Diet Plastik Jadi Senjata Hemat, Konsumen Dipaksa Ubah Kebiasaan Belanja

Selasa, 7 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

‎JOGJAOKE.COM, Jogja – Tren “diet plastik” mulai mencuri perhatian sebagai strategi baru rumah tangga dalam menekan pengeluaran.

Kenaikan harga plastik sekali pakai di sektor ritel tak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga memicu perubahan perilaku konsumsi masyarakat.

“Sekarang plastik tidak lagi dianggap gratis, ada biaya yang mulai dirasakan langsung oleh konsumen,” ujar Dosen Kewirausahaan Fakultas Ekonomi UWM Yogyakarta, Niken Permata Sari.

Menurut Niken, kondisi ini melahirkan konsep baru dalam perilaku belanja, yakni “biaya kenyamanan” atau cost of convenience.

Ia menilai, tambahan biaya tersebut secara langsung memengaruhi keputusan konsumen saat bertransaksi.

“Ketika ada biaya tambahan, masyarakat jadi berpikir ulang, apakah benar-benar perlu atau tidak,” katanya.

Fenomena ini dinilai sebagai bentuk disinsentif ekonomi yang efektif. Kenaikan harga plastik mendorong masyarakat beralih ke alternatif yang lebih hemat dan berkelanjutan.

“Ini bukan sekadar tren, tapi respons rasional terhadap tekanan ekonomi sehari-hari,” jelasnya.

Dalam praktiknya, berbagai strategi mulai diterapkan, mulai dari membawa tas belanja sendiri, menggunakan botol minum isi ulang, hingga membeli produk dalam kemasan besar.

“Investasi di awal memang terasa, tapi dalam jangka panjang jauh lebih hemat dibandingkan terus membeli plastik sekali pakai,” ungkap Niken.

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa diet plastik mencerminkan perubahan pola pikir menuju konsumsi berkelanjutan.

“Diet plastik bukan hanya soal lingkungan, tapi strategi ekonomi rumah tangga yang cerdas. Perubahan kecil dalam kebiasaan bisa berdampak besar dalam jangka panjang,” pungkasnya.(waw)

Berita Terkait

Stasiun Yogyakarta Sulap Ruang Publik Jadi Edukasi Sumbu Filosofi
‎Lokakarya BMT 2026 Percepat Digitalisasi, Ketua ABSINDO Baru Terpilih
Pemimpin Kampus Jangan Simbolis, Prof Edy Tegas Soroti Transformasi
Harda Resmikan Jembatan Jatra Winongo, Dorong Ekonomi Warga Sinduadi
PPP DIY Sambangi PWNU Perkuat Silaturahmi Jelang Muscab Serentak
Kementerian HAM Targetkan 1.500 Kampung REDAM, Yogyakarta Masuk Tahap Awal
Pick Up Tahu Bulat Terbakar Hebohkan Jalan Kerto Siang Hari
Khudazi Aulawi Resmi Pimpin AIPNI Regional VIII Periode Baru

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 22:47 WIB

Stasiun Yogyakarta Sulap Ruang Publik Jadi Edukasi Sumbu Filosofi

Sabtu, 18 April 2026 - 19:26 WIB

Pemimpin Kampus Jangan Simbolis, Prof Edy Tegas Soroti Transformasi

Sabtu, 18 April 2026 - 19:21 WIB

Harda Resmikan Jembatan Jatra Winongo, Dorong Ekonomi Warga Sinduadi

Sabtu, 18 April 2026 - 12:35 WIB

PPP DIY Sambangi PWNU Perkuat Silaturahmi Jelang Muscab Serentak

Sabtu, 18 April 2026 - 12:28 WIB

Kementerian HAM Targetkan 1.500 Kampung REDAM, Yogyakarta Masuk Tahap Awal

Berita Terbaru

Banten

H. Ade Mahrus, MTQ Lahirkan Qori Daerah

Sabtu, 18 Apr 2026 - 22:20 WIB