Kepala Daerah Harus Jadi Pilar Perdamaian dan Stabilitas, Pesan Wamendagri Bima Arya

Rabu, 24 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Sentul – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menegaskan kepala daerah harus mampu menjaga stabilitas perdamaian di wilayah masing-masing. Salah satu cara yang dapat dilakukan yakni dengan menciptakan konektivitas yang baik antara pemimpin dan masyarakat.

“Nah, ini adalah konektivitas antara pemimpin dan daerahnya dan kita tidak bisa main-main masalah stabilitas perdamaian,” katanya dalam kegiatan Seminar International Day of Peace di Aula Serbaguna Universitas Pertahanan (Unhan) Republik Indonesia (RI), Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat (Jabar), Selasa (23/9/2025).

Lebih lanjut, Bima menjelaskan, untuk menjaga perdamaian, kepala daerah harus piawai dalam membangun konsensus. Namun, membangun konsensus bukan perkara mudah karena membutuhkan dukungan dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan kesadaran semua pihak. Dengan demikian, kepala daerah perlu aktif turun ke masyarakat serta memperhatikan kesejahteraan mereka.

Ia menambahkan, perdamaian sejati tidak terlahir dari paksaan, melainkan dari stabilitas, kesadaran, dan konsensus. Adapun stabilitas suatu daerah, kata Bima, akan terwujud jika masyarakat memiliki rasa percaya terhadap pemimpinnya. Karena itu, dalam konteks ini diperlukan pemerintahan yang bersih, baik, dan berwibawa.

“Kalau kepala daerah itu tidak punya jam terbang kemudian ingin membangun kondusivitas, sering kali dibenturkan dengan berbagai realita karena dibutuhkan piawai tadi untuk membangun konsensus,” ujarnya.

Selain itu, ia juga mengingatkan bahwa perdamaian dunia telah menjadi bagian dari Sustainable Development Goals (SDGs) pada poin 16, yaitu Peace, Justice and Strong Institutions. Sebagai bentuk komitmen pelaksanaannya, pemerintah harus turun ke masyarakat untuk membangun kepercayaan dan menciptakan kedekatan, sekaligus memacu partisipasi dan kolaborasi.

“Partisipasi dan kolaborasi, sehingga insyaallah akan membangun kondusivitas perdamaian nasional untuk membantu negara ini mencapai performa yang maksimal,” pungkasnya.

Sebagai informasi, dalam seminar tersebut hadir Rektor Unhan Anton Nugroho, Executive Director and Research Advisor Youthlab Muhammad Faisal, Tenaga Ahli Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Adi Tasya Nurzahra, serta para dekan dan civitas academica Unhan.(Nad)

Sumber: Puspen Kemendagri

Berita Terkait

Peringatan Seperempat Abad Kota Tasikmalaya! Wamendagri Wiyagus Boyong Pesan Sinergi dan Transformasi Pembangunan
Hadapi Tantangan Penyaluran Bantuan, Mendagri Instruksikan Penguatan Sistem IT Daerah
Dorong Ekonomi Desa Melesat, Wamendagri Bima Arya Minta KDKMP Gandeng BUMN dan Unsur Desa
Dorong Kemandirian Energi Wilayah 3T, Wamendagri Ribka Haluk Minta Pemda Lirik Potensi EBT
Lakukan Penanganan Komprehensif, Wamendagri Wiyagus Soroti Peran Kunci Forkopimda Hadapi Karhutla Kaltim
Kejari Kota Bekasi Gandeng BRI, Kajari: Kerja Sama Jangan Sekadar Seremonial
Tak Boleh Asal Buat Rules! Mendagri Pastikan Regulasi Daerah Beneran Berdampak dan Tepat Sasaran
Siap Hadirkan Air Siap Minum, Satgas PRR Gandeng BRIN Verifikasi Lokasi Arsinum di Aceh Utara

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:38 WIB

Peringatan Seperempat Abad Kota Tasikmalaya! Wamendagri Wiyagus Boyong Pesan Sinergi dan Transformasi Pembangunan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:08 WIB

Hadapi Tantangan Penyaluran Bantuan, Mendagri Instruksikan Penguatan Sistem IT Daerah

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:01 WIB

Dorong Ekonomi Desa Melesat, Wamendagri Bima Arya Minta KDKMP Gandeng BUMN dan Unsur Desa

Jumat, 16 Oktober 2026 - 12:55 WIB

Dorong Kemandirian Energi Wilayah 3T, Wamendagri Ribka Haluk Minta Pemda Lirik Potensi EBT

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:56 WIB

Lakukan Penanganan Komprehensif, Wamendagri Wiyagus Soroti Peran Kunci Forkopimda Hadapi Karhutla Kaltim

Berita Terbaru