebanyak 500 porsi. Seiring dengan pengerahan praja dan Aparatur Sipil Negara (ASN) secara keseluruhan, sejak 5 Januari 2026 Dapur Umum beroperasi penuh dengan melayani 1.141 porsi untuk setiap waktu makan, yakni pagi, siang, dan malam.

“Menu sebagaimana arahan pimpinan, kami menggunakan standar pelayanan di Kesatriaan IPDN Jatinangor. Untuk makan pagi terdiri dari karbo atau nasi, kemudian ada serat melalui sayur, pemenuhan protein. Dan kalau di siang itu ada tambahan lauk hewani dan nabati, dan juga buah. Itu juga [menu] di makan malam,” katanya saat ditemui di Sentra Dapur Umum IPDN, Aceh Tamiang, Aceh, Sabtu (17/1/2026).

Ia menjelaskan, bahan makanan Dapur Umum dipenuhi dari wilayah sekitar Aceh Tamiang, termasuk Langsa, Kuala Simpang, Pangkalan Brandan, hingga Medan. Bahan baku tersebut meliputi beras, minyak, bumbu, ikan, lauk-pauk, buah, dan sayuran. Upaya ini turut menghidupkan perekonomian warga di daerah terdampak bencana.

“Sebagaimana arahan pimpinan, kami untuk dapat juga berinteraksi atau mengambil bahan makanan tersebut dari masyarakat. Untuk menghidupkan ekonomi masyarakat di daerah terdampak, yaitu yang saat ini kita sama-sama berada di daerah Aceh Tamiang dan sekitar,” ujarnya.

Purnomo mengungkapkan, pengelolaan Dapur Umum di lapangan memiliki tantangan tersendiri dibandingkan dengan dapur permanen. Keterbatasan sarana, kebutuhan gas, harga bahan pokok yang relatif lebih tinggi, serta ketersediaan bahan di pasar menjadi kendala yang harus dihadapi. Oleh karena itu, penyusunan menu harus menyesuaikan kondisi lapangan. Jika bahan tertentu sulit diperoleh, maka akan dilakukan penyesuaian.

“Contoh kemarin kebutuhan kol, kentang, kemudian wortel agak susah, kita ubah menggunakan sayuran yang ada di wilayah tempat, seperti contoh sayur paku atau sayur pakis. Itu khas sini. Kita coba improvisasi dan Alhamdulillah bisa diterima oleh lidah kita semua, lidah teman-teman Satgas semua,” ungkapnya.

Saat ini, Dapur Umum IPDN didukung oleh 18 kru yang bekerja secara bergantian untuk melayani kebutuhan makan pagi, siang, dan malam. Para kru bekerja hampir tanpa jeda, memanfaatkan waktu senggang untuk beristirahat sejenak sebelum kembali bertugas.

Adapun untuk persiapan makan pagi dimulai sejak pukul 22.00 WIB hingga sekitar pukul 04.00 WIB dini hari. Setelah itu, dilanjutkan dengan proses penyajian, pengemasan, dan distribusi. Sekitar pukul 06.30 WIB, praja dan anggota Satgas mulai mengambil jatah makan pagi dan snack.

“Ada tim yang berangkat ke pasar untuk cari bahan baku dari subuh, kemudian jam 07.30-08.00 sudah sampai di dapur umum, langsung start, dilakukan pembersihan, peracikan, pembuatan bumbu dan lain-lain,” jelasnya.(Ls)

Sumber : Puspen Kemendagri

Berita Terkait

Krakatau Batuk, Penerbangan SMSI dari Tanah Rencong Lumpuh
Mendagri Tito Karnavian Dorong Percepatan Program Bedah Rumah, Pemda Diminta Pastikan Tepat Sasaran
Sekjen Kemendagri Tekankan Pemantauan Berbasis Masalah untuk Dorong Ekonomi Daerah
Wamendagri Bima Arya: KDKMP Harus Jadi Motor Ekonomi dan Layanan Terpadu di Desa
Ketum TP PKK Tekankan Hidup Sehat kepada Pelajar SMAN 2 Kota Ternate
Perluas Basis Pajak, Wamendagri Bima Arya Tekankan Kebijakan yang Tak Membebani Rakyat
Pemda Berprestasi di Kalimantan Diguyur Penghargaan, Kemendagri Dorong Kinerja Makin Baik
Di Balik Tirai Newsroom Jaga Desa

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 10:15 WIB

Krakatau Batuk, Penerbangan SMSI dari Tanah Rencong Lumpuh

Sabtu, 5 September 2026 - 20:15 WIB

Mendagri Tito Karnavian Dorong Percepatan Program Bedah Rumah, Pemda Diminta Pastikan Tepat Sasaran

Sabtu, 5 September 2026 - 19:59 WIB

Sekjen Kemendagri Tekankan Pemantauan Berbasis Masalah untuk Dorong Ekonomi Daerah

Sabtu, 5 September 2026 - 17:49 WIB

Wamendagri Bima Arya: KDKMP Harus Jadi Motor Ekonomi dan Layanan Terpadu di Desa

Jumat, 4 September 2026 - 19:14 WIB

Ketum TP PKK Tekankan Hidup Sehat kepada Pelajar SMAN 2 Kota Ternate

Berita Terbaru