Kemendagri: Stabilitas Politik Daerah Jadi Kunci Menuju Indonesia Ekonomi Terbesar ke-5 Dunia

Senin, 15 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Jakarta – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menekankan pentingnya penguatan ekonomi daerah untuk mewujudkan Indonesia sebagai negara ke-5 dengan ekonomi besar di dunia. Beberapa lembaga internasional memproyeksikan Indonesia akan menempati peringkat tersebut pada tahun 2030.

Hal itu disampaikan Bima pada program Economic Leadership for Regional Government Leaders, Angkatan IX Tahun 2025 antara Bank Indonesia Institute dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Bank Indonesia, Jakarta, Senin (15/9/2025).

Proyeksi tersebut salah satunya dikeluarkan oleh International Monetary Fund (IMF). Estimasi itu didasarkan pada Gross Domestic Product (GDP) Indonesia menurut skema Purchasing Power Parity (PPP), yakni sebesar 5.486 miliar dolar AS pada 2030.

Lebih lanjut, pada tahun 2040, GDP Indonesia berdasarkan PPP diproyeksikan mencapai 12.210 miliar dolar AS dan menempatkan Indonesia di peringkat ke-4 dunia. Sedangkan berdasarkan data Goldman Sachs tahun 2021, total GDP riil dunia diproyeksikan mencapai 227,9 triliun dolar AS pada 2050. Pada saat itu, Indonesia diperkirakan menempati posisi ke-4 dunia dengan PDB riil sebesar 6,3 triliun dolar AS.

“Kita hanya bisa menjadi negara maju 1 dari 5 negara ekonomi terbesar di dunia apabila kita keluar dari jebakan kelas menengah, middle income trap,” ujar Bima.

Ia menyebutkan, untuk merealisasikan proyeksi menuju negara maju tersebut terdapat sejumlah faktor yang harus diperhatikan. Hal ini salah satunya keluar dari jebakan middle income trap dengan menjaga pertumbuhan ekonomi secara konsisten selama 10 tahun berturut-turut. Selain itu, pengelolaan investasi dan koperasi perlu ditingkatkan sebagai alat pemerataan dan motor swasembada, mendorong produksi nasional melalui potensi pangan, industri, dan hilirisasi. Faktor lainnya yaitu menghentikan kebocoran anggaran melalui pemberantasan korupsi dan efisiensi belanja negara maupun daerah.

“Nah Bapak-Ibu sekalian, tugas Kemendagri hari ini adalah memastikan bahwa terjadi tiga hal [yaitu] sinergi, sinkronisasi, dan akselerasi, ini yang selama ini kita selalu evaluasi,” tambah Bima.

Lebih lanjut, Bima menyampaikan bahwa program prioritas Asta Cita yang disusun Presiden merupakan strategi berkesinambungan dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi negara. Hal ini misalnya program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diselaraskan dengan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdeskel) Merah Putih. Kedua program ini akan mendukung pemanfaatan hasil produksi pangan sekitar, sehingga perekonomian daerah meningkat.

“Sejatinya Bapak-Ibu kalau semua program [prioritas] kita sudah berjalan baik, maka program prioritas akan menjadi pengungkit ekonomi daerah,“ jelas Bima.

Ia juga menyoroti pertumbuhan fiskal daerah yang dinilai masih belum ideal. Meski pertumbuhan ekonomi terjadi, banyak daerah masih memiliki kapasitas fiskal rendah dan bergantung pada dana transfer dari pusat. “Rencana penyesuaian dana transfer ke daerah ini harus kita sikapi dengan sangat cermat dan bijak,” ujarnya.

Kemudian, Bima mendorong Pemda agar terus berupaya mencari sumber pembiayaan alternatif seperti crowdfunding. Ia juga menegaskan bahwa stabilitas politik merupakan faktor penting untuk mendukung penguatan ekonomi. Dalam hal ini, Kemendagri mendorong pengaktifan kembali Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) untuk menjaga stabilitas sosial dan politik di setiap daerah.

“[Pasalnya] target-target besar kita tadi memerlukan stabilitas politik di daerah dan kepala daerah itu harus hands on, harus betul-betul in control untuk stabilitas politik di daerah,” tandas Bima.

Sebagai informasi, kegiatan ini dihadiri langsung oleh sejumlah kepala daerah, anggota DPRD Provinsi, dan para pejabat pimpinan tinggi madya dan pratama Kemendagri.(Nad)

Sumber: Puspen Kemendagri

Berita Terkait

Satgas PRR Percepat Pembersihan Lumpur untuk Pemulihan Aktivitas Masyarakat
Pembangunan Huntara Capai 71 Persen, Jumlah Pengungsi di Tiga Provinsi Sumatera Terus Berkurang
Mendagri Tito: Belanja APBD Harus Dipercepat untuk Menggerakkan Perekonomian dan Sektor Swasta
Mendagri Tito Minta Kepala Daerah Aktif Kendalikan Inflasi dan Pastikan Ketersediaan Pangan di Daerah
Ketum SMSI Angkat Isu Verifikasi Media dan UKW dalam Rapimnas di Jakarta
Mendagri Tekankan Kesiapsiagaan Pemda Hadapi Arus Mudik dan Inflasi Lebaran
Mendagri Tekankan Pentingnya UMKM untuk Stabilitas Ekonomi
Tito Karnavian Minta Kepala Daerah Fokus Tangani Mudik, Keamanan, dan Inflasi Saat Lebaran

Berita Terkait

Senin, 9 Maret 2026 - 17:14 WIB

Pembangunan Huntara Capai 71 Persen, Jumlah Pengungsi di Tiga Provinsi Sumatera Terus Berkurang

Senin, 9 Maret 2026 - 17:07 WIB

Mendagri Tito: Belanja APBD Harus Dipercepat untuk Menggerakkan Perekonomian dan Sektor Swasta

Senin, 9 Maret 2026 - 16:52 WIB

Mendagri Tito Minta Kepala Daerah Aktif Kendalikan Inflasi dan Pastikan Ketersediaan Pangan di Daerah

Senin, 9 Maret 2026 - 14:01 WIB

Ketum SMSI Angkat Isu Verifikasi Media dan UKW dalam Rapimnas di Jakarta

Senin, 9 Maret 2026 - 12:34 WIB

Mendagri Tekankan Kesiapsiagaan Pemda Hadapi Arus Mudik dan Inflasi Lebaran

Berita Terbaru

OPINI

Advokat sebagai Penjaga Rasionalitas Hukum di Abad ke-21

Selasa, 10 Mar 2026 - 10:23 WIB