Festival Suporter Madness YKFest 2026 Dorong Kolaborasi Kreatif di Yogyakarta

Jumat, 24 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, YOGYAKARTA — Kreativitas suporter sepak bola kembali menunjukkan wajah positif lewat gelaran Madness YKFest 2026. Event yang digagas kolektif suporter Mataram Orde ini tak sekadar menjadi konser musik, tetapi juga ruang kolaborasi lintas komunitas yang mempertemukan musik, seni, hingga pelaku UMKM dalam satu panggung.

Digelar pada Kamis (23/4/2026) mulai pukul 14.00 WIB – 23.00 WIB, acara ini merupakan edisi kedua setelah sukses diselenggarakan tahun sebelumnya. Penyelenggara menargetkan Madness YKFest bisa menjadi agenda tahunan yang konsisten hadir di Yogyakarta.

Guntur, selaku show director, menjelaskan bahwa Madness YKFest merupakan bentuk inisiatif suporter untuk menciptakan gerakan positif di luar stadion. Menurutnya, banyak suporter yang memiliki potensi kreatif, mulai dari musisi, seniman, hingga pelaku usaha kecil.

“Teman-teman suporter itu banyak yang kreatif. Ada yang musisi, seniman, sampai punya UMKM. Kita ingin merangkul semua itu jadi satu gerakan positif,” ujar Guntur.

Ia menambahkan, momentum penyelenggaraan festival ini juga bertepatan dengan laga yang mempertemukan PSIM Yogyakarta dan Persija Jakarta, yang sudah lama dinantikan oleh suporter kedua tim.

“Ini juga untuk memeriahkan momen yang sudah ditunggu hampir 20 tahun. Jadi vibes-nya memang kita bangun dari situ,” katanya.

Menariknya, di tengah kemeriahan konser, terdapat elemen unik berupa penggunaan bola plastik kecil dalam pertunjukan. Guntur menegaskan, hal tersebut bukan bentuk protes, melainkan simbol nostalgia masa kecil.

“Itu lebih ke aktivasi memori. Dulu kita main bola di kampung pakai bola plastik, jadi kita angkat lagi nuansa itu,” jelasnya.

Dari sisi produksi, penyelenggara mengungkapkan bahwa biaya yang dikeluarkan berkisar antara Rp3 juta hingga Rp4 juta. Angka tersebut sedikit menurun dibandingkan tahun sebelumnya, salah satunya dipengaruhi oleh pembatalan pertandingan yang berdampak pada jumlah penonton.

“Kalau pertandingan tidak batal, mungkin akan lebih ramai. Banyak teman-teman dari Jakarta yang akhirnya refund karena perubahan jadwal,” ungkapnya.

Meski demikian, antusiasme tetap terasa dengan hadirnya sejumlah suporter Persija yang ikut meramaikan acara. Hal ini dinilai menjadi simbol persaudaraan antar suporter yang selama ini jarang terbangun dalam suasana santai dan positif.

“Tujuannya ya mempererat persaudaraan. Kita ingin menunjukkan bahwa suporter juga bisa berkumpul dengan damai,” kata Guntur.

Madness YKFest 2026 menghadirkan beragam line-up dari berbagai genre, di antaranya Sidekick, Young Tigers, The Lads Oi!, The Genk, The Freshcut, Los Pakualamos, Lost Stroom, Corner Attack, The Glad, Skarbu, Bravesboy x Siskaeee, Dhyo Haw, Weekenders Service, Gorrila King, Wonderlads, Sam Otit “Bootssounds”, Rickycunk Vivacity, Allyc13, hingga Yogyakarta Youngsoul.

Melalui festival ini, penyelenggara berharap suporter dapat terus bergerak ke arah yang lebih positif dan menjadi bagian dari ekosistem kreatif yang produktif.

“Sepak bola harusnya bisa menyatukan. Lewat acara seperti ini, semoga energi positif itu terus terjaga,” pungkasnya. (Aga)

Berita Terkait

Menko AHY Tekankan Pembangunan Inklusif saat Kunjungan ke DIY
‎Condongcatur Cetak Sejarah, 828 Pengurus RT RW Dikukuhkan Serentak ‎
Pembelajaran Multimodal Jadi Solusi Pendidikan Inklusif di SMA PGRI Yogyakarta
Dosen UMY Soroti Pentingnya Implementasi UU PPRT di Lapangan
UMY Perkuat Kontribusi Global Lewat Kuliah Umum di Charles Darwin University
Yoyock Suryo Soroti Arah Seni Rupa Kulon Progo Lewat Workshop
Workshop Seni Rupa Kulon Progo Dorong Perupa Bangkit Bersinergi
Pria Lansia Warga Bangka Belitung Ditemukan Tewas di Kos Klitren

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 15:12 WIB

Menko AHY Tekankan Pembangunan Inklusif saat Kunjungan ke DIY

Jumat, 24 April 2026 - 14:59 WIB

‎Condongcatur Cetak Sejarah, 828 Pengurus RT RW Dikukuhkan Serentak ‎

Jumat, 24 April 2026 - 14:38 WIB

Pembelajaran Multimodal Jadi Solusi Pendidikan Inklusif di SMA PGRI Yogyakarta

Jumat, 24 April 2026 - 13:18 WIB

UMY Perkuat Kontribusi Global Lewat Kuliah Umum di Charles Darwin University

Jumat, 24 April 2026 - 12:34 WIB

Yoyock Suryo Soroti Arah Seni Rupa Kulon Progo Lewat Workshop

Berita Terbaru