Mahasiswa ISI Yogyakarta Angkat Ketangguhan Warga Hadapi Krisis Lingkungan

Kamis, 11 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, ‎Bantul – Mahasiswa Program Studi Fotografi Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta menyoroti ketahanan komunitas dalam menghadapi berbagai persoalan lingkungan melalui karya-karya fotografi yang dipamerkan dalam Pekan Fotografi Sewon (PFS) #19 bertajuk Prime Time.

Pameran yang berlangsung pada 11-14 Juni 2026 itu menghadirkan 32 karya tugas akhir mahasiswa yang mengangkat beragam isu sosial dan lingkungan dari berbagai daerah di Indonesia.

Salah satu karya yang mencuri perhatian adalah foto dokumenter tentang krisis lingkungan dan ketahanan masyarakat akibat abrasi di Kampung Beting, Desa Pantai Bahagia, Kabupaten Bekasi, karya Rahid Putra Laksana.

Selama satu tahun, Rahid merekam kehidupan warga pesisir yang terus berjuang mempertahankan ruang hidup mereka di tengah ancaman abrasi yang perlahan mengikis daratan tempat tinggal mereka.

“Yang ingin saya tunjukkan bukan hanya kerusakan lingkungannya, tetapi bagaimana masyarakat tetap bertahan dan beradaptasi di tengah kondisi tersebut,” kata Rahid.

Rahid menilai persoalan abrasi di Kampung Beting masih belum banyak diketahui publik meski dampaknya dirasakan setiap hari oleh masyarakat setempat.

Melalui karya fotografi dokumenternya, ia berharap isu tersebut mendapatkan perhatian yang lebih luas.

“Saya berharap karya ini dapat menjadi salah satu cara untuk menyuarakan persoalan abrasi yang terjadi di Kampung Beting agar lebih banyak diketahui masyarakat luas,” ujarnya.

Persoalan lingkungan lainnya diangkat Rizmi Azza Aqiffina melalui karya Foto Dokumenter Gerakan Memanen Air Hujan oleh Komunitas Banyu Bening.

Karya tersebut merekam aktivitas komunitas dalam memanen, mengolah, dan memanfaatkan air hujan sebagai sumber air alternatif.

“Krisis air bersih masih menjadi persoalan di berbagai daerah. Padahal Indonesia memiliki curah hujan yang cukup tinggi sehingga air hujan sebenarnya dapat dimanfaatkan sebagai salah satu alternatif untuk memenuhi kebutuhan air,” kata Azza.

Tak hanya menampilkan proses pemanenan air hujan, Azza juga mendokumentasikan berbagai kegiatan edukasi masyarakat dan aksi konservasi lingkungan yang dilakukan komunitas tersebut.

Menurutnya, langkah sederhana itu dapat menjadi solusi nyata menghadapi krisis air bersih.

“Melalui karya ini saya ingin menunjukkan bahwa air hujan dapat menjadi solusi yang nyata untuk membantu mengatasi persoalan krisis air bersih jika dikelola dengan baik,” ujarnya.

Sementara itu, Irza Saputra mengangkat hubungan masyarakat adat dengan lingkungan melalui karya Potret Environmental Rorokan di Kasepuhan Gelaralam, Sukabumi, Jawa Barat.

Karyanya menampilkan peran rorokan sebagai perangkat adat yang menjaga keseimbangan antara kebutuhan masyarakat dan kelestarian alam.

“Saya ingin memperlihatkan bahwa rorokan bukan hanya struktur pemerintahan adat, tetapi juga bagian dari sistem yang menjaga hubungan masyarakat dengan alam,” kata Irza.

Pameran PFS #19 sendiri dibuka pada Kamis (11/6) pukul 15.00 WIB di Gedung Auvi Fakultas Seni Media Rekam ISI Yogyakarta dan menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan pesan-pesan sosial melalui medium fotografi.(WAW)

Berita Terkait

‎Viral Aksi Gerombolan Debt Collector Bantul, Polisi Dalami Pengerusakan Rumah Warga
Kodim Wonosobo Resmikan Jembatan Garuda, Buka Akses Majukan Desa Terpencil
‎Pemda Pastikan JLFR Tetap Meluncur, Pesepeda Bebas Melintas Malioboro
‎Bedah Film UWM Bongkar Tantangan Implementasi UU Pekerja Rumah Tangga
Ruwatan Ageng Bantul Doakan Keselamatan Bangsa dan Keseimbangan Alam
Takmir NHK Borong Sawi, Petani dan Jamaah Bahagia
‎Polda DIY dan Jogja Menyapa Bergerak Bantu Warga
Ahli Waris Klaim Tanah Masuk SHGB UMK, Minta Kejelasan Bukti

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 16:35 WIB

‎Viral Aksi Gerombolan Debt Collector Bantul, Polisi Dalami Pengerusakan Rumah Warga

Kamis, 23 Juli 2026 - 15:07 WIB

Kodim Wonosobo Resmikan Jembatan Garuda, Buka Akses Majukan Desa Terpencil

Rabu, 22 Juli 2026 - 15:48 WIB

‎Pemda Pastikan JLFR Tetap Meluncur, Pesepeda Bebas Melintas Malioboro

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:45 WIB

‎Bedah Film UWM Bongkar Tantangan Implementasi UU Pekerja Rumah Tangga

Rabu, 22 Juli 2026 - 09:39 WIB

Ruwatan Ageng Bantul Doakan Keselamatan Bangsa dan Keseimbangan Alam

Berita Terbaru