MEMAHAMI GOVERMENT SHUTDOWN (PENUTUPAN PEMERINTAH) AS

Jumat, 3 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : Dede Farhan Aulawi

JOGJAOKE.COM, Jakarta – Shutdown terjadi ketika Kongres AS gagal menyetujui undang‑undang anggaran atau continuing resolution (CR) yang memberi otorisasi pengeluaran untuk sebagian atau seluruh kegiatan federal pada tanggal mulai fiskal (biasanya 1 Oktober) atau saat temporary pendanaan untuk program tertentu berakhir. Tanpa otorisasi pengeluaran, menurut Antideficiency Act, pemerintah federal dilarang membelanjakan uang atau membuat kontrak baru kecuali untuk kewajiban yang sudah diamanatkan oleh hukum.

Penyebab umum terjadinya hal tersebut biasanya karena adanya kebuntuan politik antara DPR, Senat, dan/atau Gedung Putih terkait jumlah pengeluaran, prioritas program, atau tuntutan kebijakan (mis. pendanaan tembok perbatasan, perubahan program kesehatan, dsb.). Kegagalan menyetujui CR sebagai jembatan sementara sampai anggaran permanen disepakati.

Antideficiency Act, melarang pengeluaran federal tanpa otorisasi. Otoritas pengeluaran harus datang dari anggaran tahunan (appropriations bills) atau CR. Jika tidak ada, lembaga menghentikan kegiatan yang tidak “excepted”. Siapa yang tetap kerja (excepted) dan siapa yang furloughed? Excepted (wajib kerja meskipun tanpa bayaran saat shutdown): layanan yang melindungi keselamatan nyawa dan properti (mis. personel penegak hukum federal tertentu, pekerja di layanan darurat, beberapa pekerja bandara, TSA, petugas penjara, personel intelijen esensial). Mereka tetap bekerja selama shutdown tapi mungkin menerima gaji tertunda.

Furloughed (diberhentikan sementara) adalah pegawai federal untuk tugas non‑esensial yang menghentikan kerja sampai pendanaan tersedia. Para kontraktor federal seringkali tidak dibayar, karena kontrak dan pembayaran dapat ditunda.

Layanan yang sering terdampak :
– Penutupan kantor federal non‑esensial (mis. beberapa museum Smithsonian, kantor administrasi non‑esensial).
– Penutupan atau pembatasan layanan taman nasional, monumen, dan layanan pariwisata tertentu.
– Penundaan pengeluaran untuk proyek, penelitian, dan beberapa layanan administrasi.

Layanan seperti Jaminan Sosial, Medicare, dan program yang dibiayai oleh undang‑undang lain (bukan anggaran tahunan) biasanya tetap berjalan. (Detail tergantung kasus spesifik.)

Dampak ekonomi dan sosial
– Pegawai federal dan kontraktor yang tidak dibayar mengalami tekanan likuiditas, konsumsi belanja turun.
– Penundaan layanan pemerintah, izin, pengeluaran kontrak berdampak pada bisnis.
– Pengaruh terhadap pasar dan sentimen ekonomi — tergantung lama shutdown, bisa signifikan.
– Dampak reputasi dan efisiensi birokrasi (penundaan proyek, riset, audit).

Berapa lama biasanya ?
Bervariasi: beberapa hari sampai beberapa minggu. Contoh terkenal (sebagai referensi historis): 1995–1996 (beberapa minggu), 2013 (16 hari), 2018–2019 (35 hari — terpanjang sampai 2024).

Bagaimana biasanya diakhiri ?
– Kongres dan Presiden menyetujui RUU pendanaan atau CR, atau ada kompromi kebijakan yang diajukan.
– Bisa pula ada penetapan darurat atau pengalihan dana, tetapi itu jarang dan kontroversial.

Dengan demikian, shutdown adalah akibat proses politik dan hukum ketika tidak ada otorisasi pengeluaran oleh Kongres. Beberapa layanan berhenti, beberapa berlanjut (dengan pengorbanan), dan dampaknya bisa terasa luas tergantung lama dan cakupannya. Semoga bermanfaat.

Berita Terkait

Indonesia Sabet 9 Penghargaan di WorldSkills Competition Shanghai 2026
Angkat Kriya Berkelanjutan, Dekranasda Kota Bekasi Tampil di Kriyanusa 2026
Dari Lampung ke Kriyanusa 2026, Batin Wulan Pacu Kriya Lokal Tembus Pasar Global
Hadapi Perkembangan Teknologi, Teknisi Ponsel Perlu Tingkatkan Kompetensi
MagangHub Batch 3 Angkatan II Dibuka, Kemnaker Ajak Perusahaan Jadi Mitra Penyelenggara
Teknologi Makin Berkembang, Wamenaker Afriansyah Noor Tekankan Kompetensi Teknisi Ponsel
Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia, Putra Bungsu Soekarno Tutup Usia 73 Tahun.
Herman Deru dan Febrita Lustia Hadiri Pembukaan Kriyanusa 2026 di JICC

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 16:51 WIB

Angkat Kriya Berkelanjutan, Dekranasda Kota Bekasi Tampil di Kriyanusa 2026

Senin, 28 September 2026 - 10:54 WIB

Dari Lampung ke Kriyanusa 2026, Batin Wulan Pacu Kriya Lokal Tembus Pasar Global

Minggu, 27 September 2026 - 15:03 WIB

Hadapi Perkembangan Teknologi, Teknisi Ponsel Perlu Tingkatkan Kompetensi

Minggu, 27 September 2026 - 14:45 WIB

MagangHub Batch 3 Angkatan II Dibuka, Kemnaker Ajak Perusahaan Jadi Mitra Penyelenggara

Sabtu, 26 September 2026 - 14:28 WIB

Teknologi Makin Berkembang, Wamenaker Afriansyah Noor Tekankan Kompetensi Teknisi Ponsel

Berita Terbaru

Jajaran pemain dan tim produksi foto bersama saat konferensi pers peluncuran film layar lebar Cidro Asmoro di Raminten's Kitchen, Yogyakarta

Yogyakarta

Sukses di Serial, Cidro Asmoro Kini Diadaptasi ke Layar Lebar

Selasa, 29 Sep 2026 - 16:15 WIB

Yogyakarta

‎GKR Bendara Kembali Pimpin DPD PUTRI DIY Periode 2026–2030

Selasa, 29 Sep 2026 - 16:11 WIB