Home / UMY

Dubes RI untuk Tunisia di UMY: Diplomasi adalah Seni Membangun Persahabatan

Rabu, 2 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Dubes RI untuk Tunisia saat mengisi kuliah umum di UMY

Foto Dubes RI untuk Tunisia saat mengisi kuliah umum di UMY

JOGJAOKE.COM, YOGYAKARTA – Diplomasi tidak hanya berlangsung melalui pertemuan formal antarnegara. Kemampuan membangun persahabatan, komunikasi, jejaring, dan kepercayaan juga menjadi bagian penting dalam memperkuat hubungan internasional.

Hal tersebut disampaikan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) Republik Indonesia untuk Tunisia, Zuhairi Misrawi, dalam kuliah umum bertema “Diplomasi Budaya Indonesia di Negara Tunisia” di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Rabu (2/9/2026).

Dalam kuliah umum tersebut, Zuhairi mendorong mahasiswa untuk memahami diplomasi secara lebih luas. Menurutnya, kemampuan akademik perlu diimbangi dengan wawasan internasional, keterampilan komunikasi, penguasaan bahasa asing, kemampuan membangun jejaring, serta integritas.

Pesan tersebut relevan dengan arah diplomasi Indonesia di Tunisia. KBRI Tunis menempatkan diplomasi kebudayaan sebagai salah satu fokus diplomasi Indonesia–Tunisia pada 2026, bersama diplomasi ekonomi, pendidikan, dan perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI).

Diplomasi Dimulai dari Kemampuan Bersahabat

Dalam pemaparannya, Zuhairi menjelaskan bahwa diplomasi tidak semata-mata berkaitan dengan kepentingan formal antarnegara. Seorang diplomat juga harus mampu membangun hubungan baik dengan berbagai pihak.

“Diplomasi itu adalah seni bersahabat,” ujar Zuhairi.

Menurutnya, kemampuan membangun relasi menjadi modal penting dalam diplomasi. Hubungan yang baik dapat membuka ruang komunikasi sekaligus memperkuat rasa saling percaya.

Karena itu, mahasiswa perlu mengembangkan kemampuan berkomunikasi dan membangun jejaring sejak masa kuliah. Relasi yang luas dapat menjadi bekal ketika mereka memasuki lingkungan profesional maupun internasional.

Pendekatan persahabatan juga menjadi salah satu karakter diplomasi Indonesia-Tunisia. Zuhairi sebelumnya menyebut hubungan kedua negara memiliki akar historis yang kuat, termasuk melalui hubungan Presiden Sukarno dan Presiden pertama Tunisia, Habib Bourguiba.

Budaya Menjadi Jembatan Diplomasi

Dalam praktik hubungan Indonesia-Tunisia, kebudayaan menjadi salah satu instrumen yang digunakan untuk mendekatkan masyarakat kedua negara.

KBRI Tunis selama beberapa tahun terakhir mengembangkan berbagai bentuk diplomasi kebudayaan melalui seni, musik, tari, kuliner, sastra, hingga buku. Zuhairi menyebut kebudayaan dapat menjadi jembatan untuk memperkuat kerja sama bilateral kedua negara.

Pada April 2026, misalnya, Indonesia menjadi tamu kehormatan dalam Pameran Buku Internasional Tunisia ke-40. Paviliun Indonesia menghadirkan buku-buku, diskusi, pertunjukan tari dan musik, hingga kuliner Nusantara sebagai bagian dari upaya memperkenalkan Indonesia kepada masyarakat Tunisia.

Sebelumnya, KBRI Tunis juga menjalankan diplomasi melalui puisi. Zuhairi memandang kebudayaan sebagai instrumen untuk memperkokoh persahabatan Indonesia-Tunisia melalui prinsip saling menghormati dan kepentingan bersama.

Mahasiswa Perlu Memiliki Wawasan Global

Selain memahami peran kebudayaan, Zuhairi mendorong mahasiswa memiliki international mindset atau pola pikir internasional. Mahasiswa perlu memperluas pengetahuan mengenai berbagai negara, kawasan, serta dinamika global.

Menurutnya, berbagai persoalan internasional memiliki keterkaitan dengan kehidupan masyarakat. Wawasan tersebut diperlukan agar mahasiswa mampu melihat suatu persoalan dari perspektif yang lebih luas.

“Jangan hanya tahu hasilnya, tetapi kalian harus tahu prosesnya,” tegasnya.

Ia mendorong mahasiswa untuk mempelajari karakteristik berbagai negara dan kawasan. Buku maupun berbagai sumber informasi yang tersedia dapat dimanfaatkan untuk memperluas wawasan global tersebut.

Peran generasi muda dalam diplomasi juga sebelumnya menjadi perhatian Zuhairi. Dalam kuliah umum di Universitas Carthage, Tunisia, pada November 2025, ia mendorong kaum muda untuk berperan aktif dalam diplomasi dan kolaborasi guna mempererat hubungan Indonesia-Tunisia.

Bahasa dan Integritas Jadi Modal

Selain wawasan global, penguasaan bahasa menjadi salah satu modal penting dalam komunikasi lintas negara. Zuhairi menilai kemampuan berbahasa asing, terutama bahasa Inggris, perlu dipersiapkan mahasiswa untuk memasuki lingkungan internasional.

