‎Dukung Kemandirian Pangan, Pemkot Yogyakarta Kolaborasi dengan Rumah Zakat

Jumat, 24 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Jogja – Pemerintah Kota Yogyakarta terus memperkuat ketahanan pangan masyarakat melalui kolaborasi lintas lembaga. Salah satunya dengan menerima donasi dua ton beras dan 300 kaleng Superqurban dari Rumah Zakat.

‎Kegiatan penyerahan berlangsung di Kantor Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta, Jumat (24/10/2025), disaksikan pejabat dinas, relawan, serta mitra distribusi pangan.



‎Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta, Sukidi, S.E., M.Si., menyampaikan apresiasinya atas dukungan dari Rumah Zakat dalam upaya memperkuat cadangan pangan masyarakat.

‎“Kalau di food bank tidak ada simpanan, karena begitu ada donasi, langsung kami distribusikan melalui mitra. Prinsipnya cepat dan tepat sasaran,” jelas Sukidi.

‎Ia menambahkan, bantuan tersebut akan disalurkan melalui Food Bank Lumbung Mataraman, dengan melibatkan Food Bank of Indonesia, Baznas, dan Sego Mubeng, agar jangkauannya lebih luas hingga ke kelompok rentan dan anak jalanan.

‎“Kami pastikan bantuan ini segera sampai ke masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” tegasnya.

‎Sukidi menyebut, sejak berdiri pada 21 Mei 2025, Food Bank Lumbung Mataraman telah menyalurkan bantuan kepada 2.581 penerima manfaat, baik berupa bahan pangan maupun makanan siap saji.

‎“Semangat gotong royong ini harus dijaga, karena dari hal kecil kita bisa membantu yang membutuhkan,” ujar Patricia Heny Dian Anitasari, mewakili Wali Kota Yogyakarta.

‎Sementara itu, Pimpinan Rumah Zakat Yogyakarta, Warnitis, S.Hut., menjelaskan bahwa bantuan beras dan Superqurban ini merupakan amanah masyarakat yang disalurkan melalui program fidyah dan qurban.

‎“Kami bekerja sama dengan Lumbung Pangan Pemkot agar distribusinya lebih luas dan tidak tumpang tindih,” ungkapnya.



‎Ia menambahkan, produk Superqurban berupa kornet dan rendang kaleng merupakan hasil optimalisasi ibadah qurban agar manfaatnya lebih tahan lama.

‎“Kami ingin kontribusi masyarakat ini bisa terasa sepanjang tahun, bukan hanya di momen tertentu,” kata Warnitis.

‎Sukidi menutup acara dengan pesan optimistis bahwa kolaborasi semacam ini akan terus diperkuat.

‎“Semoga kerja sama seperti ini berlanjut, agar semakin banyak masyarakat terbantu dan Yogyakarta semakin tangguh dalam pangan,” ujarnya menegaskan.(waw)

Berita Terkait

‎Nuzulul Qur’an Teguhkan Cahaya Peradaban Saat Dunia Dilanda Krisis
UMY Dampingi Wirokerten Transformasi Digital Desa Wisata Berbasis Keamanan Siber
‎Pria Bersurjan dan Kebaya Syiar Budaya, Ngemong Generasi Muda
‎Relawan MBG DIY Bersatu, 5.000 Orang Ikrar Benahi Layanan
‎BGN Ancam Hentikan Operasional Dapur MBG Tanpa Sertifikat Higiene Sanitasi
Disperindag DIY Genjot IKM Naik Kelas Lewat Pameran Kerajinan
Korem 072 Pamungkas Siagakan 850 Personel Antisipasi Bencana dan Mudik
‎KAI-TNI Bergerak! Bersih Vandalisme Jembatan Kewek Demi Wajah Jogja

Berita Terkait

Senin, 9 Maret 2026 - 10:34 WIB

‎Nuzulul Qur’an Teguhkan Cahaya Peradaban Saat Dunia Dilanda Krisis

Minggu, 8 Maret 2026 - 14:32 WIB

UMY Dampingi Wirokerten Transformasi Digital Desa Wisata Berbasis Keamanan Siber

Sabtu, 7 Maret 2026 - 18:43 WIB

‎Pria Bersurjan dan Kebaya Syiar Budaya, Ngemong Generasi Muda

Sabtu, 7 Maret 2026 - 17:56 WIB

‎Relawan MBG DIY Bersatu, 5.000 Orang Ikrar Benahi Layanan

Sabtu, 7 Maret 2026 - 17:05 WIB

‎BGN Ancam Hentikan Operasional Dapur MBG Tanpa Sertifikat Higiene Sanitasi

Berita Terbaru