Pembangunan Huntara Capai 71 Persen, Jumlah Pengungsi di Tiga Provinsi Sumatera Terus Berkurang

Senin, 9 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Aceh – Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera melaporkan perkembangan terkini penurunan jumlah pengungsi secara signifikan di Provinsi Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).

Berdasarkan laporan harian Satgas PRR per 9 Maret, tercatat penurunan jumlah pengungsi jika dibandingkan dua hari lalu. Adapun rinciannya, di Aceh dari semula 2.099 kepala keluarga (KK), saat ini terdapat 1.695 KK yang masih berada di tenda pengungsian atau berkurang 404 KK.

Kemudian di Sumut dari semula 201 KK, saat ini terdapat 177 KK yang masih berada di tenda pengungsian atau berkurang 24 KK. Sementera itu, Provinsi Sumbar telah nihil pengungsi di tenda pengungsian.

Juru Bicara Satgas PRR Amran optimisitis jumlah pengungsi di tenda akan terus menurun sebelum hari raya Idulfitri 2026. Sebab, strategi penurunan jumlah pengungsi ke hunian sementara (huntara) berjalan efektif, sehingga jumlah pengungsi turun cukup signifikan.

“Tren ini (penurunan jumlah pengungsi) akan terus berkurang hingga Idulfitri yang akan datang. Kami optimistis jumlah pengungsi akan terus berkurang dan menempati huntara. Sehingga kita tidak melihat lagi pengungsi di tenda,” kata Amran dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Senin (9/3/2026).

Sebagai catatan, penurunan jumlah pengungsi di tenda ini juga selaras dengan percepatan pembangunan huntara di tiga provinsi terdampak. Adapun rinciannya, dari total rencana 18.697 unit huntara di tiga provinsi terdampak, hingga saat ini 13.431 unit telah selesai dibangun, atau sekitar 71 persen dari target keseluruhan. Sementara Sumatera Barat, pembangunan huntara bahkan telah mencapai 100 persen, dan di Sumatera Utara sudah mencapai 92 persen, dan di Aceh sekitar 68 persen.

Selain pembangunan huntara, strategi pemerintah dalam penurunan jumlah pengungsi juga dibarengi dengan pemberian bantuan berupa Dana Tunggu Hunian (DTH) bagi penyintas bencana tidak memilih tinggal di huntara. Hingga saat ini, seluruh rekening penerima DTH telah menerima transfer dana dengan tingkat penyaluran mencapai 100 persen untuk 12.771 penerima di tiga provinsi.(LSI)

Sumber : Puspen Kemendagri

@gerbangpatriot

Berita Terkait

Mendagri Tito Minta Pemda Aktif Kendalikan Inflasi di Daerah
MagangHub Batch 2 Dimulai, Puluhan Ribu Peserta Siap Masuki Dunia Kerja
Implementasi Wajib Halal Dipercepat, Kemendagri Perkuat Koordinasi dengan Pemda
Pastikan Pemulihan Pascabencana Berjalan, Kasatgas PRR Lakukan Update Tiap Pekan
Kasatgas Tito Kawal Pendidikan Pascabencana, 4.922 Sekolah Kembali Laksanakan Pembelajaran
Jaga Kepastian Hukum Hubungan Industrial, Menaker Soroti Peran Hakim Ad Hoc PHI
Menaker Dorong Pemanfaatan Data TKA untuk Penyiapan Tenaga Kerja Dalam Negeri
Olahraga Jadi Kunci Keluarga Sehat, Ketua Umum TP PKK Dorong Gaya Hidup Aktif

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 16:43 WIB

Mendagri Tito Minta Pemda Aktif Kendalikan Inflasi di Daerah

Kamis, 24 September 2026 - 15:00 WIB

MagangHub Batch 2 Dimulai, Puluhan Ribu Peserta Siap Masuki Dunia Kerja

Rabu, 23 September 2026 - 18:10 WIB

Implementasi Wajib Halal Dipercepat, Kemendagri Perkuat Koordinasi dengan Pemda

Rabu, 23 September 2026 - 18:01 WIB

Pastikan Pemulihan Pascabencana Berjalan, Kasatgas PRR Lakukan Update Tiap Pekan

Rabu, 23 September 2026 - 17:55 WIB

Kasatgas Tito Kawal Pendidikan Pascabencana, 4.922 Sekolah Kembali Laksanakan Pembelajaran

Berita Terbaru

Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menyampaikan sambutan dalam pembukaan FEKDI x IFSE 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC).

Nasional

Mendagri Tito Minta Pemda Aktif Kendalikan Inflasi di Daerah

Kamis, 24 Sep 2026 - 16:43 WIB

Halaman depan dan taman Grand Hotel de Djokja, hotel bersejarah yang pertama kali dibuka pada 1911(foto istimewa)

Yogyakarta

Grand Hotel de Djokja Rayakan 115 Tahun, Saksi Sejarah Malioboro

Kamis, 24 Sep 2026 - 16:00 WIB