Indonesia Peringkat Keenam Dunia Anak _Zero-Dose,_ Dokter UMY Ingatkan Risiko Penyakit Mematikan

Jumat, 5 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dosen FKIK UMY, dr. H. M. Bambang Edi Susyanto, Sp.A., M.Kes.

Dosen FKIK UMY, dr. H. M. Bambang Edi Susyanto, Sp.A., M.Kes.

JOGJAOKE.COM, Angka anak yang belum mendapatkan imunisasi dasar masih menjadi perhatian serius di Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan tahun 2025, sekitar 2,3 juta anak tercatat belum memperoleh imunisasi, sehingga menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan jumlah anak _zero-dose_ tertinggi di dunia. Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko munculnya berbagai penyakit infeksi yang sebenarnya dapat dicegah melalui imunisasi.

Dosen Kedokteran Anak Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), dr. H. M. Bambang Edi Susyanto, Sp.A., M.Kes., menjelaskan bahwa angka tersebut merupakan data proyeksi yang dihitung berdasarkan tren dari tahun ke tahun. Meski bukan data riil hasil pendataan langsung, jumlah anak yang belum memperoleh imunisasi tetap menjadi perhatian karena menunjukkan masih banyak anak yang belum mendapatkan perlindungan optimal terhadap penyakit yang dapat dicegah melalui vaksinasi.

“Indonesia berada pada peringkat keenam dunia dalam jumlah anak _zero-dose._ Yang dimaksud anak _zero-dose_ adalah anak yang hingga usia sekitar satu tahun belum memperoleh imunisasi sesuai dengan usianya. Kondisi ini tentu mengkhawatirkan karena dapat berdampak pada kesehatan dan tumbuh kembang anak,” ujarnya, Jumat (5/6/2026).

Menurut Bambang, imunisasi merupakan salah satu intervensi kesehatan paling efektif dalam mencegah berbagai penyakit menular berbahaya. Ketika seorang anak tidak memperoleh perlindungan melalui imunisasi, risiko terpapar penyakit infeksi akan meningkat dan dapat berujung pada komplikasi serius hingga kematian.

“Banyak penyakit yang sebenarnya dapat dicegah melalui imunisasi. Namun, ketika banyak anak yang terlewat imunisasinya, risikonya menjadi sangat besar. Misalnya imunisasi BCG yang bertujuan mencegah tuberkulosis berat, serta imunisasi DPT untuk mencegah difteri, pertusis, dan tetanus. Penyakit-penyakit tersebut bukan penyakit ringan karena dapat menimbulkan komplikasi yang mengancam jiwa,” jelasnya.

Bambang menegaskan bahwa imunisasi merupakan salah satu program kesehatan yang sangat efektif, baik dari sisi manfaat maupun biaya. Dengan biaya yang relatif terjangkau, imunisasi mampu memberikan perlindungan terhadap berbagai penyakit yang berpotensi menyebabkan komplikasi serius pada anak.

“Imunisasi dikenal sebagai upaya kesehatan yang sangat _cost-effective._ Artinya, biaya yang dikeluarkan relatif kecil, tetapi manfaat yang diperoleh sangat besar. Karena itu, imunisasi tetap menjadi salah satu investasi kesehatan terbaik untuk menjaga kualitas hidup anak-anak Indonesia,” tegasnya.

Ia berharap para orang tua tidak menunda pemberian imunisasi kepada anak karena manfaat yang diberikan jauh lebih besar dibandingkan efek samping ringan yang mungkin muncul setelah vaksinasi. Menurutnya, peningkatan cakupan imunisasi menjadi langkah penting untuk mencegah munculnya kembali penyakit-penyakit yang sebenarnya telah dapat dikendalikan melalui program vaksinasi.

“Semakin tinggi cakupan imunisasi, semakin kuat perlindungan yang terbentuk di masyarakat. Karena itu, kesadaran orang tua untuk melengkapi imunisasi anak menjadi sangat penting dalam menjaga kesehatan generasi mendatang,” pungkas Bambang.

Sumber : Humas Umy

Berita Terkait

Geger Pantai Wediombo! Warga Berburu Teri, Sekali Pulang Bawa 4 Kilogram
Dirgahayu Kota Yogyakarta ke-270. Yogyakarta Otentik-Konkret, Maju dan Sejahtera.
Korem 072/Pamungkas Mengucapkan Selamat Hari Ulang Tahun ke-270 Kota Yogyakarta “Otentik, Konkret, dan Terus Bergerak untuk Jogja yang Semakin Istimewa.”
Pemkab Bandung Perjuangkan Tambahan Anggaran PBI Rp50 Miliar demi Layanan Kesehatan 12 Bulan Penuh
‎HUT Kota Yogyakarta ke-270 Memanas, 118 Pelajar Taman Dewasa Ramaikan Karnaval Budaya
MRC No One Knows dan Perjalanan Panjang dari Rakit Bambu ke Gelaralam
Suahasil Jadi Menkeu Gantikan Purbaya, Pasar Menanti Gebrakan Bereskan Fiskal Nasional
Adu Racik Barista Lampung Meriahkan Festival Krakatau XXXV

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:59 WIB

Geger Pantai Wediombo! Warga Berburu Teri, Sekali Pulang Bawa 4 Kilogram

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:03 WIB

Dirgahayu Kota Yogyakarta ke-270. Yogyakarta Otentik-Konkret, Maju dan Sejahtera.

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Korem 072/Pamungkas Mengucapkan Selamat Hari Ulang Tahun ke-270 Kota Yogyakarta “Otentik, Konkret, dan Terus Bergerak untuk Jogja yang Semakin Istimewa.”

Rabu, 30 September 2026 - 15:12 WIB

Pemkab Bandung Perjuangkan Tambahan Anggaran PBI Rp50 Miliar demi Layanan Kesehatan 12 Bulan Penuh

Rabu, 30 September 2026 - 12:52 WIB

‎HUT Kota Yogyakarta ke-270 Memanas, 118 Pelajar Taman Dewasa Ramaikan Karnaval Budaya

Berita Terbaru