Eee Dayoh E Teko, DPRD Yogya Gerakkan Ekonomi Kampung

Senin, 15 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, JOGJA – DPRD Kota Yogyakarta menghadirkan semangat baru dalam menyambut tamu melalui program “Eee Dayoh E Teko”, sebuah gerakan yang mendorong setiap kunjungan ke Kota Yogyakarta tidak berhenti pada agenda seremonial dan pertemuan resmi semata.

Program ini dirancang agar para tamu dapat merasakan langsung kehidupan masyarakat sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi warga.

Melalui program tersebut, setiap rombongan yang berkunjung diajak menyambangi kampung-kampung wisata yang menjadi kebanggaan Kota Yogyakarta.

Tidak hanya menikmati potensi budaya dan kearifan lokal, para tamu juga didorong untuk berinteraksi dengan pelaku usaha serta mengenal berbagai produk unggulan yang dihasilkan masyarakat setempat.

Ketua DPRD Kota Yogyakarta menegaskan bahwa konsep “Eee Dayoh E Teko” merupakan upaya membangun hubungan yang lebih bermakna antara tamu dan masyarakat.

“Kami ingin setiap kunjungan membawa manfaat yang lebih luas. Tamu tidak hanya datang untuk berdiskusi, tetapi juga ikut menggerakkan roda ekonomi warga melalui aktivitas wisata dan belanja produk lokal,” ujarnya.

Program ini dinilai sejalan dengan semangat pemberdayaan ekonomi kerakyatan yang selama ini menjadi perhatian Pemerintah Kota Yogyakarta.

Kehadiran tamu dari berbagai daerah maupun instansi diharapkan mampu meningkatkan omzet pelaku UMKM, memperluas promosi produk lokal, serta membuka peluang kerja sama yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Selain memberikan dampak ekonomi, gerakan tersebut juga menjadi sarana memperkenalkan potensi kampung wisata yang tersebar di berbagai wilayah Kota Yogyakarta.

“Setiap kampung memiliki keunikan dan cerita tersendiri. Kami ingin para tamu membawa pulang pengalaman yang berkesan sekaligus menjadi duta promosi bagi Yogyakarta,” ungkapnya.

Dengan semangat kolaborasi dan gotong royong, “Eee Dayoh E Teko” diharapkan menjadi budaya baru dalam setiap kunjungan ke Kota Yogyakarta.

Kehadiran tamu bukan lagi sekadar agenda silaturahmi, melainkan investasi sosial dan ekonomi yang mampu memperkuat UMKM, menghidupkan kampung wisata, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan bagi masyarakat Kota Yogyakarta.(waw)

Berita Terkait

‎Viral Aksi Gerombolan Debt Collector Bantul, Polisi Dalami Pengerusakan Rumah Warga
Kodim Wonosobo Resmikan Jembatan Garuda, Buka Akses Majukan Desa Terpencil
‎Pemda Pastikan JLFR Tetap Meluncur, Pesepeda Bebas Melintas Malioboro
‎Bedah Film UWM Bongkar Tantangan Implementasi UU Pekerja Rumah Tangga
Ruwatan Ageng Bantul Doakan Keselamatan Bangsa dan Keseimbangan Alam
Takmir NHK Borong Sawi, Petani dan Jamaah Bahagia
‎Polda DIY dan Jogja Menyapa Bergerak Bantu Warga
Ahli Waris Klaim Tanah Masuk SHGB UMK, Minta Kejelasan Bukti

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 16:35 WIB

‎Viral Aksi Gerombolan Debt Collector Bantul, Polisi Dalami Pengerusakan Rumah Warga

Kamis, 23 Juli 2026 - 15:07 WIB

Kodim Wonosobo Resmikan Jembatan Garuda, Buka Akses Majukan Desa Terpencil

Rabu, 22 Juli 2026 - 15:48 WIB

‎Pemda Pastikan JLFR Tetap Meluncur, Pesepeda Bebas Melintas Malioboro

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:45 WIB

‎Bedah Film UWM Bongkar Tantangan Implementasi UU Pekerja Rumah Tangga

Rabu, 22 Juli 2026 - 09:39 WIB

Ruwatan Ageng Bantul Doakan Keselamatan Bangsa dan Keseimbangan Alam

Berita Terbaru

Komjen Pol. Prof. Dr. Cryshnanda Dwilaksana (Ketua Pusat Studi Ilmu Kepolisian). (Foto Ist).

Jakarta

Polisi Masa Depan yang Dipercaya Publik

Sabtu, 25 Jul 2026 - 10:50 WIB