Monggang Gelar Festival Kreatif, Budaya dan UMKM Bergerak Bersama

Minggu, 1 November 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Bantul – Masyarakat Dusun Monggang menggerakkan kreativitas, melestarikan budaya, sekaligus memperkuat ekonomi warga melalui Monggang Creative Festival #1.
‎
‎Mengusung tema Bersatu dalam Kreasi, Menguatkan Budaya, Membangun Negeri, festival tersebut digelar memperingati Hari Sumpah Pemuda sekaligus menyambut peresmian Jalan Lingkar Dusun Monggang.
‎
‎Kegiatan di Kalurahan Pendowoharjo, Kapanewon Sewon, Kabupaten Bantul, ini menjadi momentum mempererat persatuan sekaligus memperkenalkan potensi seni budaya masyarakat setempat.
‎
‎Ketua Panitia, Rully Subekti, mengatakan festival tersebut sengaja dirancang sebagai ruang kolaborasi berbagai elemen masyarakat untuk mengembangkan potensi lokal.
‎
‎Menurut Rully, kegiatan ini bukan sekadar hiburan, melainkan wadah masyarakat menampilkan kreativitas, menjaga tradisi, sekaligus membangun kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.
‎
‎”Melalui festival ini, kami ingin menghadirkan ruang kolaborasi bagi seluruh masyarakat untuk menunjukkan potensi seni, budaya, dan kreativitas,” ujar Rully.
‎
‎Dia menjelaskan, peringatan Hari Sumpah Pemuda menjadi kesempatan penting untuk menghidupkan kembali semangat persatuan, gotong royong, serta kepedulian terhadap kemajuan lingkungan.
‎
‎”Semangat Sumpah Pemuda harus kita wujudkan melalui tindakan nyata, termasuk menjaga kebersamaan dan bersama-sama membangun wilayah,” katanya.
‎
‎Beragam pertunjukan kesenian tradisional turut menyemarakkan festival, mulai dari karawitan, pertunjukan sanggar seni, hingga penampilan kreatif anak-anak Dusun Monggang.
‎
‎Paguyuban Karawitan Mukti Laras menjadi salah satu pengisi acara dengan menghadirkan alunan gamelan yang memperlihatkan kekayaan seni tradisional masyarakat.
‎
‎Suasana semakin meriah melalui penampilan Sanggar Seni Sekar Jati Laras yang turut memberikan ruang ekspresi bagi pelaku seni lokal.
‎
‎Anak-anak setempat juga mendapatkan kesempatan tampil, menunjukkan bahwa pelestarian budaya membutuhkan keterlibatan generasi muda sejak lingkungan keluarga dan masyarakat.
‎
‎Kelompok ibu-ibu turut mempersembahkan kesenian gejog lesung, sementara Muji Plus menambah keberagaman hiburan dalam rangkaian Monggang Creative Festival #1.
‎
‎Menurut Rully, keterlibatan berbagai kelompok masyarakat tersebut menjadi gambaran bahwa budaya lokal dapat berkembang melalui kebersamaan lintas generasi.
‎
‎”Kami ingin anak-anak muda mengenal dan mencintai kesenian tradisional agar warisan budaya Monggang tetap terjaga,” ungkapnya.
‎
‎Tidak hanya mengangkat kesenian, festival tersebut juga menghadirkan bazar kuliner dan pemberdayaan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah setempat.
‎
‎Kehadiran bazar memberikan kesempatan bagi pelaku UMKM memperkenalkan produk, menjangkau konsumen, serta membuka peluang pemasaran lebih luas.
‎
‎”Kami berharap kegiatan ini memberikan manfaat ekonomi bagi warga, khususnya pelaku UMKM yang ikut meramaikan festival,” kata Rully.
‎
‎Momentum peresmian Jalan Lingkar Dusun Monggang juga menjadi bagian penting kegiatan karena infrastruktur tersebut diharapkan meningkatkan aksesibilitas dan mobilitas masyarakat.
‎
‎Keberadaan jalan lingkar diharapkan mendukung aktivitas warga, memperlancar konektivitas lingkungan, serta membuka peluang pengembangan ekonomi dan potensi wilayah Monggang.
‎
‎Rully menegaskan, festival perdana tersebut diharapkan menjadi langkah awal membangun kegiatan kreatif berkelanjutan sekaligus memperkuat identitas budaya masyarakat Dusun Monggang.
‎
“Harapan kami, Monggang Creative Festival tidak berhenti sampai di sini, tetapi terus berkembang menjadi agenda kebersamaan dan pemberdayaan masyarakat,” tegasnya.
‎
Melalui perpaduan seni, budaya,
‎kreativitas, dan pemberdayaan UMKM, Monggang Creative Festival #1 diharapkan menjadikan masyarakat semakin guyub, berbudaya, mandiri, serta berdaya.(waw)

Berita Terkait

Harda Kiswaya Gaungkan Kerukunan Lewat Pesparawi Sleman 2026
Susanto Dwi Antoro Dorong Langen Beksan Jaga Warisan Budaya
KAI Buka Tiket Desember, Penumpang Wajib Cek Perubahan Jadwal
DPW PPP DIY Tegaskan Restrukturisasi Bukan Dualisme, Mardiono Didukung
‎Musthafa Ajak Profesional Jadikan Profesi Jalan Pengabdian Kemanusiaan
Harda Resmikan Pancuran Tuk Bulus, Warga Siapkan Wisata Terpadu
‎GMX Bertolak ke Borobudur, Hadiri Tabligh Akbar Tolak Konser Andrea Bocelli
Penggeledahan Hamalatul Qur’an Sukoharjo, Dosen UMY Soroti Kewenangan Polisi

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 14:41 WIB

Harda Kiswaya Gaungkan Kerukunan Lewat Pesparawi Sleman 2026

Minggu, 1 November 2026 - 14:37 WIB

Susanto Dwi Antoro Dorong Langen Beksan Jaga Warisan Budaya

Minggu, 1 November 2026 - 14:28 WIB

KAI Buka Tiket Desember, Penumpang Wajib Cek Perubahan Jadwal

Minggu, 1 November 2026 - 14:21 WIB

Monggang Gelar Festival Kreatif, Budaya dan UMKM Bergerak Bersama

Minggu, 1 November 2026 - 14:06 WIB

‎Musthafa Ajak Profesional Jadikan Profesi Jalan Pengabdian Kemanusiaan

Berita Terbaru

Yogyakarta

Harda Kiswaya Gaungkan Kerukunan Lewat Pesparawi Sleman 2026

Minggu, 1 Nov 2026 - 14:41 WIB

Yogyakarta

Susanto Dwi Antoro Dorong Langen Beksan Jaga Warisan Budaya

Minggu, 1 Nov 2026 - 14:37 WIB

Jawa Tengah

Ribuan Massa GPK Kepung Borobudur, Tolak Konser Andrea Bocelli

Minggu, 1 Nov 2026 - 14:32 WIB

Yogyakarta

KAI Buka Tiket Desember, Penumpang Wajib Cek Perubahan Jadwal

Minggu, 1 Nov 2026 - 14:28 WIB