Kasus Penyekapan Wanita di Bandung Direkonstruksi, Polisi Fokus pada Tiga TKP Utama

Kamis, 2 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Tersangka Taufik Hidayat dalam rekonstruksi yang dipusatkan di Markas Polda Jawa Barat, Bandung, Jumat (3/7/2026). (Jennus)

Tersangka Taufik Hidayat dalam rekonstruksi yang dipusatkan di Markas Polda Jawa Barat, Bandung, Jumat (3/7/2026). (Jennus)

JOGJAOKE.COM, Bandung – Kepolisian Daerah Jawa Barat menggelar rekonstruksi kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan berat terhadap perempuan berinisial YTR dengan memperagakan 21 adegan. Rekonstruksi dipusatkan di Markas Polda Jawa Barat dan diperankan langsung oleh tersangka, Taufik Hidayat.

Direktur Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) serta Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Jawa Barat Komisaris Besar Polisi Rumi Untari menjelaskan, rekonstruksi difokuskan pada tiga dari enam tempat kejadian perkara (TKP) yang dinilai menjadi titik utama terjadinya penyekapan dan kekerasan terhadap korban.

“Kami sudah sepakati bersama bahwa yang direkonstruksikan adalah TKP tiga, lima, dan enam. Ketiga lokasi itu merupakan titik sentral terjadinya penganiayaan dan penyekapan,” ujar Rumi di Bandung, Kamis (2/7/2026).

Dalam rekonstruksi tersebut, tersangka memperagakan seluruh rangkaian peristiwa sesuai hasil penyidikan. Menurut Rumi, tersangka juga mengakui seluruh perbuatannya sebagaimana yang telah diungkap penyidik selama proses pemeriksaan.

Penyidik menemukan bahwa penganiayaan dilakukan dengan tangan kosong maupun menggunakan sejumlah benda, antara lain helm, kaki meja berbahan besi, serta senjata tajam berupa golok.

“Korban memang tidak dapat mengingat seluruh kejadian secara rinci karena mengalami kondisi tidak dapat melihat saat kejadian. Namun, keterangan korban sesuai dengan temuan penyidik di lokasi sehingga saling menguatkan,” kata Rumi.

Rekonstruksi tidak dilaksanakan di lokasi kejadian karena perkara berlangsung di enam TKP yang berbeda. Selain alasan efisiensi, penyidik juga mempertimbangkan faktor keamanan dan ketertiban masyarakat.

Menurut Rumi, sebagian lokasi kejadian merupakan rumah kos yang masih dihuni sehingga pelaksanaan rekonstruksi di tempat tersebut dikhawatirkan mengganggu aktivitas penghuni maupun menimbulkan persoalan keamanan.

“Kalau hanya satu TKP mungkin bisa dilakukan di lokasi. Namun karena ada beberapa TKP, kami mempertimbangkan situasi di lapangan, terutama dari sisi keamanan dan kenyamanan masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemusatan rekonstruksi di Markas Polda Jawa Barat juga dimaksudkan untuk menjaga kenyamanan para pemilik rumah kos serta memastikan seluruh rangkaian rekonstruksi berlangsung aman, tertib, dan lancar. (ihd)

Berita Terkait

Promosikan Produk Lokal Lampung di Ajang Internasional, Batin Wulan Bawa Mocaf & Ikan Cobia Mendunia!
BAZNAS Kota Yogyakarta Sabet Penghargaan Nasional, Abd Samik Tegaskan Amanah
IAS Group Raih Apresiasi dalam Danantara Indonesia CX100 Award 2026
Harumkan Nama Lampung, Gubernur Mirza Kembali Sabet Grand BAZNAS Awards 2026 Berkat Inovasi Zakat
Prof Edy Sentil AFEBSI: Kolaborasi Harga Mati Menuju Indonesia Emas 2045
Buktikan Kepemimpinan Unggul, Sekdaprov Lampung Raih Posisi Kedua di Ajang ADLG Awards 2026
Kongres AFEBSI Perkuat Kolaborasi, Dorong PTS Indonesia Bersaing Global
Gandeng LAN RI, Pemprov Banten Siapkan Sistem Manajemen Talenta dan ASN Corpu Lebih Modern

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Promosikan Produk Lokal Lampung di Ajang Internasional, Batin Wulan Bawa Mocaf & Ikan Cobia Mendunia!

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:21 WIB

BAZNAS Kota Yogyakarta Sabet Penghargaan Nasional, Abd Samik Tegaskan Amanah

Jumat, 16 Oktober 2026 - 09:14 WIB

IAS Group Raih Apresiasi dalam Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Jumat, 16 Oktober 2026 - 08:56 WIB

Harumkan Nama Lampung, Gubernur Mirza Kembali Sabet Grand BAZNAS Awards 2026 Berkat Inovasi Zakat

Rabu, 14 Oktober 2026 - 11:34 WIB

Prof Edy Sentil AFEBSI: Kolaborasi Harga Mati Menuju Indonesia Emas 2045

Berita Terbaru

Yogyakarta

Universitas Widya Mataram Perkuat Kompetensi dan Integritas SDM

Rabu, 21 Okt 2026 - 14:30 WIB