‎Muhammadiyah Bangun Pabrik Infus, Perkuat Kemandirian Ekonomi Bangsa

Kamis, 11 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, MALANG – Pimpinan Pusat Muhammadiyah resmi melakukan groundbreaking Pabrik PT Suryavena Farma Indonesia di lahan milik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Kamis (11/6).

Prosesi peletakan batu pertama dilakukan oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir bersama Ketua PP Muhammadiyah Muhadjir Effendy, Saad Ibrahim, dr Agus Taufiqurrahman, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Fauzan, serta Ketua PWM Jawa Timur dr Sukadiono.

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menegaskan pembangunan pabrik tersebut merupakan langkah strategis untuk memperkuat ekonomi umat dan bangsa.

Menurutnya, Muhammadiyah ingin menghadirkan ekosistem ekonomi yang lebih kuat dengan memasuki sektor industri skala besar.

“Semangat Muhammadiyah adalah untuk membangun ekosistem ekonomi umat dan bangsa, atau rakyat yang mulai naik kelas ke ekonomi menengah ke atas,” ujar Haedar.

Haedar menekankan kehadiran pabrik ini tidak berarti Muhammadiyah meninggalkan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Ia mengatakan industri farmasi justru menjadi bagian dari upaya menaikkan kelas ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

“Pembangunan pabrik ini tidak menggeser fokus dakwah ekonomi Muhammadiyah dari UMKM. Ini memiliki ketersambungan dengan semangat menaikkan kelas ekonomi umat dan bangsa,” katanya.

Lebih lanjut, Haedar menyebut proyek tersebut menjadi bukti bahwa organisasi kemasyarakatan keagamaan mampu bergerak dan bersaing di sektor ekonomi modern.

Menurutnya, pembangunan pabrik farmasi juga sejalan dengan cita-cita besar menuju Indonesia Emas 2045 yang membutuhkan fondasi kemandirian ekonomi nasional.

“Jangan sampai kekuatan dan potensi ekonomi Indonesia dipegang atau dikuasai pihak lain. Muhammadiyah berada di jalur itu dan akan bertemu dengan spirit pemerintah serta kepentingan bangsa yang lebih luas,” tegasnya.

Pabrik PT Suryavena Farma Indonesia yang diinisiasi Majelis Ekonomi Bisnis (MEB) dan Majelis Pembinaan Kesehatan Umum (MPKU) PP Muhammadiyah itu pada tahap awal akan memproduksi cairan infus.

Haedar menjelaskan, langkah tersebut menjadi pintu masuk untuk membangun ekonomi sirkular Muhammadiyah dengan memenuhi kebutuhan 135 Rumah Sakit Muhammadiyah-’Aisyiyah (RSMA) yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Dengan pabrik infus ini kita memulai dengan sesuatu yang paling bisa kita lakukan di ekosistem bisnis di rumah sakit,” ungkap Haedar.

Ia berharap seluruh RSMA dapat menggunakan produk PT Suryavena Farma Indonesia sehingga kemandirian ekonomi Muhammadiyah semakin kuat.

Ke depan, perusahaan ini juga akan mengembangkan produksi obat-obatan, jarum suntik, serta berbagai kebutuhan kesehatan lainnya untuk mendukung layanan rumah sakit Muhammadiyah di seluruh Tanah Air.(WAW)

Berita Terkait

Hadapi Bencana Hidrometeorologi, Pemkal Condongcatur Gelar Sosialisasi Manajemen Kebencanaan Berbasis Masyarakat
Perkuat Keamanan Wilayah, Bhabinkamtibmas Latih Satlinmas Depok Pengaturan Lalu Lintas dan PBB
Libatkan Berbagai Pemangku Kepentingan, BPBD Sleman Matangkan Standar Pelayanan 2026
JIKF 2026 Hadirkan Ribuan Layang-Layang, AirNav Pastikan Ruang Udara Tetap Aman
UMY Nonaktifkan Dosen Terduga Pelecehan Seksual, Investigasi Berjalan
Nobar Piala Dunia di Koramil, Kodim 0707/Wonosobo Bangun Keakraban Bersama Warga
Aksi Geng Bermotor Kembali Teror Bantul, Pelajar Jadi Korban Pembacokan
UWM Perpanjang Kemitraan ICEE, Perkuat Jejaring Pendidikan Internasional Global

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 08:23 WIB

Hadapi Bencana Hidrometeorologi, Pemkal Condongcatur Gelar Sosialisasi Manajemen Kebencanaan Berbasis Masyarakat

Kamis, 16 Juli 2026 - 08:14 WIB

Perkuat Keamanan Wilayah, Bhabinkamtibmas Latih Satlinmas Depok Pengaturan Lalu Lintas dan PBB

Selasa, 14 Juli 2026 - 08:16 WIB

Libatkan Berbagai Pemangku Kepentingan, BPBD Sleman Matangkan Standar Pelayanan 2026

Senin, 13 Juli 2026 - 16:41 WIB

JIKF 2026 Hadirkan Ribuan Layang-Layang, AirNav Pastikan Ruang Udara Tetap Aman

Senin, 13 Juli 2026 - 14:31 WIB

UMY Nonaktifkan Dosen Terduga Pelecehan Seksual, Investigasi Berjalan

Berita Terbaru