‎Komisi A Desak Digitalisasi Data Kelurahan Demi Pelayanan Publik Berkualitas

Selasa, 28 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, ‎JOGJA – Komisi A DPRD Kota Yogyakarta menyoroti penguatan peran RT-RW serta digitalisasi data kelurahan dalam pembahasan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2027 bersama pemerintah kota. ‎Pembahasan bersama Bagian Tata Pemerintahan Sekretariat Daerah menempatkan pembaruan data sebagai kebutuhan mendesak untuk meningkatkan efektivitas pelayanan kepada masyarakat secara menyeluruh.

‎Ketua Komisi A DPRD Kota Yogyakarta, Susanto Dwi Antoro, S.E., menegaskan transformasi digital harus menjadi prioritas pembangunan pemerintahan tingkat kelurahan yang berkelanjutan. ‎”Pengelolaan data terintegrasi dan diperbarui secara berkala akan memberikan manfaat besar bagi pemerintah maupun masyarakat,” ujar Susanto dalam pembahasan tersebut.

‎Ia menilai evaluasi kelurahan tidak cukup hanya berorientasi pada kelengkapan administrasi, melainkan harus didukung pembaruan data secara rutin berbasis teknologi modern. ‎”Pemanfaatan teknologi akan mengurangi beban masyarakat maupun kader ketika menghadapi evaluasi atau berbagai perlombaan,” kata Susanto menegaskan.

‎Menurutnya, data yang selalu diperbarui memungkinkan kebutuhan administrasi dipenuhi lebih cepat, lebih akurat, serta lebih efisien dibandingkan menggunakan sistem manual sebelumnya. ‎”Data valid dan mutakhir menjadi landasan kuat dalam penyusunan kebijakan pemerintah, termasuk pengambilan keputusan di tingkat kelurahan,” ujarnya kembali.

‎Komisi A juga memandang digitalisasi akan membantu penataan aparatur kewilayahan melalui indikator kinerja yang lebih objektif, terukur, serta mudah dievaluasi setiap saat. ‎”Pelayanan publik akan meningkat apabila seluruh proses didukung data yang berkualitas, lengkap, dan mudah diakses,” kata Susanto menambahkan.

‎Dalam forum tersebut, penguatan kapasitas RT-RW menjadi perhatian penting karena mereka merupakan ujung tombak pelayanan pemerintahan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. ‎”RT dan RW membutuhkan dukungan anggaran, peningkatan kemampuan, serta sistem pendataan yang semakin modern,” ungkapnya.

‎Komisi A berharap pembahasan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2027 mampu mengakomodasi kebutuhan digitalisasi tata kelola pemerintahan hingga tingkat kelurahan secara bertahap dan berkesinambungan.

‎Selain mendukung evaluasi aparatur kewilayahan, sistem data terpadu diyakini akan mempercepat pelayanan administrasi sekaligus meningkatkan ketepatan penyusunan berbagai program pembangunan daerah. ‎”Kami ingin kebijakan berbasis data benar-benar diwujudkan sehingga manfaatnya dirasakan masyarakat secara langsung,” tutur Susanto menegaskan.

‎Melalui penguatan RT-RW, pemanfaatan teknologi, dan pembaruan data berkelanjutan, Komisi A optimistis pelayanan publik Kota Yogyakarta akan semakin cepat, transparan, adaptif, dan berkualitas.(waw)

Berita Terkait

‎GPM Yogyakarta Tegaskan Marhaenisme Bukan Kendaraan Politik Pribadi Kekuasaan
OTT Rektor Unsoed Jadi Alarm Keras Kampus Negeri Yogyakarta
Rayakan HUT RI ke-81, KAWAL Indonesia Bergerak Bersihkan Lingkungan Bersama Masyarakat
Desil DTSEN Bisa Berubah, Pakar UMY: Jangan Dianggap Label Mutlak Kesejahteraan
Pasien BPJS Tunggu 8 Jam di IGD RSCM, Dosen UMY Soroti Patient Flow Rumah Sakit
GPM Tegaskan Independensi, Marhaenisme Tetap Jadi Garis Perjuangan Organisasi
Ekonomi Digital Makin Beragam, Pemkot Yogyakarta Masukkan Kreator Konten dalam Pendataan UMKM
Pameran Batik Kontemporer Prawirotaman Angkat Karya dan Kreativitas Pembatik Muda

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 13:19 WIB

‎GPM Yogyakarta Tegaskan Marhaenisme Bukan Kendaraan Politik Pribadi Kekuasaan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 13:15 WIB

OTT Rektor Unsoed Jadi Alarm Keras Kampus Negeri Yogyakarta

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 11:28 WIB

Rayakan HUT RI ke-81, KAWAL Indonesia Bergerak Bersihkan Lingkungan Bersama Masyarakat

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 08:54 WIB

Desil DTSEN Bisa Berubah, Pakar UMY: Jangan Dianggap Label Mutlak Kesejahteraan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 08:47 WIB

Pasien BPJS Tunggu 8 Jam di IGD RSCM, Dosen UMY Soroti Patient Flow Rumah Sakit

Berita Terbaru

Yogyakarta

OTT Rektor Unsoed Jadi Alarm Keras Kampus Negeri Yogyakarta

Sabtu, 22 Agu 2026 - 13:15 WIB