Kelurahan Cokrodiningratan Luncurkan Kampung Magot Lestari untuk Tekan Sampah Organik

Rabu, 31 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Yogyakarta — Kelurahan Cokrodiningratan, Kemantren Jetis, Kota Yogyakarta, meluncurkan Program Pemberdayaan Masyarakat Permak Jas Kamal (Kampung Magot Lestari), Sabtu (27/12/2025), sebagai upaya mengurangi sampah organik rumah tangga berbasis partisipasi warga. Program ini mengandalkan budidaya magot yang dikelola langsung di tingkat kampung.

Peluncuran yang digelar di wilayah Cokrodiningratan tersebut dihadiri Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo, anggota Komisi B DPRD Kota Yogyakarta Ipung Purwandari, Sekretaris Dewan DPRD Kota Yogyakarta Antonius Bambang Agung Adrijanto, jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), serta masyarakat setempat.

Selain seremoni peresmian, kegiatan dirangkai dengan pemberian penghargaan kepada Mitra Magot Dayaku, penyerahan buku tabungan magot, serta panen magot hasil pengelolaan warga. Program Permak Jas Kamal digagas untuk menekan volume sampah organik yang selama ini menjadi salah satu persoalan utama pengelolaan lingkungan perkotaan.

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menekankan pentingnya upaya berkelanjutan dalam menjaga kebersihan lingkungan, khususnya di kawasan Sungai Code. Ia menyebut pengelolaan sampah berbasis warga menjadi bagian penting dari upaya tersebut. “Cita-cita kita membersihkan Sungai Code harus dilakukan terus-menerus. Program magot yang dipimpin warga seperti di Cokrodiningratan ini sangat baik dan harapannya bisa ditularkan ke kampung-kampung lain,” ujar Hasto.

Menurut Hasto, keterbatasan tempat pembuangan sampah di Kota Yogyakarta menuntut keterlibatan aktif masyarakat. Pemilahan dan pengolahan sampah organik dari sumbernya dinilai mampu mengurangi beban pengelolaan di hilir. “Sisa makanan bisa diolah, sampah organik berkurang, dan lingkungan menjadi lebih bersih serta sehat,” katanya.

Anggota Komisi B DPRD Kota Yogyakarta Ipung Purwandari mengapresiasi kekompakan warga dalam menjalankan program tersebut. Ia menilai keberhasilan Permak Jas Kamal tidak lepas dari pendampingan yang konsisten. “Semangat warga Cokrodiningratan luar biasa. Pendampingan yang berkelanjutan membuat program magot ini berjalan dengan baik, dan itu tidak mudah ditemukan di semua wilayah,” ujar Ipung.

Sekretaris Dewan DPRD Kota Yogyakarta Antonius Bambang Agung Adrijanto menjelaskan, Permak Jas Kamal melengkapi skema pengelolaan sampah yang telah berjalan sebelumnya. Sebelum sampah dibuang ke depo, warga didorong mengolah sampah organik melalui dua jalur, yakni galon tumpuk dan magot. “Program ini sudah dirintis beberapa bulan lalu dan mulai menular ke kelurahan lain. Kesadaran warga Cokrodiningratan menjadi modal penting untuk keberlanjutannya,” kata Antonius.

Bagi warga, program Kampung Magot Lestari tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga menumbuhkan kebiasaan baru dalam mengelola sampah rumah tangga. Warga mulai terbiasa memilah sisa makanan untuk pakan magot dan merasakan lingkungan sekitar rumah menjadi lebih bersih dan tertata. Program ini diharapkan berkembang dan menjadi contoh pengelolaan sampah berbasis masyarakat di wilayah lain di Kota Yogyakarta. (ihd)

Berita Terkait

Pemkot Yogya Buka Posko Konsultasi THR 2026, Layanan Daring hingga Mediasi Disiapkan
50 Gerobak PGN untuk Yogyakarta:  Kotagede Ditargetkan ‘Tanpa Rumput’
Stok Aman, Harga Pangan di Yogya Naik Wajar pada Pekan Kedua Ramadan
Pemkot Yogyakarta dan Muhammadiyah Kolaborasi Kampung Tematik Brontokusuman
Madrasah Quran Ramadan Warnai Pembinaan ASN Pemkot Yogyakarta
Pemkot Yogyakarta Pastikan Mutu dan Keamanan Bahan Pangan Selama Ramadan
Pemkot Yogya Perkuat Talud Tiga Sungai Sepanjang 36 Kilometer, 30 Persen Masih Bertahap
Indeks Kepuasan Naik, AKIP Predikat A, Kinerja Pemkot Yogyakarta Menguat

Berita Terkait

Kamis, 5 Maret 2026 - 16:54 WIB

Pemkot Yogya Buka Posko Konsultasi THR 2026, Layanan Daring hingga Mediasi Disiapkan

Selasa, 3 Maret 2026 - 18:21 WIB

50 Gerobak PGN untuk Yogyakarta:  Kotagede Ditargetkan ‘Tanpa Rumput’

Jumat, 27 Februari 2026 - 23:36 WIB

Stok Aman, Harga Pangan di Yogya Naik Wajar pada Pekan Kedua Ramadan

Jumat, 27 Februari 2026 - 02:37 WIB

Pemkot Yogyakarta dan Muhammadiyah Kolaborasi Kampung Tematik Brontokusuman

Jumat, 27 Februari 2026 - 02:20 WIB

Madrasah Quran Ramadan Warnai Pembinaan ASN Pemkot Yogyakarta

Berita Terbaru