ISRI Yogyakarta Bongkar Ancaman Investasi Rusak Hutan Adat Papua

Kamis, 21 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua ISRI Kota Yogyakarta, Antonius Fokki Ardiyanto

Ketua ISRI Kota Yogyakarta, Antonius Fokki Ardiyanto

JOGJAOKE.COM, Jogja – Ikatan Sarjana Rakyat Indonesia (ISRI) Kota Yogyakarta menyampaikan pernyataan sikap keras terkait ancaman kerusakan lingkungan di Papua Selatan usai pemutaran film dokumenter Pesta Babi di Oase Cafe Taman Siswa, Mergangsan, Yogyakarta, Selasa (20/5/2026).

Momentum tersebut bertepatan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional yang disebut menjadi pengingat penting soal masa depan lingkungan dan masyarakat adat Papua.

Ketua ISRI Kota Yogyakarta, Antonius Fokki Ardiyanto, menilai film dokumenter tersebut memperlihatkan secara jelas ancaman pembukaan lahan besar-besaran di Papua Selatan yang dinilai semakin masif dan sistematis.

“Film ini menunjukkan bagaimana hutan adat Papua perlahan dihancurkan atas nama investasi, ketahanan pangan, energi, dan proyek bio ethanol,” ujar Fokki.

Menurutnya, hutan adat Papua bukan sekadar kawasan hijau, melainkan ruang hidup masyarakat adat yang memiliki nilai budaya, identitas, sumber pangan, hingga pusat peradaban suku-suku asli Papua.

“Ketika hutan adat hilang, maka yang hilang bukan hanya pohonnya, tetapi juga kebudayaan, sejarah, dan masa depan masyarakat adat Papua,” tegasnya.

ISRI Kota Yogyakarta juga menyoroti arah kebijakan pembangunan nasional yang dinilai membuka ruang besar bagi eksploitasi sumber daya alam di Papua Selatan.

Fokki menyebut kebijakan tersebut tidak terlepas dari proyek pembangunan sejak era Presiden Joko Widodo dan dilanjutkan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

“Dalih transisi energi dan pengembangan bio ethanol tidak boleh menjadi legitimasi penghancuran ekosistem hutan adat serta meminggirkan masyarakat asli Papua dari tanah leluhurnya,” katanya.

Ia menegaskan pembangunan nasional seharusnya berdiri di atas prinsip keadilan ekologis, penghormatan terhadap hak masyarakat adat, dan keberlanjutan lingkungan hidup.

“Negara tidak boleh mengorbankan tanah Papua demi kepentingan investasi dan eksploitasi ekonomi jangka pendek. Kebangkitan Indonesia tidak boleh dibangun di atas penderitaan rakyat dan kerusakan alam,” ucap Fokki.

Melalui momentum Hari Kebangkitan Nasional, ISRI Kota Yogyakarta mengajak akademisi, aktivis lingkungan, mahasiswa, organisasi rakyat, dan seluruh elemen bangsa untuk membangun solidaritas nasional demi penyelamatan hutan Papua.

“Menjaga Papua berarti menjaga masa depan Indonesia. Kesadaran kolektif rakyat Indonesia harus tumbuh untuk mendukung perjuangan masyarakat adat Papua mempertahankan hutan adat mereka,” tandas Antonius Fokki Ardiyanto. (waw)

Berita Terkait

‎Viral Aksi Gerombolan Debt Collector Bantul, Polisi Dalami Pengerusakan Rumah Warga
Kodim Wonosobo Resmikan Jembatan Garuda, Buka Akses Majukan Desa Terpencil
‎Pemda Pastikan JLFR Tetap Meluncur, Pesepeda Bebas Melintas Malioboro
‎Bedah Film UWM Bongkar Tantangan Implementasi UU Pekerja Rumah Tangga
Ruwatan Ageng Bantul Doakan Keselamatan Bangsa dan Keseimbangan Alam
Takmir NHK Borong Sawi, Petani dan Jamaah Bahagia
‎Polda DIY dan Jogja Menyapa Bergerak Bantu Warga
Ahli Waris Klaim Tanah Masuk SHGB UMK, Minta Kejelasan Bukti

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 16:35 WIB

‎Viral Aksi Gerombolan Debt Collector Bantul, Polisi Dalami Pengerusakan Rumah Warga

Kamis, 23 Juli 2026 - 15:07 WIB

Kodim Wonosobo Resmikan Jembatan Garuda, Buka Akses Majukan Desa Terpencil

Rabu, 22 Juli 2026 - 15:48 WIB

‎Pemda Pastikan JLFR Tetap Meluncur, Pesepeda Bebas Melintas Malioboro

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:45 WIB

‎Bedah Film UWM Bongkar Tantangan Implementasi UU Pekerja Rumah Tangga

Rabu, 22 Juli 2026 - 09:39 WIB

Ruwatan Ageng Bantul Doakan Keselamatan Bangsa dan Keseimbangan Alam

Berita Terbaru

Yogyakarta

UWM Dorong Royalti Musik Adil Demi Ekosistem Berkelanjutan

Senin, 27 Jul 2026 - 08:54 WIB