Erika Carlina Guncang UWM, Kampanyekan Empati dan Cinta Keluarga

Rabu, 3 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, ‎SLEMAN – Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta menjadi tuan rumah kegiatan “Jangan Buang Ibu Goes to Campus: Deep Talk” yang menghadirkan aktris Erika Carlina dan aktor Dwi Sasono, Selasa (2/6/2026).

Kegiatan yang digelar di Auditorium Piwulangan Kampus Terpadu UWM ini menjadi bagian dari kampanye edukatif film Jangan Buang Ibu produksi Leo Pictures yang dijadwalkan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia pada 25 Juni 2026.

Dalam suasana dialog yang hangat dan interaktif, Erika Carlina, Dwi Sasono, psikolog Nona Pooroe Utomo, M.Ed., M.A., serta konselor Dr. Inge Gunawan, S.E., M.Si., C.M.A. mengajak mahasiswa membahas persoalan keluarga, hubungan orang tua dan anak, hingga pentingnya empati sosial.

“Banyak anak muda yang sibuk mengejar mimpi dan karier, tetapi terkadang lupa meluangkan waktu untuk orang tua. Padahal perhatian sederhana dan kehadiran kita sangat berarti bagi mereka,” ujar Erika Carlina.

Dwi Sasono menegaskan bahwa film Jangan Buang Ibu tidak hanya menawarkan hiburan, tetapi juga mengandung pesan moral yang kuat.

“Melalui film ini kami ingin mengingatkan bahwa kasih sayang orang tua, terutama seorang ibu, sering kali baru benar-benar kita sadari ketika waktu telah berlalu.

Semoga film ini menjadi ruang refleksi bagi generasi muda untuk lebih menghargai dan membahagiakan orang tua mereka,” katanya.

Sementara itu, psikolog Nona Pooroe Utomo menjelaskan bahwa hubungan harmonis dalam keluarga dibangun melalui komunikasi yang terbuka dan saling memahami.

“Sering kali konflik dalam keluarga muncul bukan karena kurangnya kasih sayang, tetapi karena kurangnya komunikasi. Karena itu setiap anggota keluarga perlu belajar mendengarkan dan memahami perspektif satu sama lain,” jelasnya di hadapan para mahasiswa.

Rektor UWM, Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec., menyambut positif terselenggaranya kegiatan tersebut.

Menurutnya, kampus tidak hanya berfungsi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga tempat pembentukan karakter.

“Mahasiswa perlu memahami nilai penghormatan kepada orang tua dan pentingnya empati dalam kehidupan bermasyarakat.

Kehadiran insan perfilman dan psikolog di kampus menjadi sarana yang efektif untuk memperluas wawasan generasi muda,” ujarnya.

Selain menyaksikan pemutaran trailer film Jangan Buang Ibu, mahasiswa juga diajak merefleksikan makna keluarga dan kepedulian sosial.

Melalui kisah emosional seorang ibu tunggal bernama Ristiana yang harus menghadapi masa tua di panti jompo, film ini diharapkan mampu menggugah kesadaran masyarakat untuk lebih menghargai, menyayangi, dan memuliakan orang tua selagi masih memiliki kesempatan bersama mereka.(waw)

Berita Terkait

‎Viral Aksi Gerombolan Debt Collector Bantul, Polisi Dalami Pengerusakan Rumah Warga
Kodim Wonosobo Resmikan Jembatan Garuda, Buka Akses Majukan Desa Terpencil
‎Pemda Pastikan JLFR Tetap Meluncur, Pesepeda Bebas Melintas Malioboro
‎Bedah Film UWM Bongkar Tantangan Implementasi UU Pekerja Rumah Tangga
Ruwatan Ageng Bantul Doakan Keselamatan Bangsa dan Keseimbangan Alam
Takmir NHK Borong Sawi, Petani dan Jamaah Bahagia
‎Polda DIY dan Jogja Menyapa Bergerak Bantu Warga
Ahli Waris Klaim Tanah Masuk SHGB UMK, Minta Kejelasan Bukti

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 16:35 WIB

‎Viral Aksi Gerombolan Debt Collector Bantul, Polisi Dalami Pengerusakan Rumah Warga

Kamis, 23 Juli 2026 - 15:07 WIB

Kodim Wonosobo Resmikan Jembatan Garuda, Buka Akses Majukan Desa Terpencil

Rabu, 22 Juli 2026 - 15:48 WIB

‎Pemda Pastikan JLFR Tetap Meluncur, Pesepeda Bebas Melintas Malioboro

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:45 WIB

‎Bedah Film UWM Bongkar Tantangan Implementasi UU Pekerja Rumah Tangga

Rabu, 22 Juli 2026 - 09:39 WIB

Ruwatan Ageng Bantul Doakan Keselamatan Bangsa dan Keseimbangan Alam

Berita Terbaru

Komjen Pol. Prof. Dr. Cryshnanda Dwilaksana (Ketua Pusat Studi Ilmu Kepolisian). (Foto Ist).

Jakarta

Polisi Masa Depan yang Dipercaya Publik

Sabtu, 25 Jul 2026 - 10:50 WIB