UWM Dorong Royalti Musik Adil Demi Ekosistem Berkelanjutan

Senin, 27 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, ‎SLEMAN – Fakultas Hukum Universitas Widya Mataram Yogyakarta membahas sistem royalti musik berkeadilan melalui Focus Group Discussion, menghadirkan akademisi, musisi, regulator, serta pelaku usaha.

FGD bertajuk konsep ideal benefit sharing pembagian royalti musik digelar di The Alana Hotel Yogyakarta, Kamis, sebagai bagian penelitian hibah Kemendiktisaintek 2026.

Ketua peneliti Asma Karim menjelaskan penelitian bertujuan merumuskan pembagian manfaat yang melindungi pencipta lagu sekaligus menjamin keberlangsungan industri kreatif nasional berkelanjutan.

Dekan Fakultas Hukum UWM Dr Hartanto mengapresiasi keberhasilan tim memperoleh hibah penelitian kompetitif dan berharap hasilnya menjawab polemik tata kelola royalti musik.

“Penelitian ini diharapkan menghasilkan rekomendasi yang mampu menjawab berbagai persoalan aktual terkait pengelolaan royalti musik di Indonesia,” ujar Hartanto kepada peserta.

Diskusi menghadirkan musisi Lilik Sugiyarto atau Umbel, promotor Harri Prakosa, Albertus Andrianto dari PHRI Sleman, serta Komisioner LMKN Suyud Margono.

Umbel menegaskan royalti bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan penghargaan terhadap karya kreatif yang menjaga keberlangsungan ekosistem musik Indonesia secara bersama-sama berkelanjutan.

“Royalti adalah solidaritas untuk saling mendukung, bergandengan tangan, tidak saling menyalahkan agar industri semakin eksis,” tegas Umbel disambut antusias seluruh peserta.

Promotor Cherry Pop Festival, Harri Prakosa, mengungkapkan persoalan royalti muncul karena banyak penampil masih membawakan lagu milik pihak lain dalam festival musik.

“Promotor kini mulai mengutamakan penampil yang dikenal melalui karya orisinal sehingga persoalan royalti dapat diminimalkan,” jelas Harri mengenai perkembangan industri pertunjukan.

Wakil Ketua Bidang Advokasi PHRI Sleman Albertus Andrianto menegaskan pelaku usaha tidak menolak membayar royalti apabila mekanismenya transparan, proporsional, serta memberikan kepastian hukum.

“Pertanyaannya bukan lagi perlu atau tidak membayar royalti, melainkan bagaimana mekanisme paling adil bagi seluruh pihak,” kata Albertus dalam paparannya.

Albertus mengusulkan skema mempertimbangkan skala usaha, tingkat okupansi, kondisi bisnis, pembayaran digital satu pintu, serta insentif bagi pelaku usaha yang patuh.

Komisioner LMKN Suyud Margono memaparkan digitalisasi lisensi dan distribusi royalti, termasuk tantangan baru akibat berkembangnya konser daring, hybrid, serta platform digital.

Peserta juga menyoroti potensi double payment, validitas data perhitungan royalti, hingga perlunya mekanisme verifikasi usaha agar sistem berjalan objektif, transparan, dan akuntabel.

“Harus ada kemanfaatan, keadilan, dan keberlanjutan bagi seluruh pihak,” tutup Asma Karim, seraya berharap penelitian menjadi rujukan kebijakan royalti musik nasional.(ady)

Berita Terkait

‎GPM Yogyakarta Tegaskan Marhaenisme Bukan Kendaraan Politik Pribadi Kekuasaan
OTT Rektor Unsoed Jadi Alarm Keras Kampus Negeri Yogyakarta
Rayakan HUT RI ke-81, KAWAL Indonesia Bergerak Bersihkan Lingkungan Bersama Masyarakat
Desil DTSEN Bisa Berubah, Pakar UMY: Jangan Dianggap Label Mutlak Kesejahteraan
Pasien BPJS Tunggu 8 Jam di IGD RSCM, Dosen UMY Soroti Patient Flow Rumah Sakit
GPM Tegaskan Independensi, Marhaenisme Tetap Jadi Garis Perjuangan Organisasi
Ekonomi Digital Makin Beragam, Pemkot Yogyakarta Masukkan Kreator Konten dalam Pendataan UMKM
Pameran Batik Kontemporer Prawirotaman Angkat Karya dan Kreativitas Pembatik Muda

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 13:19 WIB

‎GPM Yogyakarta Tegaskan Marhaenisme Bukan Kendaraan Politik Pribadi Kekuasaan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 13:15 WIB

OTT Rektor Unsoed Jadi Alarm Keras Kampus Negeri Yogyakarta

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 11:28 WIB

Rayakan HUT RI ke-81, KAWAL Indonesia Bergerak Bersihkan Lingkungan Bersama Masyarakat

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 08:54 WIB

Desil DTSEN Bisa Berubah, Pakar UMY: Jangan Dianggap Label Mutlak Kesejahteraan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 08:47 WIB

Pasien BPJS Tunggu 8 Jam di IGD RSCM, Dosen UMY Soroti Patient Flow Rumah Sakit

Berita Terbaru

Yogyakarta

OTT Rektor Unsoed Jadi Alarm Keras Kampus Negeri Yogyakarta

Sabtu, 22 Agu 2026 - 13:15 WIB