Jogja Buka Sejumlah Pos Kesehatan, Hadapi Arus Wisata saat Libur Nataru

Kamis, 18 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Emma Rahmi Aryani (Dok Pemkot)

Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Emma Rahmi Aryani (Dok Pemkot)

JOGJAOKE.GOM, Yogyakarta — Menjelang libur Natal dan Tahun Baru 2026, Kota Yogyakarta kembali bersiap menyambut lautan manusia. Sekitar tujuh juta orang diperkirakan akan melintas di kota ini pada penghujung tahun, menjadikan Jogja bukan sekadar tujuan wisata, melainkan simpul pertemuan beragam harapan akan liburan yang aman dan nyaman.

Di tengah kepadatan yang nyaris menjadi ritual tahunan, Pemerintah Kota Yogyakarta menempatkan kesehatan sebagai perhatian utama. Sejumlah pos kesehatan didirikan di titik-titik strategis, mulai dari kawasan Titik Nol Kilometer, Pos Teteg Malioboro, hingga Puskesmas Jetis. Kehadiran pos-pos ini diharapkan menjadi penyangga pertama bila wisatawan atau warga mengalami gangguan kesehatan di tengah keramaian.

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menyebut, antisipasi tidak berhenti pada pos kesehatan semata. Pemerintah kota juga menyiagakan alat pacu jantung di lima titik berbeda, terutama di kawasan yang rawan padat pengunjung. “Kalau Malioboro sangat crowded dan terjadi kondisi darurat seperti serangan jantung, alat pacu jantung tidak hanya berada di pos kesehatan, tetapi juga di titik-titik tertentu agar mudah dijangkau,” ujar Hasto, Rabu (17/12).

Langkah tersebut mencerminkan pengalaman kota ini dalam mengelola denyut wisata yang tak pernah benar-benar berhenti. Malioboro, Titik Nol Kilometer, dan kawasan sekitarnya bukan hanya ruang publik, tetapi juga ruang temu yang sarat risiko ketika kepadatan mencapai puncaknya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Emma Rahmi Aryani menuturkan, pos kesehatan akan beroperasi mulai 23 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026. Di luar itu, layanan kegawatdaruratan tetap disokong oleh rumah sakit pemerintah dan swasta yang siaga 24 jam selama masa libur panjang.

Bagi Yogyakarta, libur akhir tahun bukan sekadar soal jumlah kunjungan. Ia adalah ujian tentang bagaimana kota ini merawat manusia,bbaik yang datang untuk berwisata maupun yang tinggal dan menjaga keseharian. Di antara hiruk-pikuk kamera, langkah kaki, dan lampu kota, kesiapsiagaan kesehatan menjadi cara Jogja menjaga denyutnya tetap stabil. (ihd)

Berita Terkait

Eko Suwanto Dorong Anggaran Rp120 Juta per Kelurahan di DIY untuk Percepatan Penanganan Stunting
WFH Perdana di Pemkot Yogyakarta Sepi Peminat, Hanya 2,8 Persen ASN Bekerja dari Rumah
Targetkan Ada di 45 Kelurahan, Ini Alasan Pemkot Yogya Perbanyak Sekolah Lansia
Pemkot Yogyakarta Raih Opini WTP ke-17 Berturut-turut dari BPK 
Pemkot Yogya Batasi BBM Mobdin 5 Liter per Hari, Imbau ASN Naik Sepeda
Pemkot Yogya Batasi BBM Kendaraan Dinas, Anggaran Diproyeksikan Hemat hingga Rp4,7 Miliar
Pemkot Yogya Pastikan Tidak Ada PPPK Dirumahkan Meski Belanja Pegawai Lampaui 30 Persen
Pemkot Yogya Pastikan Tak Ada PPPK Dirumahkan, Meski Belanja Pegawai Lampaui 30 Persen

Berita Terkait

Jumat, 10 April 2026 - 18:14 WIB

Eko Suwanto Dorong Anggaran Rp120 Juta per Kelurahan di DIY untuk Percepatan Penanganan Stunting

Jumat, 10 April 2026 - 16:32 WIB

WFH Perdana di Pemkot Yogyakarta Sepi Peminat, Hanya 2,8 Persen ASN Bekerja dari Rumah

Selasa, 7 April 2026 - 21:24 WIB

Targetkan Ada di 45 Kelurahan, Ini Alasan Pemkot Yogya Perbanyak Sekolah Lansia

Jumat, 3 April 2026 - 17:02 WIB

Pemkot Yogyakarta Raih Opini WTP ke-17 Berturut-turut dari BPK 

Kamis, 2 April 2026 - 19:42 WIB

Pemkot Yogya Batasi BBM Mobdin 5 Liter per Hari, Imbau ASN Naik Sepeda

Berita Terbaru

Foto: istimewa

Jogja

‎Brutal! Geng Motor Ngamuk di Baciro Dua Warga Terluka

Sabtu, 25 Apr 2026 - 13:57 WIB