JOGJAOKE.COM, Denpasar, Bali – Melanjutkan kunjungan kerja di Provinsi Bali, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan bahwa pembangunan Bali Maritime Tourism Hub (BMTH) di Pelabuhan Benoa bukan sekadar menghadirkan marina bertaraf internasional, tetapi menjadi upaya membangun ekosistem pariwisata yang mampu menciptakan lapangan kerja, menggerakkan ekonomi rakyat, sekaligus menjaga kelestarian alam dan budaya Bali.
Saat meninjau langsung kawasan BMTH di Pelabuhan Benoa, Selasa (21/7), Menko AHY menyampaikan bahwa sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pusat wisata bahari dunia. Bali, sebagai destinasi unggulan yang dikenal luas oleh wisatawan mancanegara, harus terus diperkuat agar tetap kompetitif sekaligus memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat.
“Hari ini saya melakukan kunjungan ke Pelabuhan Benoa, sebuah proyek yang menurut saya sangat strategis bagi pengembangan pariwisata di Bali, yaitu Bali Maritime Tourism Hub. Di lokasi ini tengah dibangun kawasan, fasilitas, dan ekosistem yang akan mendukung berkembangnya wisata bahari Indonesia,” ujar Menko AHY.
Menurutnya, BMTH dirancang menjadi kawasan marina modern yang mampu menampung hingga 188 yacht, termasuk super yacht dan mega yacht, serta menyediakan fasilitas tambat bagi hingga lima kapal pesiar berukuran besar. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan mampu menarik lebih banyak wisatawan berkualitas (high spending tourism) yang tidak hanya menikmati keindahan alam dan budaya Bali, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat lokal.
“Para wisatawan ini bukan hanya datang untuk singgah. Mereka bisa tinggal berminggu-minggu, berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun. Artinya, mereka akan berbelanja, menggunakan berbagai layanan, dan menggerakkan roda perekonomian masyarakat Bali,” jelasnya.
Menko AHY menambahkan, pembangunan BMTH tidak hanya menghadirkan dermaga berstandar internasional dengan fasilitas air, listrik, dan teknologi modern, tetapi juga akan dilengkapi area hiburan, pusat perbelanjaan, ruang terbuka hijau, taman publik, serta berbagai fasilitas yang aman dan nyaman bagi seluruh pengunjung.
Menko AHY menegaskan bahwa pengembangan pariwisata Bali harus dilaksanakan secara bertanggung jawab. Pemerintah tidak ingin pertumbuhan ekonomi dicapai dengan mengorbankan lingkungan hidup maupun kekayaan budaya yang menjadi identitas Pulau Dewata.
“Karena itu, seluruh proses pembangunan BMTH akan mengedepankan prinsip keberlanjutan (sustainability), memperhatikan aspirasi masyarakat, serta berjalan sesuai Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR),” papar Menko AHY.
Menko AHY optimistis, dengan perencanaan yang matang, kawasan ini tidak hanya menjadi pusat aktivitas wisata bahari, tetapi juga menjadi ikon baru yang mampu mengangkat posisi Indonesia sebagai negara maritim terdepan di kawasan.
“Mengapa tidak jika visinya menjadikan kawasan ini sebagai salah satu marina terbesar dan terbaik di Asia Tenggara? Indonesia sebagai negara maritim dan negara kepulauan terbesar sudah sepatutnya menjadi hub sekaligus pusat wisata bahari yang mendunia,” tutur Menko AHY.
“Pemerintah terus mendukung percepatan pembangunan BMTH melalui penyempurnaan berbagai regulasi serta penciptaan iklim investasi yang semakin kondusif. Proyek ini direncanakan beroperasi secara penuh pada akhir 2028, dengan pembangunan yang dilakukan secara bertahap dan profesional,” tutup Menko AHY.
Dalam kesempatan tersebut turut dijelaskan bahwa pengembangan marina memerlukan penataan kawasan, termasuk relokasi kapal-kapal perikanan menuju lokasi baru yang disiapkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Dalam peninjauan tersebut, Menko AHY didampingi Sekretaris Kementerian Koordinator Ayodhia G. Kalake, Deputi Bidang Koordinasi Pemerataan Pembangunan Wilayah, Agraria, dan Tata Ruang Nazib Faizal, Deputi Bidang Koordinasi Konektivitas Odo R. M. Manuhutu, serta Staf Khusus Bidang Hukum dan Regulasi Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Sigit Raditya. (adt)
Sumber : Kemenko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan






