JOGJAOKE.COM, Serang – Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Ihsan yang berlokasi di Kampung Kadu Genep, Desa Kubang Jaya, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang, menjadi tuan rumah kegiatan pembinaan kafilah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Kabupaten Serang Zona III, Sabtu (18/4/2026).
Kegiatan melibatkan sejumlah kecamatan, yakni Kecamatan Petir, Tunjung Teja, Baros, Cikeusal, Pamarayan, dan Bandung.
Pimpinan Ponpes Nurul Ihsan, H. Ade Mahrus menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada lembaganya sebagai lokasi pembinaan MTQ.
“Atas nama pribadi dan lembaga pengembangan tilawatil Qur’an kecamatan, kami sangat bangga dan berterima kasih karena Ponpes Nurul Ihsan dijadikan tempat pembinaan MTQ Zona III,” ujar H. Ade Mahrus kepada wartawan.
Ia menegaskan, kegiatan pembinaan ini diharapkan membawa banyak manfaat, tidak hanya dari sisi peningkatan kemampuan peserta MTQ, tetapi juga mempererat silaturahim antar kafilah kecamatan.
“Saya berharap kegiatan menjadi wasilah turunnya barokah Al-Qur’an, mempererat silaturahim, serta melahirkan qori-qoriah asli putra daerah dari masing-masing kecamatan,” jelasnya.
Ia berharap dari pembinaan akan lahir generasi Qur’ani yang mampu mengharumkan nama Kabupaten Serang di berbagai ajang MTQ, dengan kemampuan membaca Al-Qur’an yang baik dan benar serta penguasaan seni tilawah.
Ade juga menjelaskan bahwa Ponpes Nurul Ihsan berdiri sejak tahun 2008 dan telah memiliki izin operasional serta terdaftar di Kementerian Agama Kabupaten Serang. Pesantren bergerak di bidang pendidikan salafiah, khusus pengajian kitab dan Al-Qur’an.
Selain itu, ponpes juga membantu anak-anak yang putus sekolah melalui program pendidikan kesetaraan atau sekolah paket. Saat ini, Ponpes Nurul Ihsan menampung sekitar 213 santri dengan sistem pendidikan berbasis asrama.
“Santri bermukim di ponpes, aktivitas mereka dimulai dari mengaji pagi hari, kemudian sekolah atau kegiatan masing-masing, dan kembali mengaji sampai malam,” terangnya.
Ade menekankan pentingnya peran masyarakat dalam membangun generasi Qur’ani di tengah tantangan zaman, khususnya di era gawai saat ini.
“Kita berharap masyarakat, khususnya anak-anak, kembali mencintai Al-Qur’an. Jangan sampai generasi kita tidak mampu membaca Al-Qur’an. Mudah-mudahan dari Kecamatan Petir dan sekitarnya lahir calon-calon ulama penerus bangsa,” pungkasnya.
(Yuyi Rohmatunisa)






