Rakor Tingkat Menteri Sinkronkan Pengembangan Wilayah Bali dan Ekonomi Kreatif

Senin, 20 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan memimpin Rapat Koordinasi Tingkat Menteri Pengembangan Wilayah Bali yang dihadiri Menteri Ekonomi Kreatif di Wiswa Sabha Utama, Denpasar, Bali

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan memimpin Rapat Koordinasi Tingkat Menteri Pengembangan Wilayah Bali yang dihadiri Menteri Ekonomi Kreatif di Wiswa Sabha Utama, Denpasar, Bali

JOGJAOKE.COM, Denpasar, 20 Juli 2026 – Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, menghadiri Rapat Koordinasi Tingkat Menteri Pengembangan Wilayah Bali yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Wiswa Sabha Utama, Bali, Senin (20/7). Rapat membahas sinkronisasi kebijakan lintas kementerian/lembaga dan pemerintah daerah untuk mendukung pembangunan Bali yang berkelanjutan melalui penguatan infrastruktur, pariwisata, dan ekonomi kreatif.

Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan AHY menegaskan, pengembangan wilayah Bali sebagai pariwisata kelas dunia harus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, kelestarian lingkungan, budaya, dan kesejahteraan masyarakat.

“Kita ingin memastikan Bali tetap menjadi destinasi pariwisata kelas dunia, tetapi pembangunan yang dilakukan juga harus menjaga alam, budaya, dan masyarakatnya. Karena itu diperlukan kolaborasi lintas kementerian, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan agar setiap kebijakan yang diambil saling terintegrasi dan memberikan manfaat jangka panjang,” ujar AHY.

Senada dengan hal tersebut, Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya menilai, Bali memiliki posisi strategis sebagai etalase karya kreatif Indonesia di mata dunia. Karena itu, pengembangan wilayah Bali perlu dibarengi penguatan ekosistem ekonomi kreatif agar menciptakan nilai tambah, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Bali merupakan salah satu provinsi prioritas pengembangan ekonomi kreatif nasional. Karena itu, kami ingin memastikan pengembangan wilayah Bali berjalan seiring dengan penguatan ekosistem ekonomi kreatif, sehingga karya dan talenta kreatif daerah dapat semakin berkembang sekaligus memperkuat daya saing Bali sebagai destinasi wisata kelas dunia,” ujar Menteri Ekraf.

Sebagai implementasi Peraturan Presiden Nomor 37 Tahun 2026 tentang Rencana Induk Ekonomi Kreatif (Rindekraf) 2026–2045, Kementerian Ekraf mendorong sinergi lintas kementerian, lembaga, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan dalam mengembangkan 21 subsektor ekonomi kreatif.

“Melalui Rindekraf, kami tidak memulai dari nol. Fokus kami adalah memperkuat desa kreatif, mengaktivasi creative hub yang telah berkembang di daerah, serta mendorong karya kreatif lokal agar mampu menjadi kebanggaan di pasar nasional maupun global melalui program Creative by Indonesia,” kata Menteri Ekraf.

Sementara itu, Gubernur Bali I Wayan Koster menyampaikan bahwa Bali menyumbang sekitar 55 persen devisa pariwisata nasional. Menurutnya, tingginya aktivitas di Bali perlu diimbangi dengan percepatan pembangunan infrastruktur, penanganan sampah, penyediaan air bersih, pengendalian abrasi pantai, serta penguatan konektivitas antarkawasan agar pembangunan berlangsung lebih merata. Upaya tersebut akan memperkuat daya dukung bagi pengembangan berbagai sektor, termasuk ekonomi kreatif.

Dalam rapat tersebut, AHY juga mendorong kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah untuk menindaklanjuti hasil koordinasi sesuai tugas dan kewenangan masing-masing. Kementerian Ekraf diarahkan memperkuat program sertifikasi dan pembinaan pelaku ekonomi kreatif, pengembangan desa kreatif dan creative hub, serta kolaborasi dengan pemerintah daerah sebagai bagian dari pemerataan pembangunan di Bali Utara, Bali Timur, dan Bali Barat.

Rapat koordinasi turut diikuti Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy; Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana; Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional, Ossy Dermawan, serta perwakilan kementerian dan lembaga terkait. (LSI)

 

Sumber : Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif

 

Berita Terkait

Wamendagri Bima Arya Ajak Generasi Pemimpin Siap Hadapi Era Transformasi
Akhiri Penantian 21 Tahun, Pemerintah Serahkan SHM kepada 441 Keluarga Transmigran Simeulue
AHY: Pembangunan Bali Harus Terpadu, Infrastruktur hingga Tata Ruang Tak Bisa Dipisahkan
Kemendagri Gandeng Pemda Percepat Verifikasi dan Validasi untuk Implementasi KDKMP
Jembatan Darurat Nagari Anduriang Rampung, Pemulihan Infrastruktur Padang Pariaman Terus Dipercepat
Mitigasi Pascabanjir Tapteng, Satgas PRR Fokus Perkuat Tanggul Sungai
Kemendagri Minta Pemda Maksimalkan Pendataan Demi Penyaluran BSPS yang Tepat Sasaran
Menteri Ekraf Siap Akselerasi Program untuk Perkuat Ekonomi Nasional

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 15:18 WIB

Wamendagri Bima Arya Ajak Generasi Pemimpin Siap Hadapi Era Transformasi

Senin, 20 Juli 2026 - 22:39 WIB

Akhiri Penantian 21 Tahun, Pemerintah Serahkan SHM kepada 441 Keluarga Transmigran Simeulue

Senin, 20 Juli 2026 - 22:23 WIB

Rakor Tingkat Menteri Sinkronkan Pengembangan Wilayah Bali dan Ekonomi Kreatif

Senin, 20 Juli 2026 - 22:10 WIB

AHY: Pembangunan Bali Harus Terpadu, Infrastruktur hingga Tata Ruang Tak Bisa Dipisahkan

Senin, 20 Juli 2026 - 19:55 WIB

Kemendagri Gandeng Pemda Percepat Verifikasi dan Validasi untuk Implementasi KDKMP

Berita Terbaru