‎Glamping Maut Posong Tewaskan Satu Keluarga Diduga Keracunan Gas

Jumat, 29 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Jogja – Tragedi memilukan mengguncang kawasan wisata Posong, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Satu keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, dan dua anak ditemukan meninggal dunia saat menginap di tenda glamping.

Dugaan sementara, keempat korban tewas akibat keracunan gas usai menggunakan alat barbeque dan gas portable di dalam area tenda tertutup.

Korban diketahui bernama Muhamad Ali Munawar (52), istrinya Maghfirah (43), anak sulung Bagas Amar Hakiki (21), serta putra bungsu Alvino Evan Hakim (16).

Keempatnya ditemukan tak bernyawa pada Rabu (27/5/2026) sore setelah petugas curiga karena penghuni tenda tak kunjung merespons saat waktu sewa habis.

“Petugas akhirnya membuka pintu sekitar pukul 15.30 WIB dan korban ditemukan sudah terbujur kaku,” ungkap sumber kepolisian.

Kasat Reskrim Polres Temanggung, Iptu I Komang Mahendra Deputra, mengatakan penyidik menemukan gas portable yang dipakai korban untuk memasak.

“Kemungkinan ada dua, dari gas portable itu sama gas setelah bakar-bakar. Jadi setelah barbeque-an karena langsung tidur, setelah dia bakar-bakar langsung ditutup pintunya,” kata Mahendra kepada wartawan, Kamis (28/5/2026).

Polisi menduga sirkulasi udara di dalam tenda tidak berjalan baik sehingga gas terperangkap dan terhirup para korban sepanjang malam.

Mahendra menegaskan, dugaan awal keracunan makanan kini mulai terpatahkan.

“Tidak ada muntahan, tidak ada perlawanan, jadi ciri khasnya gas CO2 ini lemas, lemas, ngantuk, ngantuk, tiba-tiba hilang,” jelasnya.

Kondisi para korban saat ditemukan juga menguatkan dugaan tersebut. Keempat jenazah terbaring di atas kasur tanpa tanda-tanda perlawanan. Bahkan, tak ditemukan busa di mulut korban, meski tiga korban terlihat dengan telapak tangan mengepal.

Suasana duka menyelimuti rumah duka di Desa Kebumen, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang. Tangis keluarga pecah saat empat jenazah tiba untuk disalatkan dan dimakamkan.

Kerabat korban, Muhamad Khoerudin (50), mengaku mendapat kabar duka pada Rabu malam.

“Saya dapat kabar meninggal tadi malam jam 22.00. Informasi yang saya dengar katanya keracunan,” ujarnya. Namun pihak keluarga masih menunggu hasil resmi autopsi dari rumah sakit dan kepolisian.

Adik kandung Maghfirah, Ashadi (51), mengaku tak memiliki firasat apa pun sebelum tragedi itu terjadi.

“Dia enggak ikut kumpul, katanya mau jalan-jalan. Tapi enggak bilang mau ke mana,” katanya lirih. Kini polisi masih mendalami penyebab pasti kematian satu keluarga tersebut.

Tragedi ini sekaligus menjadi peringatan keras bagi wisatawan agar lebih waspada menggunakan alat barbeque maupun gas portable di area tertutup saat glamping.(waw)

Berita Terkait

‎Viral Aksi Gerombolan Debt Collector Bantul, Polisi Dalami Pengerusakan Rumah Warga
Kodim Wonosobo Resmikan Jembatan Garuda, Buka Akses Majukan Desa Terpencil
‎Pemda Pastikan JLFR Tetap Meluncur, Pesepeda Bebas Melintas Malioboro
‎Bedah Film UWM Bongkar Tantangan Implementasi UU Pekerja Rumah Tangga
Ruwatan Ageng Bantul Doakan Keselamatan Bangsa dan Keseimbangan Alam
Takmir NHK Borong Sawi, Petani dan Jamaah Bahagia
‎Polda DIY dan Jogja Menyapa Bergerak Bantu Warga
Ahli Waris Klaim Tanah Masuk SHGB UMK, Minta Kejelasan Bukti

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 16:35 WIB

‎Viral Aksi Gerombolan Debt Collector Bantul, Polisi Dalami Pengerusakan Rumah Warga

Kamis, 23 Juli 2026 - 15:07 WIB

Kodim Wonosobo Resmikan Jembatan Garuda, Buka Akses Majukan Desa Terpencil

Rabu, 22 Juli 2026 - 15:48 WIB

‎Pemda Pastikan JLFR Tetap Meluncur, Pesepeda Bebas Melintas Malioboro

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:45 WIB

‎Bedah Film UWM Bongkar Tantangan Implementasi UU Pekerja Rumah Tangga

Rabu, 22 Juli 2026 - 09:39 WIB

Ruwatan Ageng Bantul Doakan Keselamatan Bangsa dan Keseimbangan Alam

Berita Terbaru

Komjen Pol. Prof. Dr. Cryshnanda Dwilaksana (Ketua Pusat Studi Ilmu Kepolisian). (Foto Ist).

Jakarta

Polisi Masa Depan yang Dipercaya Publik

Sabtu, 25 Jul 2026 - 10:50 WIB