Satgas PRR Percepat Pembersihan Lumpur untuk Pemulihan Aktivitas Masyarakat

Senin, 9 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Aceh – Proses pembersihan lumpur di Provinsi Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) menunjukkan kemajuan yang signifikan. Hingga awal Maret 2026, Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera dan sejumlah lembaga terkait terus mempercepat penanganan di berbagai lokasi terdampak.

Juru Bicara Satgas PRR Pascabencana Sumatera Amran mengatakan proses pembersihan lumpur merupakan bagian penting dalam tahap rehabilitasi pascabencana karena berkaitan langsung dengan pemulihan aktivitas masyarakat, termasuk di kawasan permukiman, fasilitas publik, hingga akses jalan.

“Pembersihan lumpur merupakan bagian dari tahap rehabilitasi pascabencana yang bertujuan untuk memulihkan akses masyarakat serta memastikan fasilitas publik dapat kembali berfungsi,” ujar Amran saat konferensi pers Satgas PRR Pascabencana Sumatera di Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Senin (9/3/2026).

Berdasarkan data terbaru Satgas PRR per Senin (9/3), dari total 508 lokasi yang menjadi sasaran pembersihan lumpur di tiga provinsi terdampak, sebanyak 406 lokasi telah berhasil dibersihkan atau sekitar 80 persen. Sementara itu, 102 lokasi lainnya masih dalam proses penanganan.

Provinsi Aceh menjadi wilayah dengan jumlah lokasi pembersihan terbanyak. Dari total 455 lokasi yang menjadi target pembersihan, sebanyak 366 lokasi telah selesai dibersihkan, sementara 89 lokasi lainnya masih dalam proses pengerjaan.

Sementara itu di Provinsi Sumatera Utara, pembersihan dilakukan di 24 lokasi. Dari jumlah tersebut, sebanyak 11 lokasi telah selesai dibersihkan dan 13 lokasi lainnya masih dalam tahap proses pengerjaan.

Adapun di Provinsi Sumatera Barat, proses pembersihan lumpur telah rampung sepenuhnya. Sebanyak 29 lokasi terdampak telah berhasil dibersihkan atau mencapai progres 100%.

Amran juga mencontohkan sejumlah fasilitas pendidikan di Aceh Timur yang telah selesai dibersihkan sepenuhnya, baik di dalam bangunan maupun di area sekitarnya.

“Beberapa sekolah seperti SD Lokop dan SMP di Kecamatan Lokop, Aceh Timur, misalnya, sudah dibersihkan 100%, baik di dalam ruangan maupun di lingkungan sekolah,” ujarnya.(LSI)

Sumber : Puspen Kemendagri

@gerbangpatriot

Berita Terkait

Nasaruddin Umar: Dana Umat Jadi Kekuatan Nyata Dukung Palestina
Satgas PRR: Verifikasi Berlapis Kunci Ketepatan Penyaluran Bantuan Penyintas Bencana
Pemerintah Dorong Optimalisasi Dana Otsus dan Penguatan Fungsi Badan Percepatan Pembangunan Papua
Penguatan Tata Kelola Jadi Kunci Optimalisasi Dana Otsus dan Dana Keistimewaan DIY
Kemendagri Tekankan Penguatan Pasokan Cabai dan Bawang Merah di Daerah
Lebih dari 1.500 Rumah Ibadah Terdampak Bencana Telah Difungsikan Kembali
Wamendagri Bima Arya Nilai WFH ASN di Bogor Dorong Efisiensi Anggaran
Satgas PRR Proses Usulan Tambahan Huntara dan Data Baru Penerima DTH

Berita Terkait

Senin, 13 April 2026 - 21:39 WIB

Nasaruddin Umar: Dana Umat Jadi Kekuatan Nyata Dukung Palestina

Senin, 13 April 2026 - 21:27 WIB

Satgas PRR: Verifikasi Berlapis Kunci Ketepatan Penyaluran Bantuan Penyintas Bencana

Senin, 13 April 2026 - 21:19 WIB

Pemerintah Dorong Optimalisasi Dana Otsus dan Penguatan Fungsi Badan Percepatan Pembangunan Papua

Senin, 13 April 2026 - 21:12 WIB

Penguatan Tata Kelola Jadi Kunci Optimalisasi Dana Otsus dan Dana Keistimewaan DIY

Senin, 13 April 2026 - 13:46 WIB

Kemendagri Tekankan Penguatan Pasokan Cabai dan Bawang Merah di Daerah

Berita Terbaru

Hartyo Murkomoyo alumni Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) angkatan 1996, ia lebih dikenal sebagai “Mas Yoyok”. (ihd)

Pendidikan

Lulusan UMY, Menjaga Diplomasi dengan Sentuhan Manusiawi

Selasa, 14 Apr 2026 - 23:22 WIB

Jogja

Danrem Pamungkas Temui Ketua DPRD DIY Perkuat Sinergi

Selasa, 14 Apr 2026 - 16:19 WIB