Namun, kemampuan komunikasi harus berjalan beriringan dengan integritas. Menurutnya, kejujuran menjadi fondasi penting dalam membangun kepercayaan dengan orang lain.

Karena itu, mahasiswa tidak cukup hanya mengembangkan kompetensi akademik dan profesional. Karakter dan moral juga perlu dibangun sebagai bagian dari kesiapan menghadapi dunia global.

Kemampuan bahasa, wawasan internasional, serta integritas tersebut pada akhirnya menjadi modal untuk membangun hubungan dengan orang-orang dari latar belakang budaya dan negara yang berbeda.

Zuhairi turut mengingatkan mahasiswa agar tidak mengejar keberhasilan secara instan. Menurutnya, proses pendidikan merupakan bagian penting dalam membentuk kemampuan dan kesiapan seseorang menghadapi masa depan.

“Belajar adalah suatu kewajiban, kamu hari ini ialah kamu di masa depan, jangan capek untuk belajar,” pesannya.

Ia menilai berbagai aktivitas selama kuliah merupakan bagian dari proses pembentukan diri. Karena itu, mahasiswa perlu menjalani proses tersebut dengan sungguh-sungguh dan konsisten.

“Generasi kalian berbeda dengan generasi saya. Generasi kalian kadang ingin semuanya mudah. Mau enak, mau sukses, tetapi tidak mau melalui proses. Pola pikir seperti itu harus dibuang. Karena kesuksesan adalah hasil dari proses yang baik,” tuturnya.

Pesan tersebut menjadi bagian dari dorongan Zuhairi agar mahasiswa tidak hanya mempersiapkan kompetensi teknis, tetapi juga membangun ketekunan dan kesiapan menghadapi berbagai tantangan.

Bekali Mahasiswa Menghadapi Dunia Internasional

Kuliah umum tersebut diawali dengan sambutan Wakil Rektor UMY Bidang Pendidikan, Entrepreneurship, dan Alumni, Prof. Dr. Zuly Qodir, M.Ag. Ia mengapresiasi kehadiran Zuhairi dan berharap pengalaman diplomatik yang dibagikan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa.

“Semoga bisa memberikan inspirasi kepada para mahasiswa saya, sehingga mahasiswa saya ini memiliki semangat untuk menjadi pribadi yang berkualitas dan bisa percaya diri di masa depan,” ujar Zuly.

Kuliah umum yang berlangsung di Ruang Sidang Utama Lantai 5 Gedung AR Fachruddin UMY tersebut dimoderatori Wakil Dekan FISIPOL UMY, Dr. Sugeng Riyanto, S.IP., M.Si.

Melalui kuliah umum tersebut, mahasiswa UMY didorong untuk mempersiapkan diri menghadapi lingkungan global. Wawasan internasional, penguasaan bahasa, kemampuan berkomunikasi dan membangun jejaring, serta integritas menjadi bekal penting agar generasi muda dapat mengambil peran dalam hubungan internasional.

Diplomasi, sebagaimana ditekankan Zuhairi, pada akhirnya tidak hanya berlangsung di meja perundingan. Kemampuan membangun persahabatan dan kepercayaan juga menjadi fondasi untuk membuka ruang kerja sama antarmasyarakat maupun antarnegara. (GLA)

Sumber : humas umy

Berita Terkait

Guru Besar UMY Soroti Pergeseran Orientasi Ormas: dari Perjuangan Nilai ke Kepentingan Politik
Demo Yogyakarta Ricuh, Guru Besar UMY Soroti Krisis Kepercayaan terhadap Hukum
UMY Perkuat Jejaring Pendidikan Internasional bersama Dubes RI untuk Tunisia
KKN UMY Bantu Warga Mola Wakatobi Kelola Sampah dengan Teknologi Tepat Guna
Sambut Mahasiswa Baru 2026, UMY Tegaskan Kampus Aman dan Bebas Kekerasan
Karhutla Kalimantan Meluas, Pakar UMY: El Niño Perparah Kekeringan, Aktivitas Manusia Jadi Pemicu Utama
Trump Klaim Selat Hormuz Wilayah AS, Pakar UMY: Ada Kepentingan Geopolitik Tekan Iran
Anggaran Pencegahan Karhutla Dinilai Minim, Pakar UMY Soroti Pola Penanganan yang Reaktif

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 15:11 WIB

Guru Besar UMY Soroti Pergeseran Orientasi Ormas: dari Perjuangan Nilai ke Kepentingan Politik

Kamis, 3 September 2026 - 15:02 WIB

Demo Yogyakarta Ricuh, Guru Besar UMY Soroti Krisis Kepercayaan terhadap Hukum

Rabu, 2 September 2026 - 13:11 WIB

UMY Perkuat Jejaring Pendidikan Internasional bersama Dubes RI untuk Tunisia

Rabu, 2 September 2026 - 11:50 WIB

Dubes RI untuk Tunisia di UMY: Diplomasi adalah Seni Membangun Persahabatan

Rabu, 2 September 2026 - 09:04 WIB

KKN UMY Bantu Warga Mola Wakatobi Kelola Sampah dengan Teknologi Tepat Guna

Berita Terbaru