Masa Gratis Habis, Mulai 2026 Bus Listrik di Kota Yogyakarta Berbayar

Minggu, 4 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bus listrik di Yogyakarta mulai berbayar. (Dok Pemkot)

Bus listrik di Yogyakarta mulai berbayar. (Dok Pemkot)

JOGJAOKE.COM, Yogyakarta — Masa bulan madu bus listrik di Kota Yogyakarta berakhir. Mulai 1 Januari 2026, armada ramah lingkungan yang sempat dinikmati warga secara cuma-cuma itu resmi memungut tarif.

Setelah setahun lebih diuji coba, Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta menetapkan ongkos Rp 2.700 per perjalanan, angka yang sama dengan tarif Trans Jogja berbahan bakar diesel.

Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan DIY, Wulan Sapto Nugroho, mengatakan kebijakan ini menandai fase baru operasional bus listrik.

“Tarifnya sama seperti Trans Jogja, Rp 2.700 per perjalanan,” ujarnya, Jumat, 2 Januari 2026.

Informasi tersebut, kata dia, sudah diumumkan melalui akun resmi Instagram Dinas Perhubungan DIY.

Namun, tidak semua penumpang membayar penuh. Pemerintah tetap memberi karpet merah bagi kelompok tertentu.

Lansia dan penyandang disabilitas pemegang Kartu Khusus Lansia dan Kartu Khusus Difabel hanya dikenai Rp2.000 per perjalanan.

Sementara pelajar dengan Kartu Khusus Pelajar membayar jauh lebih murah: Rp 500 sekali naik.

Selama masa uji coba yang berakhir 31 Desember 2025, penumpang hanya diminta melakukan tap kartu uang elektronik dengan nilai nol rupiah.

Menurut Wulan, skema itu semata untuk pendataan dan pengujian sistem. “Bukan pungutan, hanya untuk uji coba,” katanya.

Bus listrik sempat berkeliling di sejumlah rute strategis, mulai dari Adisutjipto–Malioboro, Terminal Ngabean–Malioboro, hingga Jombor–Malioboro.

Memasuki 2026, pilihan rute dipersempit. Armada listrik kini fokus melayani lintasan Terminal Jombor–Malioboro, rute yang dinilai paling diminati penumpang.

Lintasan tersebut akan melewati Terminal Jombor–Jalan Magelang–Simpang Empat Pingit–Tugu Jogja–Jalan Mangkubumi–Kleringan–Jalan Abu Bakar Ali–Malioboro–Jalan KH Ahmad Dahlan–Jalan Bhayangkara–Jlagran–Jalan Tentara Pelajar–Jalan Magelang–kembali ke Terminal Jombor.

Rute ini bersifat tetap dan tidak akan bergeser setidaknya selama satu tahun ke depan. Pembayaran pun diproyeksikan sepenuhnya non-tunai.

Kepala Dinas Perhubungan DIY, Chrestina Erni Widyastuti, menyebut keputusan memilih rute Jombor–Malioboro didasarkan pada evaluasi penumpang.

“Dari hasil evaluasi, trayek Jombor paling layak karena peminatnya tinggi,” katanya. Survei kemampuan dan kemauan membayar (ATP–WTP) juga menunjukkan tarif setara bus diesel masih dapat diterima publik.

Dengan tarif resmi dan rute tetap, bus listrik Yogyakarta kini tak lagi sekadar proyek uji coba. Ia memasuki fase operasional penuh, diuji bukan hanya oleh teknologi, tetapi juga oleh kesediaan warga membayar transportasi hijau di kota budaya ini. (ihd)

Berita Terkait

Pemkot Yogya Buka Posko Konsultasi THR 2026, Layanan Daring hingga Mediasi Disiapkan
50 Gerobak PGN untuk Yogyakarta:  Kotagede Ditargetkan ‘Tanpa Rumput’
Stok Aman, Harga Pangan di Yogya Naik Wajar pada Pekan Kedua Ramadan
Pemkot Yogyakarta dan Muhammadiyah Kolaborasi Kampung Tematik Brontokusuman
Madrasah Quran Ramadan Warnai Pembinaan ASN Pemkot Yogyakarta
Pemkot Yogyakarta Pastikan Mutu dan Keamanan Bahan Pangan Selama Ramadan
Pemkot Yogya Perkuat Talud Tiga Sungai Sepanjang 36 Kilometer, 30 Persen Masih Bertahap
Indeks Kepuasan Naik, AKIP Predikat A, Kinerja Pemkot Yogyakarta Menguat

Berita Terkait

Kamis, 5 Maret 2026 - 16:54 WIB

Pemkot Yogya Buka Posko Konsultasi THR 2026, Layanan Daring hingga Mediasi Disiapkan

Selasa, 3 Maret 2026 - 18:21 WIB

50 Gerobak PGN untuk Yogyakarta:  Kotagede Ditargetkan ‘Tanpa Rumput’

Jumat, 27 Februari 2026 - 23:36 WIB

Stok Aman, Harga Pangan di Yogya Naik Wajar pada Pekan Kedua Ramadan

Jumat, 27 Februari 2026 - 02:37 WIB

Pemkot Yogyakarta dan Muhammadiyah Kolaborasi Kampung Tematik Brontokusuman

Jumat, 27 Februari 2026 - 02:20 WIB

Madrasah Quran Ramadan Warnai Pembinaan ASN Pemkot Yogyakarta

Berita Terbaru