HARMONI Satukan Lansia Kweni Lawan Hipertensi Lewat Komunitas Positif Ceria ‎

Senin, 18 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

‎JOGJAOKE.COM, BANTUL – Suasana hangat dan penuh semangat mewarnai rumah Dukuh Kweni, Kalurahan Panggungharjo, Kapanewon Sewon, Kabupaten Bantul, Minggu (17/5/2026).

Puluhan lansia dari delapan RT tampak antusias mengikuti program pengabdian masyarakat yang digelar Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Kegiatan itu menjadi momentum lahirnya komunitas lansia bertajuk HARMONI atau Hipertensi Aman Terkendali Bersama Komunitas Kweni.

Program tersebut tidak hanya menghadirkan pemeriksaan kesehatan dan penyuluhan, tetapi juga menjadi ruang kebersamaan bagi para lansia.

Senam lansia ceria yang diiringi lagu-lagu nostalgia membuat suasana semakin hidup. Beberapa peserta bahkan tampak bernyanyi dan bergoyang bersama sambil menikmati rangkaian acara yang berlangsung penuh keakraban.

Dosen UMY sekaligus Koordinator Pengabdian Masyarakat UMY di Dusun Kweni, Dinasti Pudang Binoriang, mengatakan kegiatan itu memiliki makna khusus karena bertepatan dengan Hari Hipertensi Sedunia.

Ia menilai persoalan hipertensi pada lansia saat ini semakin meningkat dan perlu mendapat perhatian serius.

“Kegiatan hari ini punya spirit tersendiri. Pertama karena bertepatan dengan Hari Hipertensi Sedunia, kedua karena masalah hipertensi pada lansia semakin meningkat. Kesendirian, kurangnya aktivitas, serta berbagai persoalan psikologis pada lansia turut meningkatkan risiko hipertensi,” ujarnya.

Menurut Pudang, pembentukan komunitas HARMONI menjadi langkah nyata untuk menghadirkan lingkungan sosial yang sehat dan positif bagi para lansia.

Ia berharap komunitas tersebut mampu menjadi wadah saling mendukung agar para anggota merasa lebih bahagia dan tenang menjalani masa lanjut usia.

“Melalui forum ini kami ingin menghadirkan komunitas positif bagi lansia. Dengan rasa bahagia, pikiran menjadi lebih tenang sehingga tekanan darah juga lebih terkontrol,” katanya.

Dalam sesi penyuluhan kesehatan, para lansia juga dikenalkan cara kerja jantung secara sederhana serta teknik relaksasi untuk membantu menenangkan pikiran dan detak jantung.

Pudang mengajak peserta membiasakan sugesti positif melalui rasa syukur dan suasana gembira dalam kehidupan sehari-hari.

Para lansia tampak aktif mengikuti arahan dan sesekali tertawa bersama saat sesi berlangsung.

Ketua Posyandu Lansia Pedukuhan Kweni, Sri Rejeki Arum Wahyuni, menyambut positif kegiatan tersebut.

Ia menilai pendekatan santai dan penuh kehangatan membuat para lansia lebih mudah memahami pentingnya menjaga kesehatan.

“Kegiatan hari ini sangat bermanfaat. Materi kesehatannya mudah dipahami, senamnya menyenangkan, dan adanya komunitas positif seperti HARMONI membuat para lansia punya ruang untuk saling mendukung,” ungkapnya. (adr)

Berita Terkait

‎Viral Aksi Gerombolan Debt Collector Bantul, Polisi Dalami Pengerusakan Rumah Warga
Kodim Wonosobo Resmikan Jembatan Garuda, Buka Akses Majukan Desa Terpencil
‎Pemda Pastikan JLFR Tetap Meluncur, Pesepeda Bebas Melintas Malioboro
‎Bedah Film UWM Bongkar Tantangan Implementasi UU Pekerja Rumah Tangga
Ruwatan Ageng Bantul Doakan Keselamatan Bangsa dan Keseimbangan Alam
Takmir NHK Borong Sawi, Petani dan Jamaah Bahagia
‎Polda DIY dan Jogja Menyapa Bergerak Bantu Warga
Ahli Waris Klaim Tanah Masuk SHGB UMK, Minta Kejelasan Bukti

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 16:35 WIB

‎Viral Aksi Gerombolan Debt Collector Bantul, Polisi Dalami Pengerusakan Rumah Warga

Kamis, 23 Juli 2026 - 15:07 WIB

Kodim Wonosobo Resmikan Jembatan Garuda, Buka Akses Majukan Desa Terpencil

Rabu, 22 Juli 2026 - 15:48 WIB

‎Pemda Pastikan JLFR Tetap Meluncur, Pesepeda Bebas Melintas Malioboro

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:45 WIB

‎Bedah Film UWM Bongkar Tantangan Implementasi UU Pekerja Rumah Tangga

Rabu, 22 Juli 2026 - 09:39 WIB

Ruwatan Ageng Bantul Doakan Keselamatan Bangsa dan Keseimbangan Alam

Berita Terbaru

Komjen Pol. Prof. Dr. Cryshnanda Dwilaksana (Ketua Pusat Studi Ilmu Kepolisian). (Foto Ist).

Jakarta

Polisi Masa Depan yang Dipercaya Publik

Sabtu, 25 Jul 2026 - 10:50 WIB