JOGJAOKE.COM, Jogja – KAI Daop 6 Yogyakarta mempertegas komitmen keselamatan jelang Angkutan Lebaran 2026 dengan memperkuat kolaborasi lintas instansi.
Pada Rabu (4/2), jajaran KAI Daop 6 mendatangi Kantor Basarnas DIY untuk mengonsolidasikan kesiapsiagaan penanganan darurat.
Kepala Basarnas DIY Rio Banupanitis menyambut langsung pertemuan tersebut sebagai langkah strategis menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat.
Dalam pertemuan itu, KAI Daop 6 dan Basarnas DIY membahas skema respons cepat kondisi darurat, dukungan operasi Search and Rescue (SAR), hingga langkah antisipatif menghadapi cuaca ekstrem.
Terlebih, periode Angkutan Lebaran kerap diiringi peningkatan frekuensi perjalanan kereta api dan potensi gangguan operasional akibat musim penghujan.
Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, menegaskan bahwa keselamatan penumpang menjadi prioritas utama perusahaan.
“Angkutan Lebaran adalah masa dengan tingkat perjalanan sangat tinggi. Karena itu, KAI tidak bisa bekerja sendiri dan harus memperkuat sinergi dengan berbagai stakeholder, termasuk Basarnas DIY,” ujar Feni.
Selain itu, Feni menyoroti faktor cuaca sebagai perhatian serius.
“Prediksi musim hujan hingga Maret 2026 menuntut kesiapsiagaan lebih matang. Koordinasi ini memastikan penanganan kondisi darurat berjalan cepat, terukur, dan terintegrasi,” katanya menambahkan.
Melalui kolaborasi ini, KAI Daop 6 berharap pelaksanaan Angkutan Lebaran 2026 berlangsung aman dan lancar.
“Sinergi yang solid akan menumbuhkan kepercayaan masyarakat bahwa kereta api tetap menjadi moda transportasi yang selamat, andal, dan nyaman,” tutup Feni.(Waw)






