JOGJAOKE.COM, Sleman – Rapat Koordinasi Komunitas Kain dan Kebaya Indonesia (KKI) DPC Sleman di Gedung DPRD Sleman, Senin (15/6/2026) menjadi momentum memperkuat gerakan pelestarian budaya sekaligus pemberdayaan perempuan melalui kebaya dan kain tradisional Indonesia.
Ketua KKI DPC Sleman, Tanti Karalyn, menegaskan komunitas yang dipimpinnya tidak sekadar menjadi wadah pecinta kebaya dan kain tradisional.
”KKI hadir sebagai sarana edukasi, pelestarian budaya, pemberdayaan perempuan, serta penguatan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Tanti menyampaikan apresiasi kepada DPRD Kabupaten Sleman yang telah mendukung dan memfasilitasi kegiatan tersebut.
”Dukungan ini merupakan bentuk sinergi yang sangat berarti bagi upaya melestarikan dan memperkenalkan kekayaan budaya bangsa,” katanya.
Ia berharap kolaborasi antara KKI DPC Sleman dan DPRD Kabupaten Sleman terus diperkuat.
”Kami berharap kerja sama ini terus terjalin agar berbagai program pelestarian budaya berjalan optimal dan bermanfaat bagi masyarakat,” tegasnya.
Tanti memaparkan sejumlah program kerja yang akan dijalankan, mulai sosialisasi budaya kepada generasi muda, pelatihan berkebaya, workshop perawatan kain tradisional, hingga penguatan organisasi melalui pertemuan rutin anggota.
Selain itu, KKI DPC Sleman juga berkomitmen mendukung pelaku UMKM dan perajin lokal.
”Pemberdayaan UMKM serta perajin kain tradisional menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan warisan budaya sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.
Program unggulan bertajuk “Kebaya Goes to Public Space” turut menjadi perhatian.
Melalui program tersebut, masyarakat diajak mengenakan kebaya dalam berbagai aktivitas sehari-hari sebagai bentuk kebanggaan terhadap identitas budaya Indonesia.
Ketua DPRD Kabupaten Sleman, Y. Gustan Ganda, dalam kesempatan itu menitipkan pesan khusus kepada KKI.
”Lestarikan budaya berkebaya untuk generasi muda. Kebaya harus menjadi jati diri yang berbudaya dan melahirkan perempuan yang berdaya bagi keluarga maupun masyarakat,” pesannya.
Sementara itu, Ketua DPD KKI DIY menyampaikan terima kasih atas dukungan seluruh pihak terhadap pengembangan organisasi.
Ia juga melaporkan bahwa Musyawarah Nasional (Munas) II KKI di Madiun berlangsung sukses, tertib, dan menghasilkan berbagai keputusan strategis organisasi.
Menutup kegiatan, Tanti Karalyn menegaskan pentingnya menjaga kebersamaan dalam merawat budaya bangsa.
”Jika kain dan kebaya adalah warisan budaya, maka kebersamaan adalah kekuatan kita bersama. Mari terus melestarikan budaya Indonesia untuk masa depan generasi penerus,” pungkasnya.(WAW)






