JOGJAOKE.COM, JAKARTA – Penyanyi dan penulis lagu IDGITAF resmi merilis album penuh keduanya bertajuk Berusaha di Bawah Hujan pada (15/5/26). Album yang terdiri dari 12 lagu ini menjadi penanda babak baru dalam perjalanan musikal Gita, sekaligus menghadirkan eksplorasi tema cinta yang lebih personal dibanding karya-karya sebelumnya.
Setelah lebih dulu memperkenalkan sejumlah single sejak Oktober 2025, Idgitaf kini menyuguhkan keseluruhan cerita yang dirangkai dalam Berusaha di Bawah Hujan. Album ini menawarkan warna musik yang segar melalui sentuhan country yang berpadu dengan pop hangat khas dirinya, seperti terdengar dalam lagu “Sedia Aku Sebelum Hujan” dan “Mungkin di Depan Buram”.
Menurut Gita, album ini lahir dari pengalaman jatuh cinta yang memberinya banyak perspektif baru, baik dalam kehidupan maupun proses berkarya.
“Album ini lahir dari pengalaman jatuh cinta yang terasa begitu baru buat aku, sampai rasanya kata-kata saja tidak cukup untuk menjelaskan semuanya. Karena itu aku merasa harus menuliskannya lewat musik,” ujar Gita.
Lebih dari sekadar kisah romantis, Berusaha di Bawah Hujan menggambarkan perjalanan emosional yang terbagi dalam empat fase, mulai dari menemukan cinta yang terasa menyembuhkan, menikmati kebahagiaan, menghadapi konflik dan keraguan, hingga belajar menerima serta bertahan menghadapi berbagai tantangan dalam hubungan.
Proses pengerjaan album berlangsung sejak Februari 2025 hingga April 2026 dengan melibatkan sejumlah produser, yakni Enrico Octaviano, Lafa Pratomo, Michael Rodovan, Ricco, Rama Harto, dan Luthfi Adianto.
Album ini juga menghadirkan dua kolaborasi spesial. Musisi Hindia (Baskara Putra) tampil dalam lagu “Masih Ada Cahaya”, sementara Dere berkolaborasi dalam lagu “Setengah Langit”.
“Masih Ada Cahaya” menjadi salah satu lagu yang paling personal bagi Gita. Lagu tersebut bercerita tentang upaya memahami masa lalu pasangan dan menerima berbagai pengalaman yang membentuk dirinya saat ini.
Sementara itu, “Setengah Langit” yang ditulis bersama Dere mengangkat refleksi tentang perempuan dan cara mereka memaknai kebahagiaan di tengah berbagai ekspektasi sosial.
Untuk merayakan perilisan album ini, Idgitaf juga menghadirkan acara bertajuk Berusaha di Bawah Hujan (Immersive Album Experience) di Teater Salihara, Jakarta Selatan. Acara tersebut dirancang sebagai pengalaman musik yang menggabungkan elemen audio, visual, dan ruang interaktif melalui sesi mendengarkan album, penampilan akustik, sound bath, hingga sesi tanda tangan CD.
Selama ini Idgitaf dikenal melalui lagu-lagu bertema kesehatan mental dan penerimaan diri yang tertuang dalam album debutnya, Mengudara (2023). Melalui Berusaha di Bawah Hujan, ia menunjukkan sisi lain perjalanan hidupnya yang lebih intim dan penuh refleksi.
“Album ini mengisahkan sebuah journey, a work in progress. Bukan untuk memberikan jawaban, tapi menjadi teman seperjalanan. Aku ingin orang-orang melihat bahwa album ini adalah tentang berusaha,” kata Gita.
Dirilis melalui label Idgitaf Musik bekerja sama dengan KithLabo, Berusaha di Bawah Hujan kini sudah dapat didengarkan di berbagai platform streaming digital. (Aga)





