Pembelajaran Multimodal Jadi Solusi Pendidikan Inklusif di SMA PGRI Yogyakarta

Jumat, 24 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) kembali menunjukkan komitmennya dalam pengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan bertajuk “Pembelajaran Bahasa Inggris Multimodal untuk Slow Learners” yang digelar di SMA PGRI Yogyakarta, Jumat (24/04/2026). Kegiatan ini menyasar guru dan wali murid sebagai upaya memperkuat praktik pendidikan inklusif di lingkungan sekolah.

Dosen Pendidikan Bahasa Inggris UMY sekaligus Ketua Himpunan Disabilitas Muhammadiyah DIY, Jati Suryanto, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari fokus riset dan pengabdiannya di bidang pendidikan inklusi, khususnya bagi peserta didik dengan kebutuhan belajar yang beragam.

“Program ini kami arahkan untuk sekolah inklusi, khususnya siswa slow learners. Meski fokus pada pembelajaran bahasa Inggris, konsepnya dapat diterapkan pada semua mata pelajaran,” ujarnya.

Tantangan Pendidikan Inklusif, Pendekatan Multimodal sebagai Solusi

Jati menuturkan bahwa proses pembelajaran bagi slow learners tidaklah mudah, baik bagi guru maupun orang tua. Salah satu tantangan utama adalah kurangnya sinergi antara keduanya dalam memahami kebutuhan belajar siswa. Padahal, pendidikan inklusif menuntut kolaborasi yang kuat antara sekolah dan keluarga.

“Sering kali terjadi saling mengandalkan antara guru dan orang tua. Padahal, keduanya harus saling memahami dan bekerja sama,” jelasnya.

Dalam kegiatan ini, UMY memperkenalkan metode pembelajaran multimodal, yakni pendekatan yang memanfaatkan berbagai cara dan media pembelajaran sesuai karakteristik siswa. Metode ini mempertimbangkan gaya belajar, kondisi peserta didik, hingga lingkungan belajar, sehingga setiap siswa dapat memperoleh pengalaman belajar yang sesuai dengan kebutuhannya.

“Setiap anak memiliki kecepatan dan cara belajar yang berbeda. Pendekatan multimodal membantu menjembatani perbedaan tersebut,” tambah Jati.

Pendidikan untuk Semua

Jati menegaskan bahwa pendidikan harus dapat diakses oleh semua kalangan tanpa terkecuali, termasuk penyandang disabilitas, baik fisik, sensorik, maupun intelektual. Ia menilai bahwa kesetaraan pendidikan tidak hanya soal akses, tetapi juga metode pembelajaran yang tepat.

“Semua orang memiliki hak yang sama untuk belajar. Yang perlu disesuaikan adalah bagaimana cara kita mengajarkannya,” tegasnya.

Kegiatan ini dirancang dalam dua sesi utama, yakni sesi penguatan bagi guru dan orang tua serta sesi praktik pembelajaran bagi siswa. Peserta diajak berdiskusi sekaligus menyaksikan secara langsung penerapan metode pembelajaran yang sesuai.

Melalui pendekatan ini, diharapkan tercipta kolaborasi yang lebih kuat antara guru dan orang tua dalam mendampingi proses belajar siswa.

Fokus pada Disabilitas Intelektual

Pemilihan SMA PGRI Yogyakarta sebagai lokasi kegiatan didasarkan pada fokus pengembangan tahun ini, yakni disabilitas intelektual. Sebelumnya, program serupa telah menyasar disabilitas sensorik seperti tunanetra dan tunarungu. Jati mengungkapkan bahwa rangkaian kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya penyusunan buku panduan pembelajaran bahasa Inggris bagi penyandang disabilitas.

“Ini menjadi rangkaian riset kami untuk mengembangkan model pembelajaran yang lebih inklusif dan aplikatif,” pungkasnya.

Melalui kegiatan ini, UMY berharap dapat terus berkontribusi dalam mendorong terciptanya sistem pendidikan yang inklusif, adaptif, dan berkeadilan bagi seluruh peserta didik.(LSI)

Sumber : Humas Umy

Berita Terkait

14 Tahun The Rich Jogja Hotel, Beyond Running Jadi Ajang Perayaan dan Kebersamaan
Kolam Koi Picu Gejolak, Warga Sampangan Desak Ditutup Total
Target 150 Ribu Siswa, Dosen UMY Ingatkan Pemerintah Soal Ketimpangan Pendidikan
Malioboro Semarak Kirab Kebangsaan, Pesan Persatuan Menggema Jelang HUT ke-81 RI
‎FE UWM Cetak Lulusan Berintegritas, Berdampak di Dunia Kerja
Workshop Smart Village UMY Dorong Transformasi Desa Berbasis Teknologi dan Tata Kelola
Dua Bulan Persiapan, Mahasiswa Teknik Sipil UMY Borong Tiga Penghargaan di Malaysia
Bendera Raksasa 481 Meter Siap Gegerkan Jogja Merah Putih

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 08:07 WIB

14 Tahun The Rich Jogja Hotel, Beyond Running Jadi Ajang Perayaan dan Kebersamaan

Selasa, 18 Agustus 2026 - 17:00 WIB

Kolam Koi Picu Gejolak, Warga Sampangan Desak Ditutup Total

Kamis, 13 Agustus 2026 - 11:02 WIB

Target 150 Ribu Siswa, Dosen UMY Ingatkan Pemerintah Soal Ketimpangan Pendidikan

Rabu, 12 Agustus 2026 - 16:19 WIB

Malioboro Semarak Kirab Kebangsaan, Pesan Persatuan Menggema Jelang HUT ke-81 RI

Rabu, 12 Agustus 2026 - 14:49 WIB

‎FE UWM Cetak Lulusan Berintegritas, Berdampak di Dunia Kerja

Berita Terbaru

Yogyakarta

FJI Soroti Dugaan Pelepasan Jilbab Calon Kadet Mahasiswa

Minggu, 23 Agu 2026 - 22:30 WIB

Yogyakarta

PW Salimah Sulap Pengajian Jadi Aksi Nyata Peduli NTT

Minggu, 23 Agu 2026 - 22:24 WIB

Yogyakarta

Rumah Zakat Ringankan Beban Warga Sabrang Kidul Lewat Pasar

Minggu, 23 Agu 2026 - 22:19 WIB

Yogyakarta

Touring Kemerdekaan Kauman 2026 Pererat Persaudaraan Warga

Minggu, 23 Agu 2026 - 22:13 WIB